HomePojok LirboyoKetika Mahasantri Lirboyo Mengabdi di Kota Pisang

Ketika Mahasantri Lirboyo Mengabdi di Kota Pisang

0 10 likes 570 views share

LirboyoNet, Lumajang-Program Wajib Khidmah Pondok Pesantren Lirboyo terus berlanjut hingga saat ini, Program yang menjadi salah satu syarat  Mahasantri sebelum di Wisuda. Dan pada  tahun ini Ma’had Aly Lirboyo mengirimkan Mahasantri Semester 7-8 menjadi guru bantu di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in (YAHTADI).

“Pondok ini masih tergolong baru merintis, baru sekitar 10 tahunan. Pendiri sekaligus pengasuhnya adalah KH. M. Muslich yang tak lain adalah salah satu alumni Pondok Pesantren Lirboyo tahun 1992.” Terang Masykuri Mahasantri asal Brebes.

“ KH. M. Muslich sebenarnya beliau aslinya orang jember. Awalnya beliau membangun Majelis Taklim disana, dengan biaya beliau sendiri. Karena selain alim masalah agama, beliau juga seorang bisnismen tekstil, jasa antar angkut buah dan sayur, bahkan beliau mempunyai kebun buah sendiri.

“Seiring berjalanya waktu, terbesit suatu keinginan dalam lubuk hati beliau untuk hijrah dan mengembangkan majelisnya itu, akhirnya dipilihlah daerah Lumajang. Pada mulanya, pesantren ini hanya beberapa santri yang ikut hijrah dari jember. Tak menunggu waktu lama, hanya hitungan bulan santri baru muali berdatangan, dan akhirnya dibangunlah kamar-kamar santri, untuk mewadahi para santri yang ingin menimba ilmu pada beliau.”

“Semakin bertambah banyaknya santri baru, akhirnya beliau membanguan Madrasah Diniyah disusul kemudian SMP, MA, dan PPTQ (Program Pelatihan Terjemah Qur’an). Dan sekarang pondok ini malah  bersinar dan terkenal  program PPTQnya. Meskipun ada sekolah formalnya pesantren ini juga mengedepankan diniyahnya, bahkan bisa dilihat dalam mata pelajaran sekolah formalnya, disisipkan pelajaran diniyahnya.” Timpal Abdurrahman Mahasantri asal Jambi.

Lanjut Abdurrahhman “ Pesantren ini mempunyai kegiatan-kegiatan yang tak jauh berbeda dengan pesantren yang ada di indonesia pada umumnya.  Dimulai bangun pagi  Pukul 3:30 kemudian istigosah, shalat tahajud, shalat subuh. Kegiatan pondok berakhir  pukul 21:30 dan para santri harus wajib tidur ketika waktu sudah menunjukan pukul 22:30 Wib.”

Semoga semua delegasi guru bantu yang disana bisa bermanfaat dan dimudahkan segala urusanya. (TB)