HomePojok LirboyoRoan Ngecor Pengisi Hari Libur

Roan Ngecor Pengisi Hari Libur

0 3 likes 1.9K views share

LirboyoNet, Kediri – Hari Kamis menurut sebagian besar santri Pondok Pesantren Lirboyo, adalah hari yang panjang. Apa pasal? “Karena hari itu, hari kiamat. Hari yang menghancurkan jagat. Eh, bukan. Kita kan liburnya hari Jumat. Jadi, rasanya ga jauh beda lah sama hari Sabtunya anak-anak luar (di luar pesantren, -red),” canda Agus, salah satu santri tingkat Aliyah.

Untuk mengisi hari yang panjang ini (29/10), dia dan ratusan santri lain mengikuti ro’an (gotong royong) ngecor  kamar blok R. Untuk memenuhi kebutuhan ngecor ini, para santri disediakan dua ratus sak semen, beberapa truk pasir dan koral, serta dua mesin molen pengaduk ‘adonan’ cor.

Upacara Bendera dilaksanakan para santri Lirboyo untuk menghormati hari Sumpah Pemuda

Upacara Bendera dilaksanakan para santri Lirboyo untuk menghormati hari Sumpah Pemuda

Roan ngecor memang berat. Tapi bagi santri Lirboyo, ia adalah media pelipur suntuk, di mana enam hari selama seminggu otak mereka diperas untuk memahami pelajaran demi pelajaran yang dijejalkan. Di roan inilah, kesempatan mereka untuk melampiaskan kesuntukan. Maka teriakan-teriakan “wooo!”, “ayoo!”, “aseek”, adalah hal yang biasa didengar ketika mereka beraksi.

Santri yang mengikuti roan ini begitu banyak, sehingga matahari belum condong ke barat pun sudah hampir selesai. Satu per satu santri pulang untuk segera mandi dan berangkat musyawarah. Sebelum semua benar-benar pulang, yang tersisa dari mereka hening sejenak. Berbaris. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera Merah Putih untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda yang sejatinya berlangsung hari Rabu kemarin (28/10).

Hari Kamis kali ini memang berharga bagi mereka. Karena mereka telah diberi kesempatan untuk berkhidmah kepada pondok. “Amal jariyah bukan hanya dengan harta. Tenaga para santri yang mengangkat semen, pasir dan lainnya juga bentuk lain dari amal jariyah,” tutur teman Agus yang malu untuk menyebutkan namanya.][