HomePojok LirboyoBekal Ukhrawi dan Duniawi dari Pesantren

Bekal Ukhrawi dan Duniawi dari Pesantren

0 6 likes 529 views share

LirboyoNet, Kediri—Senin kemarin (22/05) terselenggara hajat besar di Aula Al-Muktamar. Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah, salah satu pondok unit Ponpes Lirboyo, melaksanakan agenda akhir tahunnya, Haflah Akhirussanah.

Diawali dengan pembacaan maulid, acara berlangsung khidmat ketika satu per satu rangkaian terlewati. Terutama, ketika akhirnya dibacakan daftar siswa dengan nilai terbaik dari masing-masing lembaga pendidikan. Untuk diketahui, PP HM Al Mahrusiyah membawahi beberapa lembaga pendidikan. Sejak Play Group, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Selain siswa terbaik, pagi itu juga dibacakan santri Madrasah Diniyah Al Mahrusiyah yang berhasil menghafal seribu bait nadzam Alfiyah Ibn Malik.

Santri-santri berprestasi itu mendapat penghargaan berupa piagam, trofi, dan beberapa bingkisan. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh pengasuh, KH. Reza Ahmad Zahid Imam Yahya dan ibunda beliau, Ibu Nyai Hj. Zakiyatul Miskiyyah Imam Yahya.

KH. Reza menyebut bahwa prestasi ini secara khusus, dan kelulusan para siswa pada umumnya adalah hanya salah satu dari rangkaian perjalanan yang akan mereka tempuh. “Kami meminta maaf kepada kalian, karena hanya mampu mengantarkan kalian hingga titik ini. Perjuangan kalian dalam mencari ilmu masih sangat panjang,” imbuh beliau.

KH. Imam Nawawi, seorang wali santri dari Palembang, merasa sangat perlu berterima kasih kepada pesantren karena telah membantu orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dari pengaruh buruk lingkungannya. “Pondok pesantren ini mampu menjadi benteng keimanan dan akhlak anak-anak kita sehingga tidak terpengaruh budaya yang buruk. Ini seperti Nabi Musa, yang keimanannya tidak goyah meskipun dia sendirian di tengah keluarga Fir’aun dan masyarakat kafir,” ungkapnya.

Ada beberapa testimoni dari Prof. Dr. Abdul Haris M. Ag, seorang kiai dari Surabaya yang diminta untuk memberikan mauidzah hasanah pada pagi itu. “Saya salut kepada pesantren ini, karena telah ikut serta dalam mendidik anak bangsa sejak kecil, play group, hingga tingkat menengah atas.” Selain itu, beliau juga berpesan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya di pesantren ini. “Kalian telah ditunggu-tunggu oleh para cendekiawan. Kalian telah memiliki bekal yang sangat berharga, yakni bekal intelektual ukhrawi dan duniawi. Tentu ini bekal yang sangat penting bagi kalian untuk ikut serta dalam membangun bangsa. Di samping Kalian harus menjadi kiai, kalian juga harus menjadi ulama duniawi, menjadi ilmuwan, dan pemimpin bangsa,” harap beliau.][