HomePojok LirboyoMenjadi MC, Menjadi Penguasa Acara

Menjadi MC, Menjadi Penguasa Acara

0 0 likes 995 views share

LirboyoNet, Kediri – Petang sudah lama lewat. Masjid juga sudah sepi dari santri yang berjamaah salat Isya. Sementara di Kantor Muktamar, puluhan santri masih sibuk kasak-kusuk. Mereka menunggu teman-teman yang belum datang. Santri yang sudah terlatih untuk menunggu, gampang saja mengalihkan kejenuhan mereka dengan berbincang bersama teman yang duduk di sebelah.

Baru pukul 21.00 waktu Istiwa, acara Seminar Sehari Menjadi MC mulai dibuka. Kegiatan yang menjadi agenda Seksi Pramuka ini mendatangkan tutor dari Kabupaten Malang, Bapak Arif Noer. Adapun para peserta kegiatan ini adalah para santri yang sudah mendaftar pada hari-hari sebelumnya.

Acara pada Kamis malam Jum’at (04/02) itu oleh Bapak Arif dibagi acara dalam beberapa sesi. Pertama, beliau menjelaskan materi yang sudah dipegang para peserta. “Menjadi MC, bisa dibilang juga menjadi penguasa acara. Artinya, satu persatu sub acara haruslah seizin MC. Lain dengan host, yang cuma menjadi pengantar, setelah itu terserah acara akan berlangsung seperti apa.”

Tidak semudah yang dibayangkan, ujar beliau mengenai proses menjadi MC yang baik. Adakalanya, seorang MC profesional pun tidak dapat mengendalikan rasa canggung di depan hadirin. “Yang terpenting adalah membangun mental. Kalau Anda pernah menjadi rois musyawarah di kelas, itu sudah menjadi bekal dalam membangun mental Anda,” terang pria berkacamata ini.

Di sesi selanjutnya, yakni tanya jawab, beliau mengoreksi hal-hal yang terlihat sepele, namun bisa mengganggu kenyamanan dalam membawakan acara. Baik berupa pemilihan kata, pandangan mata, hingga penggunaan bahasa. “Tidak usah terlalu puitis dalam membuka acara, (seperti) ‘di malam cerah penuh gemintang bertaburan’, karena justru dapat membuat orang risih,” jawab beliau yang juga alumnus Ponpes Lirboyo tahun 2007 ini.

Tidak lupa, pada sesi terakhir, yakni praktek langsung oleh peserta yang dipilih secara acak, beliau memberi koreksi dan dan saran yang membangun. “Cara-cara yang telah saya sebutkan, dapat kalian latih di kamar. Yang terpenting di Lirboyo adalah sekolah dan musyawarah. Kalau ini (menjadi MC) sifatnya hanya fudlah (ekstra),” pesan beliau sekaligus sebagai pemungkas acara yang berlangsung hingga pukul 23.30 itu.][