Al-Fatihah Bagi Makmum Yang Terlambat

Hukum Membaca Al-Fatihah bagi Makmum yang Datang Terlambat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ketika jamaah salat fardhu digelar, kadang kala kita datang terlambat. Sehingga ketika kita baru takbir dan masih membaca Surah Al-Fatihah, tak lama kemudian imam rukuk. Bagaimana hukum bacaan Al-Fatihah tersebut, dilanjutkan atau langsung rukuk?
Mohon penjelasannya karena ini ini sering terjadi, terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Ghofur, Salatiga)


Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Dalam salat jamaah, tertinggal takbiratul ihram bersama imam adalah hal yang lumrah terjadi. Sehingga tidak berselang lama setelah makmum yang datang terlambat tersebut takbir, sang imam pun akhirnya rukuk.

Mengenai bacaan Surah Al-Fatihah dalam kondisi tersebut, maka status makmum dibagi menjadi dua:

Pertama, makmum muwafiq, yaitu makmum yang mendapati imam ketika berdiri sebelum rukuk dan waktunya cukup untuk membaca Al-Fatihah. Dalam kondisi itu, makmum harus menyempurnakan bacaan Al-Fatihah. Dan baginya ditolerir untuk tertinggal tiga rukun panjang, yaitu rukuk, sujud pertama dan sujud kedua.

Kedua, makmum masbuq, yaitu makmum yang mendapati imam ketika berdiri sebelum rukuk dan waktunya tidak cukup untuk membaca Al-Fatihah. Dalam kondisi itu, makmum membaca Surah Al-Fatihah sekedarnya dan jika imamnya rukuk maka ia harus rukuk mengikuti imam. Karena bacaan Al-Fatihah makmum sudah ditanggung oleh imam.

Kedua rincian ini sebagaimana penjelasan Syekh Nawawi Banten berikut dalam kitab Nihayah az-Zain berikut:

وَإِِنْ وجد الإِمَام فِي الْقيام قبل أَن يرْكَع وقف مَعَه فَإِن أدْرك مَعَه قبل الرُّكُوع زَمنا يسع الْفَاتِحَة بِالنِّسْبَةِ للوسط المعتدل فَهُوَ مُوَافق فَيجب عَلَيْهِ إتْمَام الْفَاتِحَة وَيغْتَفر لَهُ التَّخَلُّف بِثَلَاثَة أَرْكَان طَوِيلَة كَمَا تقدم وَإِن لم يدْرك مَعَ الإِمَام زَمنا يسع الْفَاتِحَة فَهُوَ مَسْبُوق يقْرَأ مَا أمكنه من الْفَاتِحَة وَمَتى ركع الإِمَام وَجب عَلَيْهِ الرُّكُوع مَعَه

“Apabila makmum menemui imam ketika berdiri maka makmum juga berdiri bersamanya. Apabila makmum menemukan waktu cukup untuk membaca Al-Fatihah dengan bacaan sedang maka disebut makmum muwafiq dan wajib untuk menyempurnakan bacaan Al-Fatihah. Dan ia dimaafkan tertinggal tiga rukun panjang dari imam sebagaimana penjelasan terdahulu. Dan apabila makmum tidak menemukan waktu cukup untuk membaca Al-Fatihah maka disebut makmum masbuq dan cukup membaca Al-Fatihah sekedarnya. Jika imam rukuk maka wajib bagi makmum rukuk bersama imam.” (Nihayah az-Zain, hlm. 124)

Untuk itu, bacaan Al-Fatihah makmum tergantung apakah ia menemukan waktu yang cukup untuk membacanya atau tidak. []waAllahu a’lam

Bacaan terkait:
Tentang Shalat Jama’ah

Follow juga instagram:
@pondoklirboyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.