HomePojok LirboyoSholihah Dalam Dakwah

Sholihah Dalam Dakwah

0 2 likes 239 views share

Lirboyonet, Kediri – Wanita adalah tiang dari segalanya. Dia bisa menjadi penegak di dalam rumah tangganya, bahkan dia bisa menjadi tiangnya negara. Begitu besar peran wanita sehingga dia bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Seorang anak akan mewarisi watak, akhlak, aqidah, dan karakter dari wanita yang melahirkannya. Karena itu kebaikan akan muncul jika di dalam sebuah keluarga terdapat wanita yang baik dan solehah.

Imam Hafidz Ibrahim berkata, “Ibu adalah madrasah (pertama bagi anak), jika engkau telah menyiapkannya, maka engkau telah menyiapkan masyarakat yang berakhlak mulia.”

Oleh karena itu langkah awal bagi wanita adalah membekali dirinya dengan ilmu yang luas dan akhlak yang baik, agar suatu saat ia mendapatkan amanat mendidik anak, maka ia sudah mampu mendidiknya dengan baik.

Begitu pentingnya peran wanita terutama dikeluarganya menjadi salah satu pemicu bagi Santri Putri Pondok Pesantren Putri Tahfidzil Qur-an Lirboyo (P3TQ) untuk mengadakan seminar yang bertajuk “Sholihah Dalam Dakwah” guna mendidik santri-santriwati untuk kelak bisa membantu berdakwah bersama keluarganya, yang terlaksana pada Jumat (5/01/18) lalu.

Diantara tempat yang paling baik untuk berdakwah bagi kaum wanita adalah rumah tangga. Keluarga kelompok kecil yang terbentuk dari suami, istri dan anak-anaknya. Pondasi dasar keluarga adalah suami dan istri, yakni pria dan wanita. Mereka berdua inilah yang menjadi benih terbentuknya keluarga yang baik, yang mengatur dan menjaga keluarga mulai dari awal sampai akhir.

Seminar yang dilaksankan Malam Jumat lalu dipimpin oleh KH. Munawwar Zuhri dari Tulung Agung. Acara yang dimulai pada pukul 21.00 Wis berjalan dengan khidmat. Para santriwati begitu antusias dengan pembahasan seminar tersebut. Mereka merasa bahwa menjadi solehah itu begitu penting bagi keturunannya. Acara yang ditutup pada pukul 23.00 Wis itu sebenarnya belum dapat memuaskan para santriwati dari rasa penasaran mereka, karena pembahasan yang sangat dibutuhkan oleh wanita-wanita.

Sebelumnya, pada pagi hari di P3TQ telah digelar acara Penutupan Bahtsul Masa-il yang merupakan agenda tiap tahunnya. dalam Penutupan Bahtsul Masa-il tersebut P3TQ juga mengundang Pondok Putri yang lain, seperti Pondok Sumber Sari dari Pare, Ar- Rifa’i Malang, Pondok Besuk Pasuruan dan Pondok Kecong Nganjuk. Pondok Putri Unit Lirboyo juga tidak ketinggalan untuk diundang.

Bahtsul Masa-il pada pagi itu disajikan dalam 2 jalsah. Jalsah awal di pagi hari dengan pembahasan Dilema Thalaq dan untuk jalsah kedua di siang harinya dengan pembahasan Dilema Saldo.

Untuk hasil keputusan Bhatsul Masa-il bisa dilihat di link berikut.