HomePojok LirboyoJiwa Jurnalistik di Pesantren Putri

Jiwa Jurnalistik di Pesantren Putri

0 0 likes 292 views share

LirboyoNet, Kediri—Hari Jumat adalah hari libur akbar bagi para santri. Hampir seluruh pesantren menjadikan hari Jumat sebagai hari berjenak, hari untuk istirahat dari rutinitas belajar selama enam hari sebelumnya.

Meski begitu, Pondok Pesantren Putri Tahfidzil Qur’an (P3TQ) memiliki pandangan lain. Benar. Hari Jumat adalah hari libur. Tetapi itu bukan alasan untuk tidak memanfaatkannya dengan hal-hal yang lebih positif daripada berjenak dan tidur selama mungkin.

Setidaknya, itu yang diungkapkan salah satu santri. “Setiap harinya, kami cuma memiliki maksimal delapan jam tidur. Tapi di hari Jumat ini, kami tetap tidak ingin melewatkan waktu dengan percuma. Makanya, kami ikut ekstrakurikuler jurnalistik ini,” tutur santriwati yang enggan menyebut namanya ini.

Kegiatan ekstrakurikuler telah ada sejak lama. akan tetapi, ekstrakurikuler jurnalistik baru menjadi program resmi di tahun 2017-2018 ini. waktu kegiatannya dilaksanakan setiap Jumat, mulai pukul 14.30 Wis (Waktu Istiwa), hingga pukul 15.30. karena pesantren ini memiliki dua asrama yang berjauhan, maka kegiatan ini juga dilaksanakan di dua asrama itu: P3TQ Barat dan Timur.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sekitar dua puluhan santriwati di tiap asrama.  Sepengakuan pembimbing, santri sekarang sudah saatnya menjadi pegiat literasi positif. Memandang, suasana jurnalistik di luar pesantren kini sudah tidak seperti dahulu, yang kompeten, serius, dan kredibel. “Sudah terlalu banyak konten berita dan jurnalistik lainnya yang tidak layak dibaca. Tidak terpercaya. Banyak media yang hanya memberitakan kabar burung yang tak jelas sumber dan arahnya. Maka santri sudah saatnya bisa memproduksi karya jurnalistik yang kompeten, serius dan kredibel itu,” tukas Ustadz Hasan, salah satu koordinator ekstrakurikuler yang ada di pesantren yang didirikan oleh almaghfurlah KH. A. Idris Marzuqi ini.

Santri sudah dibekali jiwa kejujuran dan kesederhanaan, yang sangat menunjang kegiatan literasi jurnalistik. Karenanya, dengan kemampuan santri di dalam bidang ini, informasi dan arus pemberitaan dalam bentuk apapun dapat disajikan dengan jujur dan kredibel.][