Senandung Habib Syech di Malam Mendung

LirboyoNet, Kediri – “Beberapa tahun lalu, saya masih bersama Mbah Idris. Tahun sebelumnya, saya bersama Mbah Imam. Kami sama-sama selalu berdoa, ‘Ya Allah, kami cinta kepada Rasulullah. Kami rindu Rasulullah.'”

Malam itu, Sabtu (09/04) kedua almaghfurlah, KH. Ahmad Idris Marzuqi dan KH. Imam Yahya Mahrus sudah tidak berada di panggung lagi. Namun sang Habib tidaklah merasa di dalam sepi. “Beliau selalu hadir bersama kita. Beliau hadir dalam setiap kebaikan yang kita lakukan.”

Layaknya yang telah menjadi rutinitas, shalawat mulai bergema di lapangan Barat Pondok Pesantren Lirboyo setelah matahari tuntas berselimut di peraduan. Adalah Ahbabul Musthofa, grup shalawat pengiring Habib Syech yang memulai memendarkan cahaya cinta Rasulullah malam itu.

Syecher Mania pelan-pelan mengikuti irama pukulan rebana. Daftar lagu yang disuguhkan sudah di luar kepala mereka. Sambil menggandeng istri, seorang pengunjung berkomat-kamit. Sambil melayani pembeli, bibir penjual buku menggumam lirik-lirik.

Hujan adalah penghalang bagi sebagian orang. Bagi para pecinta, ia adalah wujud dari restu alam atas nama kekasih yang selalu disebut. Periksa saja foto-foto para syecher. Jalan penuh. Lapangan riuh. Tahun lalu, yang hadir sangat banyak. Tahun ini lebih banyak lagi. Benar ujar Habib Syech. Hujan malam itu adalah berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.