ETIKA MENGANGKAT TANGAN KETIKA BERDOA

Bulan suci Ramadhan telah tiba. Kita umat muslim di seluruh penjuru dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan penuh rasa suka cita. Banyak sekali amaliah dan ibadah yang dianjurkan untuk diperbanyak dilakukan saat datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah berdoa.

Berdoa adalah sunah. Dalam Alquran disebut bahwa kita umat muslim senantiasa diperintahkan untuk berdoa. Dan Allah SWT akan mengabulkan doa tersebut.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian.’ Sesungguhnya, orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60).

Penting untuk diperhatikan, dalam berdoa pun ada etika dan tata krama tersendiri. Dikutip dari kitab Al Barakah fi Fadhlis Sa’yi wal Harakah, ada tata cara berdoa sebagaimana diajarkan oleh sahabat besar Abdullah bin Abbas Ra.

وقال ابن عباس رضي الله عنهما : ( المسألة : أن ترفع يديك حذو منكبيك ، والاستغفار : أن تشير بإصبع واحدة ، والابتهال : أن تمد يديك جميعا هكذا ) ورفع يديه وجعلهما مما يلي وجهه .

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Etika bedoa adalah dengan mengangkat tangan sejajar dengan pundakmu. Jika istighfar, atau memohon ampun maka angkat atau acungkanlah satu jari telunjukmu. Jika ibtihal, doa dengan tadhorru’ atau doa untuk sesuatu yang genting maka angkatlah tanganmu seperti ini”. Beliau memeragakan doa dengan mengangkat kedua tangan beliau sejajar dengan wajah.

Diantara adab lain berdoa yang tak kalah penting diperhatikan juga sebenarnya adalah berpenampilan rapi dan bersih. Sebab kita sedang memohon kepada Zat yang maha tinggi. Pemilik seluruh alam semesta. Ada satu hadis yang melarang berdoa sambil mendongakkan kepala, dengan mata memandang ke langit. Dalam berdoa tentunya harus senantiasa menampilkan rasa lemah sebagai seorang hamba.

Adab lain, adalah jangan hanya berdoa dengan mengangkat satu tangan saja, kecuali memang ada udzur. Dan juga jangan mengangkat kedua tangan yang tertutup saat berdoa.

Demikian tadi adalah etika saat berdoa. Setelah doa selesai dipanjatkan, kita dianjurkan untuk mengusap telapak tangan ke wajah kita. Kemudian menutup bacaan doa dengan kalimat “amin”. Yang berarti semoga Allah SWT mengabulkan doa kita.

Sebagai catatan, jika doa yang dipanjatkan adalah doa tolak balak, maka posisikan punggung telapak tangan sebagai yang menghadap ke langit. Istilah sederhananya adalah membalik telapak tangan kita. Ini sesuai pendapat yang di-nash oleh Imam Ar Rafi’i, Imam An Nawawi, dan para Imam lainnya.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.