HomePojok LirboyoManasik Haji bagi Santri

Manasik Haji bagi Santri

0 0 likes 692 views share

LirboyoNet, Kediri – Tidak seperti rukun Islam lainnya, ibadah haji terkesan lebih sulit dan rumit. Maka sangat dirasa perlu untuk mejadikannya sebagai tema khusus dalam sebuah diskursus. Misalnya adalah apa yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Kelas tiga tsanawiyah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien pada Jumat malam Sabtu (18/03) lalu.

Menggunakan Aula Al Muktamar sebagai lokasi acara, Seminar Manasik Haji dihadiri oleh seluruh siswa kelas tiga tsanawiyah. Mereka berangkat dari lokal kelas pukul 21.00 Waktu Istiwa’, karena harus terlebih dahulu masuk ke dalam kelas pada jam awal (19.00-21.00).

Adalah Agus HM Said Ridlwan yang menjadi tutor pada malam hari itu. Beliau diminta untuk memberikan informasi seputar haji kepada tidak kurang dari lima ratus siswa. Karena begitu banyaknya, beliau kemudian memilih beberapa siswa sebagai contoh praktek ibadah haji.

Selain untuk mengenalkan kepada mereka bagaimana ibadah haji diwujudkan, seminar ini juga sebagai bekal bagi mereka dalam ujian praktek akhir tahun.

Pengurus pusat sudah menyediakan beberapa alat peraga. Semisal Ka’bah mini, Maqam Ibrahim, dan Hijr Ismail. Beberapa tempat lainnya seperti tempat jumrah juga dipersiapkan. Tentunya, hal ini memudahkan Cak Said (panggilan akrab Agus HM Said Rildwan) untuk menjelaskan kepada para siswa.

Beliau membimbing para siswa dalam berbagai hal, termasuk cara melilitkan kain ihram pada badan muhrim (orang yang ihram). Dengan bantuan proyektor, beliau memperkenalkan kepada siswa apa saja yang perlu diketahui dari ibadah haji. Di sana akan terlihat, bahwa apa yang tertera di dalam kutubus salaf tidaklah cukup sebagai acuan untuk mengenal haji.

Setelah dirasa tuntas, Cak Said memberikan waktu bagi siswa untuk mengungkapkan apa yang dirasa masih belum dapat dicerna. Meski pertanyaan yang diajukan tidak sedikit, Cak Said dengan lugas memberikan jawaban-jawaban.

Seminar itu kemudian selesai cukup malam, yakni sekitar pukul 02.00 Waktu Istiwa’.][