Sabtu sore bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1445 H. atau 8 Juni 2024 M. Tim Kursus Falakiyah Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan kegiatan praktek Rukyatul Hilal, yang bertempat di Selatan gedung aula Al-Muktamar.
Dalam acara praktek kali ini turut dihadiri dua tutor yakni Bapak Reza dan Bapak Mujib. Menurut beliau tujuan diadakannya kursus ini adalah agar para peserta kursus bisa membuat peta rukyatul Hilal (garis arah matahari dan bulan).


Peta Rukyatul Hilal adalah sebuah peta yang digunakan untuk menentukan awal bulan berdasarkan pengamatan hilal (bulan sabit tipis) setelah terjadi bulan baru. Hal ini membantu dalam menentukan lokasi di mana hilal kemungkinan dapat terlihat, sehingga memungkinkan penentuan awal bulan sesuai dengan kalender Islam.
Peta ini biasanya memperhitungkan faktor-faktor seperti usia bulan. Hal ini membantu dalam memperkirakan di mana dan kapan hilal akan muncul, sehingga menentukan awal bulan Islam yang penting seperti bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.
Runtutan Acara
Mula-mula para peserta mencari arah mata angin sejati. Untuk mencari arah mata angin sejati, ada dua hal yang bisa digunakan. Pertama menggunakan kompas. Meskipun kompas adalah alat yang sangat berguna untuk menentukan arah, terutama dalam navigasi, tetapi ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan:
- Gangguan Magnetis: Kompas bisa terpengaruh oleh medan magnet eksternal, seperti logam besar atau medan magnet bumi yang tidak seragam. Ini bisa menyebabkan kesalahan dalam menentukan arah.
- Variasi Magnetis: Terdapat variasi dalam kompas antara arah sejati (utara sejati) dan arah magnetis (utara magnetis) karena ketidaksempurnaan dalam medan magnet bumi. Variasi ini dapat bervariasi berdasarkan lokasi geografis.
Yang kedua adalah mengandalkan pengetahuan tentang orientasi geografis. Mata angin sejati mengacu pada arah utara, selatan, timur, dan barat sebenarnya, bukan arah magnetis yang ditunjukkan oleh kompas. Maka dari itu dalam praktek kali ini yang digunakan adalah menggunakan metode ini.


Setelahnya baru mencari arah matahari dan bulan dan juga ketinggian bulan. Untuk menentukan arah matahari, ada beberapa metode. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggunakan arah Bayangan. Ketika menghadap arah timur, matahari akan berada di belakang pada pagi hari dan di depan pada sore hari
Berikut adalah sistem Ephermeris Hisab Rukyah yang digunakan dalam praktek Rukyatul Hilal kemarin;
NAMA-NAMA ISTILAH | DATA MATAHARI DAN BULAN | ||
| Markaz/tempat Rukyat | Lirboyo | ||
| -70 | 49’ | 6,24” |
| 1110 | 59’ | 35,42” |
| 76 M. | ||
| Waktu Ijtima’: | |||
| 19.00 | ||
| Kamis | ||
| 6 Juni 2024 M. | ||
| Tinggi matahari saat terbenam | -10 | 5’ | 35,98” |
| Deklinasi Matahari (do) | 220 | 54’ | 35” |
| Sudut waktu matahari (to) | 870 | 56’ | 21,66 |
| Saat terbenam matahari (gho) | 170 : 22’ | ||
| Asensiarekta matahari (aro) | 770 | 5’ | 4,6” |
| Asensiarekta bula (arc) | 1030 | 38’ | 37,6” |
| Sudut waktu bulan (tc) | 610 | 18’ | 4,66” |
| Deklinasi bulan (dc) | 270 | 55’ | 28,43” |
| Tinggi hilal hakiki (hc) | 200 | 53’ | 2,47” |
| Tinggi hilal mar-I (hc’) | 200 | 2’ | 22,92” |
| Lama hilal (muksu) | 10 | 20’ | 9,53” |
| Azimuth matahari (Ao) | 220 | 58’ | 42,21” |
| Azimut bulan (Ao) | 330 | 56’ | 5,22” |
| Jarak matahari dengan bulan | 100 | 57’ | 43,41” |
| Ghurub hilal (Ghc0 | 180:42 | ||
| Keadaan hilal | Miring ke utara | ||
| Arah rukyatul hilal | 3030 | 56’ | 25,36” |





