HomePojok LirboyoLangkah Cerdas untuk Musyawarah Berkualitas

Langkah Cerdas untuk Musyawarah Berkualitas

0 5 likes 276 views share

LirboyoNet, Kediri- Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki kekhususan dan fokus dalam tafaqquh fiddin. Sehingga dalam perjalanannya, penitikberatan dalam hal menguasai bidang ilmu agama menjadi sangat urgen. Untuk mencapai keberhasilan tersebut secara maksimal, ada berbagai cara yang dapat ditempuh. Namun salah satu cara yang paling efektif untuk mencapainya adalah dengan metode Musyawarah dan Bahtsul Masa’il.

Maka dari itu, Ponpes Lirboyo memberi perhatian khusus dalam hal musyawarah tersebut. Sehingga sudah menjadi sebuah realita yang tak terbantahkan bahwa di lingkungan luar pesantren, Ponpes Lirboyo memiliki identitas dan sangat diperhitungkan di bidang ini.

Atas dasar itulah, kemarin (07-08/09) Majlis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (M3HM) menyelenggarakan rutinitas tahunan yakni Penataran Keroisan di gedung Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L). Dalam tahun ini, kegiatan yang mengusung tema “Langkah Cerdas untuk Musyawarah Berkualitas” tersebut mendatangkan 2 narasumber secara bergantian, yakni ustadz Anang Muhsin dan ustadz Musta’in Zamroni.

Sesi pertama dilaksanakan pada kamis malam (07/09) yang diikuti oleh peserta dari kelas 6 Ibtidaiyah dan tingkat Tsanawiyah, ustadz Anang Muhsin tampil sebagai pemateri. Alumnus Ponpes Lirboyo yang kini menjabat sebagai Wakil Katib Syuriyah PCNU Tulungagung tersebut menjelaskan betapa pentingnya musyawarah. Karena di dalam musyawarah terdapat beberapa hal yang sangat berperan strategis dan menjadi langkah yang dinamis dalam mengantar seseorang untuk menguasai bidang keilmuan, diantaranya adalah melatih seseorang untuk berfikir dan menganalisa masalah secara kritis dan cermat, menuntut adanya penguasaan terhadap berbagai referensi yang ada dalam kitab, dan melatih berbicara untuk mengemukakan pemikiran yang telah dihasilkannya. “Kalau musyawarah ini berjalan maksimal, maka tidak sebatas pemahaman atas keilmuan saja yang didapat. Namun lebih dari itu, yakni dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari” tegasnya.

Sesi tanya jawab di akhir acara pun tak kalah menarik. Dialog interaktif yang muncul dari para peserta Penataran Keroisan sudah cukup menunjukkan keantusiasan mereka saat itu.

Jum’at siang (08/09), ustadz Mustain Zamroni hadir sebagai pemateri kedua. Dalam pemaparan yang disampaikannya, alumnus Lirboyo yang juga mantan Ketua Umum Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L) 2015-2016 tersebut lebih menitikberatkan pada cara yang ampuh dalam bermusyawarah bagi pemula. Hal ini bukan berarti tanpa alasan, karena peserta Penataran Keroisan pada sesi kedua ini adalah siswa kelas 2,3,4, dan 5 Ibtidaiyah.

“Bangunlah pondasi dan semangat bermusyawarah sejak dini. Ikuti seluruh aktivitas musyawarah yang ada di Ponpes Lirboyo. Karena hanya dengan cara itu, kita bisa mengetahui medan yang sebenarnya. Sehingga apabila sudah mengetahui medan, kita mampu untuk membangun tindakan dan mindset (cara berpikir) untuk lebih maju” jelasnya.

Namun, semua pemateri telah mengingatkan bahwa semua itu hanya sekedar teori di atas kertas. Dan yang paling penting adalah bagaimana menerapkan teori tersebut ke dalam bentuk praktek di kehidupan nyata. Karena hanya langkah cerdas demikian, semua target pencapaian akan terealisasi demi menghasilkan musyawarah yang berkualitas.[]