HomePojok LirboyoSeminar Kesehatan: Hidup Sehat Anak Pesantren

Seminar Kesehatan: Hidup Sehat Anak Pesantren

0 3 likes 583 views share

LirboyoNet, Kediri – Santri identik dengan penyakit kulit, anggapan itu mungkin yang kali ini coba ditepis. Karena ternyata santri tak selalu identik dengan lingkungan yang kotor. Santri juga tidak selalu identik dengan berbagai permasalahan kesehatan. Lewat seminar kesehatan dengan tajuk “Hidup Sehat Anak Pesantren”, ribuan santri mendengarkan berbagai macam informasi baru seputar dunia kesehatan. Khususnya seputar permasalahan yang erat kaitannya dengan kulit.  Sekitar dua jam lamanya, mereka duduk khidmat di Aula Muktamar Ponpes Lirboyo. Acara yang dilaksanakan bakda zuhur setelah musyawarah Tsanawiyah dan Aliyah ini, hanya diikuti para siswa Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien kelas satu Tsanawiyah hingga satu ‘Aliyah saja.

Program ini digelar oleh Kimia Farma, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perobatan. Ini merupakan program Edukasi Kesehatan yang memang khusus dilakukan dikalangan santri dan pondok pesantren saja. Program ini sudah berjalan satu tahun ini. Dan tutornya adalah para dokter-dokter yang telah berpengalaman. Program ini sendiri sebelum sampai ke Ponpes Lirboyo, sudah sebelumnya sudah sampai di pondok-pondok pesantren lain di berbagai kota-kota besar, seperti Semarang, Jombang, Medan, dan lain-lain.

Kemarin juga rencananya digelar di Pondok Pesantren Saikhuna Kholil Madura, tapi terkendala pas waktu ujian. Akhirnya dimundurkan Januari besok,” tutur Oki Setiawan, Area Manager Kimia Farma Jatim saat ditemui Tim LirboyoNet.

Siang itu, Kimia Farma menghadirkan dua orang pemateri, dr. Agus Wisnu dari Pare dan dr. Nasri Anderson dari Kediri.

Agus H. Adibussholeh Anwar, selaku pimpinan pondok menyampaikan dalam sambutannya, “pikiran bahwa anak pondok belum gudiken belum krasan harus dihilangkan.” Kalimat tersebut disambut tawa santri. Beliau juga mengingatkan, bahwa menjaga kebersihan merupakan satu hal yang sangat penting. Hal tersebut serasi dengan “semboyan” umat Islam bahwa kebersihan sebagian dari sempurnanya iman. “Annadhofatu minal iman, itu jargon kita.” Imbuh beliau. Beliau juga menekankan, pentingnya menjaga kebersihan harus dimulai dari pribadi masing-masing, “kebersihan dimulai dari diri sendiri,” ungkap Gus Adib, panggilan akrab beliau.

Dr. Agus sebagai pemateri pertama, menyampaikan banyak pengetahuan mendasar tentang kesehatan kulit. Penyakit gatal atau pruritas, menurutnya, disebabkan oleh banyak faktor pendukung. Bisa disebabkan alergen, jamur, parasite, kuman, virus, dan lain sebagainya. Causa primer (penyebab utama) tersebut juga bisa berasal dari banyak hal, misalkan saja kosmetik, detergen, sabun mandi, perhiasan, bahkan pakaian kasar.

Setiap orang punya pertahanan tubuh. Ada yang sensitive, ada yang hiprsensitif.” Tutur dr. Agus, “tubuh kita dalam kondisi hipersensitif akan mengalami kondisi gatal.

Sementara itu, banyak cara untuk menyembuhkan penyakit gatal. Penyakit gatal disebabkan alergi misalkan, penyembuhannya bisa dilakukan dengan cara terapi bertahap. “Cara menghilangkan bisa dengan dilatih,” ungkapnya. Seperti dicontohkan, orang yang alergi makan udang, maka menghilangkannya justru dengan melatih diri makan udang,  “udang satu, dibagi sepersepuluh”. Santri-santri tampak tak percaya. Tapi ternyata hal itu memang nyata dan menjadi pengalaman pribadi dr. Agus pada salah satu pasiennya. Ia meminta pasiennya yang alergi udang untuk makan udang secara bertahap, sedikit demi sedikit porsinya ditambah. Jika terasa gatal, maka porsinya dikurangi.

Untuk penyakit gatal memang berbeda-beda penanganannya. Hal itu perlu dikonsultasikan pada dokter yang memang menangani bidang tersebut, jika setelah diberikan pertolongan pertama selama beberapa hari, rasa gatal tak kunjung hilang.

Dr. Agus juga membagi satu tips. Jika terasa gatal, dan hendak menggaruk namun memiliki kuku panjang, maka jangan pernah menggaruk menggunakan kuku. Bagian yang gatal digaruk dengan ujung jari. Karena kuku bisa saja menjadi sarang penularan penyakit yang justru memperparah keadaan.[]