HomePojok LirboyoDi Negeri Ini Kita Lahir, Hidup dan Berjuang

Di Negeri Ini Kita Lahir, Hidup dan Berjuang

0 8 likes 2.3K views share

LirboyoNet, Kediri — Untuk mewujudkan Negara Indonesia yang harmonis dan tentram, Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana bersilaturahim kepada para tokoh masyarakat Kabupaten/Kota Kediri. Sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, bahwa ada tiga elemen penting yang harus terus bersinergi demi ketentraman masyarakat. tiga hal itu adalah Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), dan tokoh masyarakat. Dengan komunikasi terus menerus antar tiga unsur ini, diharapkan akan tercipta keharmonisan sejak dari lapisan bawah masyarakat.

Silaturahim ini terlaksana di Aula Muktamar, Kamis malam (12/10). Bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten dan Kota Kediri, hadir berbagai tokoh, dari para kiai pesantren, hingga tokoh lintas agama. Terlihat KH. Anwar Iskandar, tokoh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua PCNU Kota Kediri, dan KH. Reza Ahmad Zahid, Ketua RMI (Robithoh Ma’ahid Islamiyah/Persatuan Pondok Pesantren) Jawa Timur. Juga terlihat tokoh agama yang lain, termasuk para masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo.

Silaturahim ini digalakkan oleh TNI, agar jalinan dengan elemen-elemen penting dari sebuah negara dapat terjaga. Terutama, karena akhir-akhir ini gerakan transnasional semakin gencar dipropagandakan. “Terima kasih kepada para kiai, para tokoh masyarakat, yang selama ini terus melindungi negeri ini dari ancaman gerakan-gerakan radikal. Dengan jalinan silaturahim ini kita akan sama-sama berjuang demi negeri yang utuh dan aman.”

Kiai Anwar Iskandar yakin, bahwa Indonesia akan tetap utuh dan harmonis, jika para warganya sadar dan terbuka hatinya bahwa begitu pentingnya rasa memiliki negara, UUD, dan kebhinekaan. Kedaulatan NKRI harus terjaga betul. Dan itu tidak akan terwujud tanpa peran dari seluruh lapisan masyarakat. Mengapa NKRI harus diperjuangkan, bahkan dipertaruhkan dengan jiwa raga? “Karena,” tekan Gus War, “di negeri ini kita lahir, hidup dan berjuang.”][