Kelulusan Penghafal Alquran Pesantren Al-Baqoroh

LirboyoNet, Kediri – Membaca Alquran semestinya akan menambah kedekatan kepada Tuhan. Itu yang diresapi Rabiah Adawiyah. Suatu ketika, ia menggali tanah. Ia sesuaikan lebar, panjang dan kedalamannya. Ia masuk ke dalamnya. Dia berdiam di liang kubur itu selama seminggu. Agar semakin ingat ia kepada kematian, dibacanya Alquran hingga dua belas kali khatam.

Agus H. Reza Ahmad Zahid menyampaikannya kepada para tamu undangan. Beliau berbicara sebagai penceramah di acara Haul & Tasyakur Khotaman ke-IV Pondok Pesantren Putri Al-Baqoroh (P3 Al-Baqoroh), Kamis pagi (28/04).

Mengingat kematian adalah proses manusia untuk mempercepat taubat, taat, dan sabar. Karenanya, Abdurrahman al Muhdlor mengulang apa yang dilakukan Rabiah. 42 kali ia khatamkan Alquran dalam jumlah hari yang sama.

Semakin tua zaman semakin sedikit manusia yang me-reksa Alquran. “Dari Banyuwangi sampai Ngawi, jumlah huffadz hanya tujuh ribu orang,” ungkap Gus Reza, panggilan akrab beliau, berdasar pada data yang dimiliki RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) Jawa Timur, yang dipimpinnya sekarang.

Sebelum mauidhoh hasanah, para khotimaat (santri putri yang mengkhatamkan Alquran) maju ke panggung satu demi satu. Ibu Nyai Hj. Nur Hannah, istri dari KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus, menyerahkan piagam penghargaan kepada mereka. Keseluruhan, ada 27 santri yang berfoto bersama kedua pengasuh. Mereka terdiri dari delapan belas Khotimaat bil Ghoib, dan sembilan Khotimaat bin Nadhor.

3 thoughts on “Kelulusan Penghafal Alquran Pesantren Al-Baqoroh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.