HomePojok LirboyoGratis, PDGI Periksa Gigi 1.000 Santri

Gratis, PDGI Periksa Gigi 1.000 Santri

0 2 likes 725 views share

LirboyoNet, Kediri – Tidak banyak santri Lirboyo yang rutin memeriksakan giginya. Padahal, setiap orang idealnya memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali. Alasan mereka berupa-rupa. Malas keluar pondok. Tidak tahu tempatnya. Takut suntikan.  Dan masih banyak lagi. Tapi bagaimana kalau dokter gigi yang datang sendiri, tanpa biaya pula?

Ahad (31/07), ratusan santri tampak memadati halaman sekolah MA HM Tribakti, salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo unit HM Al Mahrusiyah. Mereka berbaur dengan puluhan orang berbaju putih-ungu, sambil memegang secarik kertas biru-hijau-kuning. Mereka sedang menunggu giliran masuk ruang kelas. Tentu saja dengan harap-harap cemas: antara bayangan kesakitan yang sangat, atau menderita sakit gigi lebih lama lagi.

Tidak kurang dari 130 dokter gigi di seluruh kota/kabupaten Kediri menyisihkan waktu mereka untuk menyediakan diri memeriksa gigi para santri. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Kediri ini sudah membuka ruang kelas sejak pukul 06.30 WIB. Dengan dibantu beberapa pengurus pondok, mereka melayani seluruh santri yang datang, baik putra maupun putri.

Tuan rumah, yakni Ponpes HM Al Mahrusiyah, mendapat porsi dua ratus santri, seratus santri putra dan seratus santri putri.  Selain itu, pemeriksaan gigi gratis ini juga berlaku bagi santri pondok induk dan pondok unit lain. Tak lupa, panitia juga menyediakan porsi bagi masyarakat sekitar. Total, ada seribu tiket yang disebar.

Agus H. Nabiel Ali Utsman, salah satu pengasuh PP HM Al Mahrusiyah menilai, apa yang dilakukan PDGI ini sebagai amal yang sangat positif. “Sangat membantu para santri dan masyarakat untuk berlaku hidup sehat. Terutama bagi santri yang kesehatan mulut dan gigi mereka sangat rentan. Entah karang gigi, lubang dan lainnya.”

Tidak hanya sebatas pemeriksaan dan pembersihan saja. para dokter juga mempersilahkan bagi mereka yang ingin mencabut maupun menambal gigi berlubang mereka. “Tadi ketemu dokter langganan saya. ‘Giginya mau diapain lagi mas?’ ‘ya diapain gitu bu. Yang penting saya makan bisa tenang’,”  ungkap Zain Zanahar, salah satu santri yang terpaksa harus menambal giginya kembali karena memang sudah banyak yang berlubang.

Kegiatan ini memang menjadi agenda rutin dari PDGI kota-kabupaten Kediri. Tahun lalu, mereka datang ke Ponpes Al Falah Ploso. “Setiap tahunnya, kami berpindah-pindah tempat. Kebetulan, dua tahun ini ada di pesantren,” tutur Abdurrahman, salah satu anggota PDGI.

Kenapa Ponpes HM Al Mahrusiyah? Usut punya usut, kronologinya berawal dari ketidaksengajaan. “Saya punya teman di PDGI. Dia cerita kalau ada kegiatan seperti ini. Mumpung ada kesempatan, langsung saya minta untuk datang ke sini,” ungkap Gus Nabil, sapaan Agus H. Nabiel Ali Utsman.

Beliau yang merupakan putra keempat almaghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus ini berharap, PDGI bersedia untuk datang kembali tahun depan. Mengingat, santri-santri membutuhkan peran elemen-elemen yang perhatian dengan kesehatan santri, di samping antusiasme mereka yang tinggi untuk mengikuti kegiatan ini.][