HomePojok LirboyoHBH Pondok Pesantren Lirboyo

HBH Pondok Pesantren Lirboyo

0 1 likes 182 views share

LirboyoNet, Kediri-  Pondok Pesantren Lirboyo sudah mulai kembali dengan gempitanya. Riuh dan keramaian para santri sudah kembali seperti biasa. Ya, terhitung mulai malam sabtu kemarin atau bertepatan dengan tanggal 16 Syawal, aktifitas Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien sudah mulai aktif kembali. Ribuan santri dari berbagai daerah yang baru saja melewati libur panjang sudah memulai lagi aktifitas hariannya seperti biasa.

Sudah menjadi agenda tahunan, selepas melepas rindu dengan kawan satu daerah di kamar masing-masing, seluruh santri kemarin malam (30/06) dikumpulkan di serambi masjid Lirboyo untuk menghadiri acara Halal bihalal Ponpes Lirboyo. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan santri baik lama dan baru. Mereka “menyemut” memadati serambi masjid, dan dengan khidmat menyimak pengarahan dari masyayikh.

Dalam acara tersebut juga dibacakan tata tertib Ponpes Lirboyo oleh pimpinan pondok, Agus Abdul Qodir Ridhwan, “Dengan dibacakan tata tertib ini, semua peraturan pondok mulai detik ini resmi berlaku.” Terang beliau.

Dalam kesempatan malam kemarin, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, selaku pangasuh Ponpes Lirboyo menekankan kembali bagi para santri untuk meningkatkan lagi semangat belajar, setelah cukup lama “istirahat” libur panjang. Beliau juga mengingatkan bahwa para santri perlu mempersiapkan diri sebelum mengaji dengan beberapa hal penting. “Orang ngaji tidak cukup dengan ngaji saja, ada juga hal lain yang perlu diperhatikan. Seperti makanan yang halal, dan perilaku yang baik.” Tutur buya. “Orang sufi dalam belajar menitik beratkan hati yang bersih, dan mengamalkan ilmu yang didapat.”

Beliau menambahkan, menjadi santri juga merupakan keberuntungan tersendiri, karena merupakan sebuah isyarat baik dari Allah SWT. “Tanda-tanda orang dikehendaki oleh Allah baik, adalah mau mengaji. Kita tidak tahu, sesorang dikehendaki baik atau buruk oleh Allah, namun itu ada tanda-tandanya.”

Terakhir, beliau mewanti-wanti, bahwa masa-masa menjadi santri jangan sampai berlalu sia-sia tanpa belajar dengan gigih, sebab nantinya jika sudah terjun di masyarakat, tidak banyak waktu lagi untuk belajar. “Mumpung masih jadi santri, belajarlah yang sungguh-sungguh, sebab besok kalau sudah jadi pemimpin, mau belajar sungguh-sungguh sudah repot.” Pungkas beliau.[]