All posts by Muhammad Chozinul Fahmi

Kunjungan Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya & Kapolda Jawa Timur

Lirboyoet, Kediri-Sabtu 06 Juni 2020, Pondok Pesantren Lirboyo dikunjungi Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah
dan Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana beserta jajarannya dalam rangka silaturahim, memastikan kesiapan Pondok Pesantren Lirboyo dengan konsep Pondok Tangguh dalam menghadapi covid-19 menjelang diaktifkannya kembali proses pembelajaran di Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara Kunjungan yang diselenggarakan di Gedung Yayasan tersebut diawali dengan sambutan atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo oleh Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai konsep Pondok Tangguh oleh Kapolres Kediri Kota. Dalam Pemaparannya, AKBP Miko Indrayana menjelaskan 3 poin penting dalam konsep Pondok Tangguh. Ketiganya itu adalah ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan keamanan.

Setelah presentasi selesai, kemudian diisi dengan sambutan dari Gubernur Jawa Timur, lalu sambutan dari Pangdam V/Brawijaya dan diakhiri dengan mau’idzotul hasanah beserta doa oleh Romo KH. M. Anwar Manshur.

Pada akhir acara, Pondok Pesantren Lirboyo memberikan cindera mata untuk Gubernur, Pangdam dan Kapolres. Kemudian Gubernur juga memberikan bantuan peralatan medis untuk Pondok Pesantren Lirboyo.

“Mengenai skenario pemberangkatan santri akan dibagi menjadi beberapa gelombang. Untuk gelombang awal, santri yang datang ke Pesantren dibatasi hanya sepuluh persen saja atau sekitar 2.500 santri dari daerah terdekat. Sejak saat ini santri yang akan datang sudah dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing untuk berangkat ke pesantren pada 2 minggu mendatang atau tepatnya pada tanggal 28 Syawal 1441 H. / 20 Juni 2020 M.
Pembatasan jumlah santri yang berangkat ini ditujukan untuk bisa memungkinkan diterapkannya phisical distancing dan protokol kesehatan lainnya. Skenario ini akan terus dievaluasi selaras dengan perkembangan covid Nasional, untuk pengambilan langkah selanjutnya.”
Demikian penjelasan Agus HM. Abdul Mu’id Shohib saat diwawancarai oleh para wartawan.

Khutbah Idul Fitri di Rumah

Kesabaran Kunci Kebahagiaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللهُ أَكْبَرُ 1  اَللهُ أَكْبَرُ 2  اَللهُ أَكْبَرُ 3  اَللهُ أَكْبَرُ 4  اَللهُ أَكْبَرُ 5  اَللهُ أَكْبَرُ 6  اَللهُ أَكْبَرُ 7  اَللهُ أَكْبَرُ8  اَللهُ أَكْبَرُ 9

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالحَمدُ لِلّهِ كَثِيرًا,  وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لَآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّين  وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا, وَمَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَى إِلَّا اللهَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ.

أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَ النَّاسُ التَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسلِمُونَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ يَومَكُمْ هَذَا يَومٌ عَظِيمٌ وَعِيدٌ كَرِيمٌ, أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيهِ الطَّعَامَ, وَحَرَّمَ عَلَيكُمْ الصِّيَام. فَهُوَ يَومُ تَسبِيحٍ وَتَهْلِيلٍ وَتَمْجِيدٍ وَتَعْظِيمٍ, فَسَبِّحُوا رَبَّكُمْ وَعَظِّمُواهُ وَتُوبُوا إِلَيهِ وَاستَغْفِرُوهُ فَإِنَّهُ  هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Keluargaku tercinta jama’ah sholat idul fitri yang berbahagia,

Marilah kita selalu bersyukur kepada Allah Swt. karena kita bisa menempuh satu bulan yang sangat mulia. Keimanan dan ketakwaan mari terus kita tingkatkan, sebagai buah dari puasa yang telah kita laksanakan.

Keluargaku yang berbahagia,

Lebaran kita saat ini tidaklah seperti lebaran kita pada saat sebelum-sebelumnya. Yang semula kita bisa berkunjung ke rumah sanak saudara, sekarang kita dianjurkan untuk tidak ke mana-mana. Yang semula kita bisa berjama’ah di masjid bersama-sama, sekarang kita berjama’ah di rumah saja. Pendapatan rezeki kita yang semula melonjak, sekarang pendapatan kita berhenti sejenak. Memang, semua kelihatannya sedang serba keterbatasan. Akan tetapi di balik itu semua ada banyak hikmah yang berkelimpahan. Di antaranya adalah melatih kita kesabaran.

Kesabaran itu bukan berarti berhenti mengais rezeki di tengah pandemi.
Kesabaran itu bukan berarti hanya menunggu tanpa mencari ide yang baru.
Kesabaran itu bukan berarti berhenti berbuat baik di saat kondisi paceklik.

Lalu apa sebenarnya makna kesabaran itu?
Syaikh Jamaluddin dalam kitab mau’idzotul mukmininnya mengungkapkan,

اِعْلَمْ أَنَّ الصَّبْرَ عِبَارَةٌ عَنْ ثَبَاتِ بَاعِثِ الدِّينِ فِي مُقَابَلَةِ بَاعِثِ الْهَوَى

Ketahuilah bahwasannya kesabaran adalah ungkapan dari ketetapan kita untuk melakukan hal-hal yang dapat membangkitkan syiar agama, yang merupakan lawan dari hal-hal yang dapat membangkitkan hawa nafsu.

Jadi, usaha kita mengais rezeki untuk menghidupi keluarga meski di tengah pandemi merupakan bentuk kesabaran kita. Diriwayatkan bahwa Rasulallah Saw. berjalan bersama sahabat-sahabatnya dan bertemu dengan seorang lelaki yang pagi-pagi sekali telah bekerja. Terlihat dari kulit dan tingkat kerajinan bekerja menunjukkan dia tampak sudah lelah. Kemudian para sahabat bertanya, “Wahai Rasulallah, apakah pekerjaan ini termasuk perjuangan meluhurkan Agama  Allah?” Lalu Rasulullah Saw. menjawab,

إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ. وَإِنْ كَانَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْهِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ. وَإِنْ كَانَ يَسْعَى لِيَكُفَّ نَفْسَهُ عَنِ المَسْأَلَةِ فَهُوَ فِي سِبِيلِ اللهِ.

“Apabila dia bekerja untuk anaknya yang masih kecil, maka dia termasuk berjuang meluhurkan Agama Allah Swt., apabila dia bekerja untuk kedua orang tuanya maka dia termasuk berjuang meluhurkan Allah Swt., dan apabila dia bekerja untuk dirinya agar tidak meminta-minta maka dia termasuk berjuang meluhurkan Agama Allah.” (HR. Ath-Thabrani)

Ketika pekerjaan yang kita lakukan tidak sesuai dengan kondisi saat ini, maka mencari inovasi atau ide-ide yang baru supaya kerja kita lebih profesional, itu  juga merupakan bentuk kesabaran kita.

Rasulullah SAW Bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ.  (رواه الطبرني والبيهقي

Dari Sayidah Aisyah r.a., Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334)

Memberi bantuan kepada orang lain juga merupakan bentuk kesabaran.
Dari Abi Hurairah Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ.
اَلْحَدِيث

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu sesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.” (Al-Hadits)

Jadi itu semua adalah contoh-contoh kesabaran dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. Orang-orang yang sabar itu akan mendapatkan banyak sekali kebaikan dan derajat yang luhur. Allah menyebutkan tentang kesabaran sekitar 70 tempat dalam  Al-Quran. Di antaranya adalah:

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓا۟ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nahl: 96)

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Sesungguhnya (pertolongan) Allah beserta  orang-orang yang sabar” (Q.S. Al-Baqarah: 153; Al-Anfal: 46)

Ada banyak sekali Hikmah dari kesabaran yang bisa kita peroleh.

Oleh karena itu, Keluargaku tercinta, pada hari yang fitri ini, marilah kita memfitrahkan atau mensucikan hati kita sehingga tumbuhlah sifat kesabaran dalam diri kita.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيمِ. وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنْ آيَةٍ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
وَأَقُولُ قَوْلِ هَذَا فَاسْتَغْفِرُوا اللهَ العَظِيمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KE 2

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أما بعد فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ وَصَلِّ اللهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا أَمَرْتَنَا، فَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ،

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Istighotsah Kubro Online

LirboyoNet, Kediri-Rabu 08 April 2020 pukul 19.30 WIB di Pondok Pesantren Lirboyo, tepatnya di Gedung Yayasan diadakan
Istighotsah Kubro secara online dengan tema “Mengetuk Pintu Langit, NU Hadir Untuk Negeri”. Acara terbatas tersebut dihadiri oleh Romo K.H. Anwar Manshur, Romo K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus,
Romo K.H. Anwar Iskandar, beberapa Kiyai dari Kediri, Segenap Gawagis Lirboyo dan beberapa instansi pemerintah.

Selain diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo, acara ini juga diadakan di Grahadi Surabaya.
Acara yang di siarkan secara langsung dari dua tempat ini dimulai pada pukul 19.30 sebagai acara pembukaan,
kemudian diisi sambutan oleh K.H. Marzuki Mustamar, lalu Sambutan dari Gubernur Jawa Timur,
Hj. Khofifah Indar Parawansa. Setelah itu Istighotsah dibuka dengan tawasul oleh
Romo K.H. M. Anwar Manshur selaku Rois Syuriah PWNU Jatim sekaligus Pengasuh PP Lirboyo.
Acara Istighotsah dipimpin oleh Romo K.H. Miftachul Akhyar, selaku Rois Aam PBNU.

Dengan diselenggarakannya istighotsah kubro yang bertepatan dengan malam nishfu sya’ban ini,
mudah-mudahan wabah yang melanda negeri kita ini lekas hilang, diangkat oleh Allah Swt, terang Cak Zulfa (Ketua 2 PP Lirboyo).

Tonton acaranya di:
ISTIGHOTSAH KUBRO ONLINE

Baca juga:
TRADISI DAN SEJARAH YASINAN PADA MALAM NISHFU SYA’BAN

Diklat Metode Pendidikan TPQ An-Nahdliyyah

Gedung LBM (05/03), Para Santri Lirboyo mengikuti diklat metode pendidikan TPQ an-Nahdliyah, yang diselenggarakan di auditorium LBM, sore tadi.  Metode pendidikan ini merupakan metode pendidikan yang sangat efektif dalam menuntun para santri pemula untuk bisa lancar membaca al-Quran dengan baik dan benar.
Metode ini telah dirintis sejak tahun 1990 oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tulungagung bersama para Kyai maupun para ahli di bidang pengajaran Al-Quran, yang diidedasari oleh seorang Kiyai yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Lirboyo yaitu KH. Munawwir Khalid.
Metode pengajaran al-Quran yang semakin pesat perkembangannya ini sudah merambah hingga ke luar Negeri.
Semoga dengan pembekalan metode Pendidikan TPQ an-Nahdliyah ini, para Santri Lirboyo mampu meneruskan perjuangan pendirinya untuk bisa menyebarkan keilmuannya secara luas dan lebih efektif.

Khutbah Jumat: Muhasabah Membuat Diri Berubah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي قَهَّرَ وَغَلَبَ. فَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُنِعَ لِمَا سَلَب.
فَسُبْحَانَهُ مِن إِلهٍ وَفَّقَ أَحْبَابُهُ لِمَرَاضِيهِ وَيَسَّرَ لَهُمُ المُسَبَّبَاتِ والسَّبَب.
أَحْمدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مَنْ تَابَ إِلَيهِ وَهَرَب. وَأَشكُرُهُ شُكرًا يَفُوقُ عَدَّ مَنْ عَدَّ وَحِسَابَ مَن حَسَب.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فَارِجُ الكَرَب. وَالمُنْجِي مِنَ الوَرْطَاتِ والعَطَب.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ العَجَمِ وَالعَرَب.
اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى شَرْعُهُ المُطَهَّرَ وَإِلَى دِينِهِ الحَنِيفِيِّ انتَسَب.
(أَمَّا بَعدُ) فَيَا أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى. واعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهَ.

Hadirin jama’ah jumat yang berbahagia…
Marilah kita meningkatkatkan keimanan dan ketakwaan kita, kapanpun dan di manapun kita berada.
Waktu yang telah kita lewati, kejadian yang kita hadapi, kondisi yang kita alami telah meninggalkan berbagai coretan amal dalam buku catatan amal kita.
Apakah perbuatan baik kita lebih banyak daripada perbuatan buruk kita? Atau justru sebaliknya?
Sekecil apapun kebaikan maupun keburukan yang kita lakukan, pasti kita akan mendapatkan balasannya.
Allah Swt. berfirman:

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُم , فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ , وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ.

Artinya: “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka,
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji sawipun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar biji sawipun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Oleh karena itu, kita perlu untuk berintrospeksi, mengoreksi setiap hal yang dilakukan oleh anggota tubuh kita.
Itulah yang oleh para Ulama disebut dengan muhasabah.
Sahabat Umar Radliyallahu ‘anhu memerintahkan:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا ، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا ، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ، يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَة 

Artinya: “Koreksilah dirimu sebelum kamu dihisab, timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang, dan persiapkanlah bekal untuk menghadapi hari pertemuan besar , hari di mana kalian dihadapkan kepada Allah Swt. dan tidak ada perkara yang samar dari kalian.”

Jama’ah jum’at rahimakumullah…
Selagi kita masih hidup di dunia ini, berarti kita masih memiliki kesempatan untuk mengoreksi diri.
Mulut kita, masihkah kita menggunakannya untuk mengucapkan hal-hal yang tidak baik?
Mata kita, masihkah kita menggunakannya untuk melihat hal-hal yang diharamkan?
Telinga kita, hati kita, farji kita, tangan dan kaki kita, masihkah kita menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik?

Dengan menanyakan hal-hal seperti itu pada diri kita sendiri, maka kita akan bisa menyadari hal-hal yang tidak baik yang telah dilakukan oleh anggota tubuh kita, sehingga kita bisa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.

مَنْ كَانَ يَومُهُ خَيرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ.

“Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung.”
Imam Al-Ghazzali mengatakan dalam kitab ihya’nya:

مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ قَبْلَ أَنْ يُحَاسَبَ خُفَّ فِي القِيَامَةِ حِسَابُهُ.

“Barang siapa yang berintrospeksi sebelum diinterogasi di akhirat nanti, dia akan diringankan hisabnya pada hari kiamat yang menanti.”

Dengan membaca istighfar setiap hari, diiringi penyesalan dan tekad kuat untuk memperbaiki diri, mudah-mudahan kita mendapati akhir yang baik dalam perjalanan kehidupan kita di dunia ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ  بِمَا فيهِ مِن آيَةٍ وَذِكرِ الحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا  وَمِنكُم تِلَاوَتَهُ وَإنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ.
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ. الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ. وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتكَ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوهُ مِن فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أكبَر

Baca juga: Khutbah Jumat : Supaya Amal Bisa Diterima
Tonton Juga: PENUTUPAN BAHTSUL MASAIL | FMPP XXXVI