All posts by Muhammad Chozinul Fahmi

Khutbah Jumat : Mempersiapkan Bekal Akhirat

Khutbah Jumat I

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي قَهَّرَ وَغَلَبَ. فَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُعْطِيَ لِمَا سَلَبَ. فَسُبحَانَهُ مِنْ إِلهٍ وَفَّقَ أَحْبَابَهُ لِمَرَاضِيهِ وَيَسَّرَ لَهُمُ الْمُسَبَّبَاتِ وَالسَّبَب. وَحَمَاهُمْ عَنْ مَسَاخِطِهِ فَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ فِيهَا إِرَادَةٌ وَلَا أَرَب. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مَنْ تَابَ إِلَيْهِ وَهَرَب. وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا يَفُوقُ عَدَّ مَنْ عَدَّ وَحِسَابَ مَنْ حَسَب. وَأَشْهَدُ أَن لَا إِله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه فَارِجُ الْكُرَب. وَالمُنجِي مِنَ الْوَرْطَاتِ وَالْعَطَب. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْعَجَمِ وَالْعَرَب. المَخْصُوصُ بِالزُّلْفَى وَالتَّشْرِيفِ وَعُلُوِّ الرُّتَبِ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى شَرْعَهُ المُطَهَّرَ وَإِلَى دِينِهِ الْحَنِفِيِّ انتَسَب. (أَمَّا بَعْدُ) فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى. عِبَادَ الله. مَا هذِهِ الْأَخْلَادُ وَالطُّمَأْنِينَةُ إِلَى دَارِ الْبَلَاءِ وَالفُتُون.

Hadirin jama’ah Jumat rohimakumulloh…

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Jama’ah jumat rohimakumulloh…

Apakah kita masih merasa tenang dan santai dengan kehidupan dunia yang penuh dengan cobaan dan fitnah? Tidakkah kita bisa merasakan bahwa kita semakin lama semakin dekat dengan alam akhirat dan semakin jauh dari alam dunia? Apakah cerita umat-umat terdahulu tidak menjadikan kita sadar? Cerita dari hal-hal yang pernah terjadi, semua itu sudah lewat serasa mimpi ketika kita tertidur. Semua hal yang dilakukan telah dicatat dalam buku catatan amal. Selanjutnya dia akan dikembalikan kepada Allah Swt. untuk menerima konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan.

Allah Swt. berfirman:

هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْ ۚ وَرُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۖ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Artinya: “Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.

Jama’ah Jumat yang berbahagia…

Perlu kita ketahui bahwa dalam cerita umat-umat terdahulu mengandung pelajaran untuk kita semua, apabila kita mau menjadikannya sebagai bahan renungan. Perlu kita ingat bahwa semakin hari kiamat semakin dekat, akan tetapi mengapa kita masih sering tenggelam dalam perilaku maksiat? Apabila kita masih seperti itu, maka amal apa yang akan kita bawa saat menghadap Allah Swt. di akhirat kelak? Kehidupan seperti apa yang kita inginkan di akhirat nanti?

Waktu penghitungan amal semakin dekat, akan tetapi apakah masih banyak di antara kita yang tidak memperhatikannya?

Allah Swt. berfirman:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ

 Artinya: “Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).

Hadirin rohimakumulloh….

Sebenarnya kita semua akan dikumpulkan bersama orang-orang terdahulu hingga orang yang paling akhir. Kita akan dihitung dan ditanya mengenai amal-amal yang telah kita kerjakan, baik amal yang ringan maupun yang berat. Lalu kita akan dimasukan ke surga yang penuh dengan kenikmatan atau dimasukkan ke neraka yang penuh dengan siksaan. Maka dari itu, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. serta mengoreksi diri kita masing-masing sebelum kita menghadap kehadirat Allah Swt.

Amirul Mu’minin Umar bin Khotob r.a. berkata:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَزِنُوهَا قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا وَتَأَهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ عَلَى اللهِ يَومَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا يَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَة.

Artinya: “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dikoreksi. Timbanglah (amal) kalian sebelum amal kalian ditimbang. Dan persiapkanlah bekal untuk pertemuan akbar (besar). Hari di mana akan ditampakkan semua dari kalian dan tidak ada yang tersembunyi.”

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيم. فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيم.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: PERJUANGAN UMAT

Subscribe juga:
Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

# Khutbah Jumat # Khutbah Jumat

Langkah Mencari Keberkahan Ilmu

“Saya hanya ingin mengingatkan kepada Adik-adik Santri, anak-anak Santri yang mana tujuan kalian semua ke Pondok Pesantren Lirboyo adalah untuk mencari ilmu. Maka dari itu, mari selagi di Pondok Pesantren Lirboyo mempeng (tekun) semaksimal mungkin. ” Dawuh KH. AHS. Zamzami Mahrus pada awal beliau memberikan nasehat. Beliau menekankan seperti itu, karena untuk bisa mempeng (tekun & rajin) itu harapannya besar. Hal itu disebabkan di Pondok Pesantren Lirboyo lingkungannya mendukung. Teman-teman di Pondok sama-sama menempuh belajar. Para Santri juga tidak membawa HP, tidak boleh keluar Pondok, tidak boleh nonton TV. Sehingga harapan untuk bisa mempeng (tekun) itu besar. Beliau menuturkan bahwa, “Riyadloh (usaha batiniyah)  para Masyayikh itu tidak kurang-kurang. Tinggal kita, Secara Dzohir, mempeng (tekun) semaksimal mungkin.”

Thoriqoh (jalan tempuh) orang Mondok itu ada 4.

1. Puasa Sunah & Mempeng;

2. Mempeng tapi tidak Puasa Sunah;

3. Puasa sunah tapi tidak mempeng ;

4. Tidak mempeng juga tidak puasa sunah. Yang ke 4 ini jangan sampai dilakukan.

Beliau menuturkan bahwa, “Yang terbaik adalah yang pertama dan yang ke dua. Seandainya kalian kuat mempeng sambil puasa ya silahkan. Tapi seandainya tidak kuat mempeng apabila dibarengi dengan puasa, pendapat saya yang penting mempeng saja dulu. “

                “Nuwun sewu (mohon maaf) saya ingat walidi (orang tua saya) Kiyai Mahrus itu sering dawuh, ‘Bilamana Santri ingin ngalim, jangan pulang tiga tahun! ’ Itu saya dengar sendiri. Terus saya tafsiri, tidak pulang tiga tahun itu syaratnya apa? Harus mempeng. “ Tambah beliau.

Ikhtiar Mencari Berkah

               Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa yang tidak kalah penting dari mencari ilmu adalah mencari barokahnya. Beliau memberitahu cara ikhtiar supaya mendapatkan barokah dalam mencari ilmu adalah: Jangan su’udzon (berburuk sangka)  kepada guru. Guru harus kita muliakan. Karena guru itu juga termasuk أب (orang tua) الذي علمك yang mengajarimu. Bahkan ada qoul, bila kita suudzon kepada guru kita, maka kita wajib bertaubat. أب itu ada 3.

1. أب الذي ولدك (Orang tua yang telah melahirkanmu)

2. أب الذي علمك (Orang tua yang telah mengajarimu)

3. أب الذي زوجك (Orang tua yang menikahkanmu)

Semuanya itu  wajib kita muliakan.

Bersyukur

               Kita wajib bersyukur ditakdirkan oleh Allah bisa belajar di Pondok. Jika tidak mendapat hidayah dari Allah, mondok itu berat sekali. Kesulitan dalam mencari ilmu itu termasuk sebab-sebab kita mendapatkan keberkahan.

Beliau menceritakan bahwa Mbah Kiyai Abdul Karim waktu mondok itu rekoso banget (usahanya berat sekali). “Waktu itu beliau berangkat ke Pondok punya uang sedikit. Kalau mau naik kendaraan nanti tidak bisa beli kitab. Kalau mau beli kitab, maka tidak cukup untuk naik kendaraan. Akhirnya Simbah Kiyai Abdul Karim memilih berangkat ke Pondok dengan jalan kaki supaya bisa beli kitab.” Mbah Kiyai ‘Abdul Karim di Pondok pakaiannya hanya satu pasang. Sehingga bila pakaiannya kotor dicuci, kemudian dijemur. Sedangkan beliau berendam sambil menghafalkan alfiyah hingga pakaiannya kering.

Beliau juga mencari nafkah sendiri untuk membiayai hidupnya di Pondok. Waktu pondok libur, beliau ikut memanen padi. Sehingga beliau mendapatkan padi yang merupakan upah dari panenannya tersebut.

Waktu Mbah Kiyai Abdul Karim sampai di Pondok, Mbah kiyai Kholil menghadangnya. Syaikhona Kholil dawuh “Nab,  alhamdulillah. Untung kamu bawa beras. Ayam saya sudah lama tidak memakan padi.” Akhirnya Syaikhona Kholil meminta padi dari Mbah Kyai Abdul Karim. Sebagai gantinya, Mbah Kiyai Abdul Karim dihalalkan untuk memakan mengkudu. Di situlah Mbah Kiyai Abdul Karim mencari ilmu rekoso banget.

Selanjutnya apabila Kitab  Mbah Kiyai Abdul Karim sudah penuh maknanya, lalu kalau ingin beli kitab yang belum pernah dimiliki, kitab yang lama yang sudah beliau kaji, beliau menjualnya untuk membeli kitab yang baru tersebut.

Pada Akhirul hayat Syaikhona Kholil, beliau uzlah (menyendiri) tidak menerima santri lagi. Orang yang mau nyantri kepada Syaikhona Kholil, beliau menyuruhnya untuk ngaji ke Mbah Kiyai Abdul Karim.

Jama’ah

Dan juga min asbabil futuh itu adalah jama’ah. Ini penting sekali. Kalau bisa, di Pondok itu jangan sampai meninggalkan jama’ah. Ada cerita Santri Kiyai Ali waktu di Pondok itu ilmunya biasa-biasa saja. Tetapi setelah di rumah, Santrinya yang mengaji ribuan. Masya Allah..

Ternyata setelah ditelisik, waktu di Pondok beliau selalu berjama’ah.

Mentaati Peraturan

Termasuk min asbabil barokah selanjutnya adalah mentaati peraturan dari pengurus. Jangan sampai melanggar. Karena apa? Karena pengurus Pondok Lirboyo adalah kaki tangan Masayikh Lirboyo. Masayikh mengurus jenengan (Anda) sedetail-detailnya itu tidak mungkin. Maka dibentuklah kepengurusan Pondok Lirboyo. Maka dari itu monggo, semua santri Lirboyo saya harapkan untuk mentaati peraturan Pondok Lirboyo.

InsyaAllah kalau jenengan memuliakan guru, memuliakan orang tua, jama’ah, tidak melanggar peraturan, insyaAllah, insyaAllah, insyaAllah… Mempeng, insyaAllah, insyaAllah. Nanti di rumah mengamalkan ilmu. Insya Allah, insya Allah…

Jenengan (Anda)  jangan kecil hati, nanti sehabis belajar di Lirboyo akan jadi apa, jangan kecil hati. Allah yang akan mengatur. Karena apa? Banyak orang awam itu menganggap setelah lulus dari Lirboyo tidak bisa bekerja apa-apa. Banyak sekali. Menurut saya hal seperti itu tidak usah diangan-angan. Yang penting apa? Belajar, mempeng. Itu penting sekali. Insya Allah, nanti kalau di rumah mau mengamalkan ilmu, insya Allah nanti dibutuhkan oleh masyarakat. Insya Allah akan menjadi orang yang mulia. Seperti Firman Allah:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

” Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Baca juga:
SYARAT PENTING MENCARI ILMU

Langkah Mencari Keberkahan Ilmu

Simak juga:
[TUTORIAL] PENDAFTARAN SANTRI/SISWA BARU | PSSB ONLINE

Langkah Mencari Keberkahan Ilmu
Langkah Mencari Keberkahan Ilmu

Nasehat Awal Tahun Ajaran

Lirboyo.net, (28/05) . Pada awal tahun pelajaran ini, KH. M. Anwar Manshur memberikan nasehat kepada para santri sebagai bekal awal para santri dalam mencari ilmu untuk satu tahun ke depan di Pondok Pesantren Lirboyo.

              Beliau menyampaikan bahwa, “Mencari ilmu itu sangat diwajibkan bagi setiap orang Islam. ” Seperti dawuhnya Nabi Saw. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ . Kata فريضة menggunakan huruf Ta’ marbuthoh di akhirnya menandakan sebuah penekanan. Berarti sangat diwajibkan.  

            Kalau orang tidak mempunyai ilmu, maka ibadahnya tidak sempurna. Beliau menyampaikan sebuah bait dalam kitab Alfiyatuz Zubad,

وَكُلُّ مَنْ بِغَيرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ   *  أَعْمَالُهُمْ مَرْدُودَةٌ لَا تكمَلُ

Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amal-amalnya tertolak dan tidak sempurna. ”

            Beliau mengajak, “Mumpung Kita di pondok, mari kita niati bersama, Bismillahirrohmanirrohim, saya mondok mencari ilmu untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “

            “Kita hidup di dunia ini tujuannya adalah untuk beribadah. “

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ  وَالإِنس إِلَّا لِيَعْبُدُون .

Tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. “

Semakin Fokus, Semakin Tajam

            Beliau berpesan kepada para santri agar tidak memikirkan hal-hal lain yang dapat mengganggu proses mencari ilmu. Beliau mengajak kepada para santri supaya fokus memikirkan pelajaran-pelajaran yang sedang dikajinya.

Dasar yang Kokoh

            Beliau menyuruh para santri agar memahami kitab-kitab dasar sampai benar-benar paham. Sehingga ketika mempelajari kitab-kitab yang lebih luas pembahasannya nanti akan lebih mudah. Beliau mencontohkan, “Semisal dalam fan fikih, pahamilah kitab Fathul Qorib terlebih dahulu sampai benar-benar paham. Maka ketika Anda mempelajari kitab Fathul Mu’in ataupun Fathul Wahhab akan lebih mudah. Dalam fan ilmu nahwu, Anda pahami dulu kitab Jurumiyah sehingga ketika Anda mempelajari kitab Alfiyah akan lebih mudah. “

Tips Belajar Efektif

            Beliau juga memberikan tips metode belajar yang efektif di luar jam pelajaran Madrasah. Caranya adalah dengan membentuk kelompok belajar, cukup dengan tiga orang. Satu orang membaca kitab serta menjelaskan pemahamannya. Sementara yang lain mengoreksi bacaan dan pemahamannya. Hal ini dilakukan secara bergiliran. Metode belajar seperti ini akan memacu persaingan kemampuan dalam belajar. “Teman saya saja bisa, masa saya tidak bisa.” Tidak apa-apa berlomba-lomba dalam kebaikan. فَاستَبِقُوا الخَيرَات  . “Metode seperti ini lebih efektif daripada belajar sendirian. “ Tutur beliau.

            Setiap santri harus mempunyai himmah yang tinggi. Burung terbang menggunakan sayapnya, manusia terbang menggunakan himmahnya. Orang mengaji, kalau sudah paham maka hatinya terasa senang.            

Demikian kurang lebih poin-poin yang beliau sampaikan.

Baca juga:
DAWUH KH. AHS. ZAMZAMI MAHRUS: EMPAT PERKARA YANG MENAIKAN DERAJAT SESEORANG

Saksikan juga:
Anugerah yang Luar Biasa itu adalah ……. | Nasihat KH M Anwar Manshur

# NASEHAT AWAL TAHUN AJARAN
# NASEHAT AWAL TAHUN AJARAN

Hukum Membawa Smartphone Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Dalam Toilet

Assalamualaikum Wr. Wb.

Mohon penjelasannya, bagaimana hukumnya masuk ke dalam toilet atau WC dengan membawa handphone yang berisikan aplikasi Al-Qur’an? Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Rahmah, Serang Banten)


Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Aplikasi Al-Qur’an pada smartphone merupakan salah satu dampak positif dari kemajuan teknologi. Namun patut kita akui, hal tersebut menyisakan permasalahan, di antaranya hukum membawanya ke dalam toilet.

Pada dasarnya, membawa mushaf ke dalam toilet atau WC adalah hal yang tidak boleh. Sebagaimana penjelasan Syekh Sulaiman Al-Jamal yang mengutip pendapat Imam al-Adzra’i berikut:

وَالْمُتَّجِهُ تَحْرِيمُ إدْخَالِ الْمُصْحَفِ وَنَحْوِهِ الْخَلَاءَ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ إجْلَالًا لَهُ وَتَكْرِيمًا

“Dan menurut pendapat yang tepat adalah haram membawa mushaf dan sejenisnya ke dalam toilet selain keadaan darurat. Ini dilakukan sebagai wujud pengagungan dan pemuliaan terhadap mushaf. ” (Lihat: Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyah Al-Jamal ‘ala al-Manhaj, I/82)

Dalam konteks ini, perlu kita ketahui bahwa aplikasi Al-Qur’an yang ada dalam smartphone bukanlah termasuk mushaf sebagaimana yang ada dalam literatur fikih. Sebab aplikasi Al-Qur’an hanya merupakan suara atau pancaran sinar belaka, sementara kriteria mushaf harus berbentuk tulisan secara nyata (kitabah) dan bertujuan untuk dirasah (belajar). Karena secara definisi, mushaf merupakan nama untuk setiap lembar-lembar yang di dalamnya terdapat tulisan dan yang dikumpulkan di antara dua sampul. (Lihat: Ibnu Mandzur, Lisan al-‘Arab, IX/186).

Imam Syihabuddin al-Qulyubi juga menegaskan:

وَالْمُرَادُ بِهِ مَا يُسَمَّى مُصْحَفًا عُرْفًا وَلَوْ قَلِيْلًا

“Yang dimaksud dengan mushaf adalah sesuatu yang dinamakan mushaf secara umum meskipun sedikit. ” (Lihat: Syihabuddin Al-Qulyubi, Hasyiyyah al-Qulyubi ‘ala al-Mahalli, I/39)

Namun demikian, meskipun secara kategorisasi aplikasi mushaf Al-Qur’an tidak termasuk sebagai mushaf, menurut analogi pendapat Habib Muhammad bin Ahmad as-Syatiri yang dalam kasus pita rekaman Alquran secara mantap menilai hukumnya sama dengan mushaf. Demikian ini karena menurutnya meskipun wujudnya berupa rekaman suara pada pita, akan tetapi rekaman tersebut berasal dari huruf-huruf yang kemudian direkam atau ditangkap ke dalam pita rekaman. Status hukumnya sama dengan mushaf, yaitu termasuk mushaf Al-Qur’an; dan perlakuan terhadapnya juga sama persis dengan perlakuan terhadap Alquran. Secara lugas as-Syatiri menerangkan:

فَهَلْ حُكْمُ هَذَا الْمُصْحَفِ كَحُكْمِ الْمُصْحَفِ الْمَكْتُوْبِ؟ الَّذِيْ أَرَى أَنَّ التَّسْجِيْلَ عَلَى الشَّرِيْطِ يَحْصُلُ بِأَحْرُفٍ مَنْقُوْشَةٍ تَثْبُتُ عَلَى الشَّرِيْطِ. وَعَلَى هَذَا فَيَكُوْنُ لَهُ حُكْمُ الْمُصْحَفِ. وَقَدْ قَامَتْ بَعْضُ الْجَمْعِيَّاتِ فِيْ مِصْرَ بِتَسْجِيْلِ هَذَا الْمُصْحَفِ بِقِرَاآتٍ مُجَوِّدَةٍ وَأَصْوَاتٍ جَمِيْلَةٍ عَلَى أُسْطُوْانَاتٍ خَاصَّةٍ وَعَلَى أَشْرِطَةٍ كَاسِيْتٍ وَتُسَمَّى مُصْحَفًا وَأَعْتَقِدُ أَنَّ لَهُ حُكْمُ الْمُصْحَفِ وَالْأَحْوَطُ لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَحْتَاطَ.

“Apakah hukum (al-mushaf al-musajjal ‘ala al-asyrithah / mushaf yang direkam dalam pita kaset) sama dengan hukum mushaf yang ditulis? Menurut pendapat kami bahwa perekaman pada kaset ini terjadi karena huruf-huruf yang terukir dan menetap pada pita. Karena hal itu, kaset ini memiliki hukum yang sama persis dengan mushaf. Sebagian organisasi telah bekerja dalam perekaman mushaf ini di Mesir dengan bacaan-bacaan yang indah dan suara-suara yang merdu pada piringan hitam (disk) dan di kaset-kaset khusus. Semua itu dinilai sebagai mushaf. Saya pun yakin bahwa pada mushaf rekaman tersebut berlaku hukum-hukum mushaf. Bagi seorang muslim yang paling hati-hati ialah waspada.” (Lihat: Muhammad bin Achmad as-Syatiri, Syarh al-Yaqut an-Nafis, I/118-119).

Kesimpulan

Dengan demikian, hukum membawa smartphone yang berisikan aplikasi Alquran ke dalam toilet diperbolehkan selama aplikasi Alquran tidak diaktifkan atau ditampilkan di layar smartphone. []waAllahu a’lam

Baca juga:
HUKUM MEMFASILITASI ANAK DENGAN SMARTPHONE DAN SEJENISNYA

Subscribe juga:
Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

# HUKUM MEMBAWA SMARTPHONE BERISI APLIKASI AL-QUR’AN KE DALAM TOILET
# HUKUM MEMBAWA SMARTPHONE BERISI APLIKASI AL-QUR’AN KE DALAM TOILET

Kunjungan Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya & Kapolda Jawa Timur

Lirboyoet, Kediri-Sabtu 06 Juni 2020, Pondok Pesantren Lirboyo dikunjungi Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah
dan Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana beserta jajarannya dalam rangka silaturahim, memastikan kesiapan Pondok Pesantren Lirboyo dengan konsep Pondok Tangguh dalam menghadapi covid-19 menjelang diaktifkannya kembali proses pembelajaran di Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara Kunjungan yang diselenggarakan di Gedung Yayasan tersebut diawali dengan sambutan atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo oleh Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai konsep Pondok Tangguh oleh Kapolres Kediri Kota. Dalam Pemaparannya, AKBP Miko Indrayana menjelaskan 3 poin penting dalam konsep Pondok Tangguh. Ketiganya itu adalah ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan keamanan.

Setelah presentasi selesai, kemudian diisi dengan sambutan dari Gubernur Jawa Timur, lalu sambutan dari Pangdam V/Brawijaya dan diakhiri dengan mau’idzotul hasanah beserta doa oleh Romo KH. M. Anwar Manshur.

Pada akhir acara, Pondok Pesantren Lirboyo memberikan cindera mata untuk Gubernur, Pangdam dan Kapolres. Kemudian Gubernur juga memberikan bantuan peralatan medis untuk Pondok Pesantren Lirboyo.

“Mengenai skenario pemberangkatan santri akan dibagi menjadi beberapa gelombang. Untuk gelombang awal, santri yang datang ke Pesantren dibatasi hanya sepuluh persen saja atau sekitar 2.500 santri dari daerah terdekat. Sejak saat ini santri yang akan datang sudah dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing untuk berangkat ke pesantren pada 2 minggu mendatang atau tepatnya pada tanggal 28 Syawal 1441 H. / 20 Juni 2020 M.
Pembatasan jumlah santri yang berangkat ini ditujukan untuk bisa memungkinkan diterapkannya phisical distancing dan protokol kesehatan lainnya. Skenario ini akan terus dievaluasi selaras dengan perkembangan covid Nasional, untuk pengambilan langkah selanjutnya.”
Demikian penjelasan Agus HM. Abdul Mu’id Shohib saat diwawancarai oleh para wartawan.