Tag Archives: kedamaian

Khutbah Jumat: Menyaring Berita, Menjernihkan Suasana

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمدُ لِلهِ والشكرُ لِلهِ. أشهدُ أَن لَا إِلهَ إلّا الله وَأَشهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ.
اللهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدِ بنِ عَبدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ وَمَن تَبِعَ هُدَاهُ وَمَن وَالَاهُ أمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ قَالَ تَعَالَى: يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِنْ جاءَكُمْ فاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصيبُوا قَوْماً بِجَهالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلى‏ ما فَعَلْتُمْ نادِمينَ

               Hadirin jama’ah jumat rahimakumullah…
Marilah kita tingkatkan kuwalitas iman dan taqwa kita dengan senantiasa mencari ilmu sehingga kita bisa menjauhi hal-hal yang diharamkan dan hanya melakukan hal-hal yang dihalalkan.

               Kaum Muslimin rahimakumullah…
              Ketentraman merupakan kondisi yang sangat dibutuhkan untuk bisa meningkatkan kuwalitas pendidikan masyarakat. Saling menghormati dan tidak mudah mengungkap kejelekan orang lain di depan publik adalah langkah yang tepat untuk menjaga ketentraman tersebut.

Dalam dunia maya masih banyak kita jumpai berita-berita yang mengungkapkan kejelekan orang lain tanpa mempertimbangkan maslahat dan mafsadahnya. Banyak akun-akun yang mengunggah berita semacam itu dengan tujuan bisnis maupun politik.

Allah Swt. sudah memberi peringatan bagi pelaku tersebut dalam ayat:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

Nabi Saw. juga telah menyampaikan balasan bagi orang-orang yang suka menyebarkan kejelekan orang lain. Dari imam Ahmad, beliau meriwayatkan:

لَا تُؤذوا عِبادَ اللَّهِ وَلَا تُعيِّروهم، ولا تطلبوا عَوَرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ طَلَبَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ، طَلَبَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، حَتَّى يَفْضَحَهُ فِي بَيْتِهِ

“Janganlah kalian menyakiti hamba Allah dan janganlah kalian mempermalukan mereka! Janganlah kalian mencari-cari kejelekan mereka! Karena sesungguhnya orang yang mencari-cari kejelekan saudaranya yang Muslim, Allah akan mencari kejelakan orang tersebut, hingga Allah akan tampakkan kejelekan orang tersebut di rumahnya.”

Secara umum dalam syariat membicarakan kejelekan orang lain itu tidak boleh. Selagi kita bisa mengingatkannya secara privasi kita tidak boleh mengingatkannya dengan mempublikasi.
Dalam kitab ihya ulumuddin imam Al-Ghozzali merangkum kondisi-kondisi yang memperbolehkan kita untuk mengungkapkan kejelekan orang lain dalam 6 hal yang berpokok pada prinsip ketika kita hendak menggapai suatu tujuan yang dibenarkan dalam syariat, akan tetapi hal tersebut tidak mungkin dilakukan kecuali dengan mengungkapkan kejelekan orang lain, maka hal tersebut diperbolehkan.

Hadirin jama’ah jumat rahimakumullah…

Bagi kita yang menemukan berita-berita yang bernuansa menyebarkan kejelekan orang lain, hendaknya kita mengklarifikasi terlebih dahulu dengan mengecek pada sumber yang dapat dipercaya dan menanyakannya kepada ahlinya. Apabila berita tersebut salah, maka kita bisa menyebarkannya dengan berita yang benar, sehingga orang lain juga bisa mengetahui beritanya dengan versi yang benar.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ  بِمَا فيهِ مِن آيَةٍ وَذِكرِ الحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا  وَمِنكُم تِلَاوَتَهُ وَإنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ. وَأَقُولُ قَولِي هذَا فَاستَغفِرُوا اللهَ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر

Baca juga:
Khutbah Jumat: Ngrekso Lisan

Tonton juga:
ILAHI NASALUK BISMIL A’DHAM || LIRBOYO BERSHALAWAT

Hujan di Awal Muharram

LirboyoNet, Kediri – Akhir tahun hijriyah, adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh santri. Pasalnya, hari itu mereka bisa keluar dari pondok beramai-ramai. Seluruh penghuni pondok keluar menuju Masjid Agung Kota Kediri untuk melaksanakan doa akhir tahun sekaligus awal tahun bersama-sama.

Tentu, bukan hanya santri Lirboyo saja yang menjadi peserta. Masyarakat Kediri juga berbondong menggelar sajadah mereka di jalan raya. Jalan raya? Karena di dalam masjid sudah penuh. Pukul 16.00 WIB saja, barisan jamaah sudah meluber ke halaman masjid. Langit yang berselimut mendung tidak mengurangi semangat mereka untuk berdoa bersama. Bahkan, beberapa saat sebelum maghrib tiba, jalan raya juga tak mampu menampung jamaah. Walhasil, mereka beralih ke pelataran mall dan alun-alun yang berada di timur masjid.

Dengan dipimpin oleh KH. M. Anwar Manshur, pengasuh Ponpes Lirboyo, mereka bersama berdoa di bawah guyuran hujan. Memang, hujan cukup deras petang itu. Tidak sebentar pula. Sehingga, para jamaah basah kuyup dan beberapa diantara mereka menggigil kedinginan.

Mereka datang, selain untuk berdoa bersama, juga untuk mengenang hijrahnya Rasulullah saw. dari kota kelahirannya, Makkah, menuju kota tempat beliau dimakamkan, Madinah. “Yang penting dari hijrah Rasulullah adalah isi khutbah beliau saat pertama kali masuk kota Madinah,” KH. M. Anwar Iskandar membuka kisahnya kepada jamaah.

Pertama, Rasulullah menyuruh kita untuk ufsyus salam, menebarkan salam. Secara literer, Rasul memerintahkan untuk mengucapkan salam kepada yang lain. Assalamu’alaikum, semisal. Namun perintah ini juga bisa diterjemahkan secara substansial. Artinya, rasa damai lah yang kita sebarkan kepada orang lain. Baik muslim maupun non muslim.

Lalu, beliau memerintahkan kita untuk shillul arham, juga ath’imut tho’am. Menyambung silaturahim dan memberi makan kepada mereka yang membutuhkan. Pesan-pesan beliau ini menghendaki kita untuk tidak lupa akan hubungan kita dengan sesama makhluk, sesuatu yang akhir-akhir ini mengalami krisis.][