Tag Archives: bangsa indonesia

Bergeraklah! Indonesia Membutuhkan para Santri!

Orasi Kebangsaan dalam Tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia & Doa untuk Para Pahlawan, Pondok Pesantren Lirboyo, Rabu, 16 Agustus 2017.

Oleh: Agus HM. Adibussholeh Anwar

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله الذى هدانا على دين الإسلام والإيمان وأنعم علينا فتح بلدتنا الإندونيسى والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا ومولانا محمد صلّى الله عليه وسلّم وعلى آله وصحبه أجمعين, أمّا بعد

 

Yang kami muliakan, segenap pengasuh, masyayikh dan dzurriyyah Pondok Pesantren Lirboyo,

Yang kami hormati, segenap pengurus-pengajar Pondok Pesantren Lirboyo dan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien,

Para santri yang berbahagia,

Pertama, marilah kita menghaturkan puji syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT atas segala takdir-Nya, sehingga pada kesempatan malam hari ini kita dapat berkumpul di aula Al-Muktamar untuk bersama-sama mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat agung-Nya yang berupa Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 silam, pada hari Jumat bulan Ramadan, sekaligus untuk bersama-sama mengungkapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Kita semua berkumpul di sini untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT, agar darma bakti para pahlawan diterima oleh Allah SWT serta semoga Indonesia terus dan senantiasa merdeka dalam segala hal. Amin.

Selanjutnya, sholawat beserta salam, semoga senantiasa tercurahkan ke haribaan junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang selalu kita harapkan syafa’atnya, terutama syafa’at udhmanya kelak di hari kiamat. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya. Amin.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Sudah saatnya kita berbenah diri. Kita sebagai generasi muda wajib menumbuhkan jiwa nasionalisme agar selalu menyala. Kita sebagai seorang santri jangan hanya berpangku tangan. Bergeraklah! Belajarlah! Istiqamahlah dalam mengaji. Berdakwahlah! Karena Indonesia membutuhkan para santri!

Padamu negeri kami berjanji, padamu negeri kami berbakti.

Padamu negeri kami mengabdi, bagimu negeri jiwa raga kami.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Bangga terhadap Indonesia bukan sombong, tapi merupakan bentuk rasa syukur pada Allah Swt. Hormat kepada Merah Putih bukan syirik, tapi ungkapan rasa syukur pada Allah Swt, untuk memiliki bangsa Indonesia. Bendera Merah Putih adalah harga diri bangsa, kehormatan bangsa. Cinta NKRI tidak hanya dilaksanakan pada 17 Agustus saja, tetapi harus diwujudkan setiap saat.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Kita sebagai anak bangsa sudah seharusnya memasang gambar para pahlawan kemerdekaan, baik yang punya andil secara langsung ataupun tidak, seperti para Wali Songo. Walisongo telah memerdekakan kita dari sifat jahiliyah. Hormat kita kepada Tjut Njak Dien, Pangeran Diponegoro, Jenderal Soedirman, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbulloh, KH. Bisri Syansuri, KH. Wahid Hasyim, Proklamator Kemerdekaan bangsa, dan para ulama. Pasang gambar beliau-beliau sebagai bentuk penghormatan kita kepada beliau. Juga agar setiap orang yang melihat gambar itu selalu terkenang dengan semangat para pahlawan tersebut dalam membela negara, dan memerdekakan negara. Semangat yang dimiliki para pahlawan itulah yang perlu dikenang dan diamalkan di era sekarang ini, bahwa mereka yang sudah meninggal itu, ternyata masih memberikan semangat untuk membangun negara. Merak yang sudah syahid, tidak tinggal diam utntuk bangsa dan generasi penerusnya.

Hadirin yang berbahagia,

Pancasila merupakan ideologi negara yang mampu melindungi pluralitas yang ada, memperkokoh pertahanan nasional dan NKRI, karena Pancasila dimiliki oleh semua warga negara. Bila Pancasila itu tumbuh pada diri setiap anak bangsa, serta diperkokoh oleh agama, maka kekuatan, kesatuan dan persatuan semakin erat terjalin dan tidak akan mudah digoyahkan.

Terakhir kita harus bangga sebagai santri Lirboyo, karena dalam sejarahnya Lirboyo mempunyai andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikian Orasi Kebangsaan yang bisa kami sampaikan, semoga dapat menjadi penggugah dan pendorong kita untuk terus bersemangat meneruskan perjuangan para pendahulu. Apabila ada kehilafan dan kekurangannya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

والله الموفق الى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Maklumat Syuriah PWNU Jawa Timur

Berikut Maklumat Syuriah PWNU Jawa Timur yang disampaikan Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, KH. M. Anwar Iskandar di tengah-tengah acara Istighotsah Kubro dalam rangka Hari Lahir ke-94 Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad pagi (09/04).

Nomor: 1671/PW/Syur/IV/2017

1. Menjaga agama (hifdz al-din) dari hal-hal yang bisa merusaknya, mulai darikeyakinan, ucapan, hingga perbuatan, adalah kewajiban kita semua warga nahdliyyin, sebagaimana telah dilakukan oleh salafusshalihin sejak zaman dulu, seraya menjunjung tinggi prinsip-prinsip Islam ahlussunnah wal jamaah, baik dalam aspek diniyah maupun ijtimaiyah, dengan senantiasa menyebarkan ajaran Islam yang damai, teduh dan rahmatan lil alamin secara konsisten.

2. Menjaga negara (hifdz al-daulah) dari hal-hal yang bisa merusak atau membahayakan keselamatan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia adalah kewajiban dan tanggung jawab kita semua karena negara adalah harta yang paling berharga dan paling bernilai bagi seluruh warga negara.

3. Menjaga amanah (hifdz al-amanah) seraya menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah kewajiban seluruh pemimpin, baik negara, agama, politik, maupun masyarakat, demi menghindari kesenjangan sosial dan pudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya.

4. Menjaga umat (ri’ayah al-ummah) dari kebangkrutan akhlak seraya memperkuat nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air adalah kewajiban kita semua agar bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat, terhormat dan bernilai di mata manusia dan di mata Allah swt.

5. Nahdlatul Ulama menyerukan kepada seluruh warga bangsa Indonesia, khususnya warga Jawa Timur, untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, kedamaian dan ketentraman, serta senantiasa berusaha melakukan muhasabah, muraqabah, munajat dan mendekatkan diri kepada Allah swt. guna memohon keselamatan, perlindungan dan kebaikan bagi negara dan bangsa ini di dunia dan akhirat.][

 

Sumber, Tabloid AULA.