hari ulang tahun NKRI ke-79

Istighotsah, Memperingati Hari Ulang Tahun NKRI ke-79

Istighotsah dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) NKRI ke-79 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri Kediri, 16 Agustus 2024 – Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, menggelar acara istighotsah untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) NKRI yang ke-79. Karena acara ini merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan bangsa serta untuk memperkuat semangat kebangsaan dan meningkatkan kesadaran…

Lanjutkan
pesantren dan kemerdekaan menurut KH. Anwar Mansur

Kiai Anwar; Pesantren dan Memperjuangkan Kemerdekaan

“(Lirboyo) ini adalah pusat kegiatan gerilya di Jawa Timur. Jadi, santri-santri Lirboyo tidak lepas, artinya tetap ikut berjuang mempertahankan negara kita Republik Indonesia. Banyak santri-santri yang diberangkatkan ke Surabaya. Malah Mbah Kyai Mahrus (KH. Mahrus ‘Ali) sebagai pimpinan Hizbullah Jawa Timur. Sering beliau berangkat ke Surabaya untuk mengantarkan santri-santri yang berangkat ke sana.Dan seluruh pondok…

Lanjutkan
Cinta Tanah Air

Khutbah Jumat: Mencintai Tanah Air, Melaksanakan Ajaran Nabi

Mencintai Tanah Air, Melaksanakan Ajaran Nabi اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،…

Lanjutkan

Ikrar Santri Lirboyo untuk Indonesia

Setelah selesai melaksanakan Istighotsah dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia, Agus H. Ahmad Kafabihi memimpin para santri untuk membaca Ikrar Santri Lirboyo yang berisikan: Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah kemerdekaan Indonesia; Senantiasa berterimakasih kepada para pahlawan, yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia; Senantiasa berdo’a agar semua pengorbanan para pahlawan untuk Indonesia diterima…

Lanjutkan

Khutbah Jumat: Tipe Amalan Yang Paling Dicintai Allah Swt.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ…

Lanjutkan

Jangan Pernah Mencaci-maki Pemerintah

Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah memiliki cara dakwah yang damai, santun, dan menyejukkan. Mereka tidak pernah teriak-teriak apalagi mencaci-maki. Karena tindakan tersebut tidak menunjukkan perilaku mukmin sejati. Al-Ghazali—ulama dan sufi kenamaan—pernah menjelaskan dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin: وَإِنَّمَا الْمُحَرَّمُ اسْتِصْغَارٌ يَتَأَذَّى بِهِ الْمُسْتَهْزَأُ بِهِ لما فِيهِ مِنَ التَّحْقِيرِ وَالتَّهَاوُنِ “Adapun yang diharamkan adalah mencaci-maki yang dapat…

Lanjutkan

Bersama Santri, Damailah Negeri

Dalam rekam sejarah, santri memiliki peran strategis dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan caranya yang begitu unik, para santri bergabung dengan seluruh elemen bangsa yang lain dalam melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, serta mengatur strategi dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan bangsa. Indonesia tidak hanya dibangun dengan senjata, darah dan air mata, tetapi berdiri…

Lanjutkan

NKRI Dikafirkan, Kiai NU serta Habaib Pasti Melawan

Kota Banjar – Kebersamaan para kiai di Nahdlatul Ulama (NU) dan juga kalangan habaib dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI terus menguat. Hal tersebut dibuktikan dalam sejarah, dan akan terus terjaga kendati menghadapi sejumlah tantangan. Bahkan upaya sejumlah kalangan yang mengafirkan negeri ini akan terus ditentang.   “Kalau ada yang mengafir-ngafirkan NKRI, maka…

Lanjutkan
islam dan spirit kemerdekaan

Implementasi Kerukunan Beragama Berdasarkan Status Sosial (Bag. 2-Habis)

(Baca sebelumnya, Bagian 1) Pelaksanaan prinsip-prinsip di atas diklasifikasi berdasarkan status sosial seorang muslim di tengah masyarakatnya: 1. Sebagai anggota dan warga masyarakat Pemeluk agama Islam sebagai anggota dan warga masyarakat di manapun mereka berada, tidak lepas dari bertetangga, berteman dan bermitra dengan pemeluk agama lain, di samping juga bergaul dengan warga masyarakat yang seagama….

Lanjutkan
Seharah kemerdekaan Negara indonesia

Toleransi Sebagai Solusi

Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur’an: وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ 118 إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ 119 “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu….

Lanjutkan