All posts by abdul basit na

TATA CARA SHALAT JENAZAH SEKALIGUS DOA & ARTINYA LENGKAP

Tata Cara Shalat Jenazah | lirboyo.net
Pulasara atau merawat mayit mulai dari memandikan, mengkafani, menshalati hingga mengubur masing-masing adalah fardlu kifayah hukumnya. Akan menjadi gugur kefarduan itu jika sudah ada seseorang yang melaksanakannya.
Sehingga sangat penting diadakan edukasi tentang hal ini di tengah masyarakat. Meski telah dibentuk perangkat daerah yang khusus menangani masalah jenazah, namun tak menutup kemungkinan dalam sebagian kasus tidak ditemui perangkat yang menangani. Sehingga mau tidak mau orang di sekitar mayit lah yang terbebani kewajiban untuk merawatnya.

Kali ini kita akan berfokus pada pelaksanaan shalat jenazah saja yang dalam praktiknya, terkadang masih banyak yang merasa kebingungan dengan tata caranya. Selain mengingat shalat tersebut tidak setiap hari kita lakukan kaifiyahnya pun memiliki perbedaan dengan shalat secara umum, yang tidak ada adzan dan iqamat, tidak ada rukuk dan sujud.
Mengenai salat jenazah, sebagian ulama mengatakan bahwa salat ini hanya dimiliki umat Nabi Muhammad saw. Artinya umat-umat nabi sebelum beliau bisa jadi belum disyariatkan untuk mendirikan salat jenazah. Inilah salah satu keistimewaan menjadi umat beliau.
Sebelum melaksanakan shalat, terlebih dahulu harus dipastikan bahwa mayit sudah dimandikan.

Posisi Imam Shalat Jenazah

Apabila jenazah ada di lokasi pelaksanaan shalat (hadir), posisi berdirinya imam tergantung jenis kelamin mayit. Jika mayit laki-laki, maka posisi imam berada sejajar dengan kepala mayit. Sedangkan jika mayit perempuan, posisi imam sejajar dengan pinggang.
Sedang jika mayit tidak di lokasi (ghaib) maka tidak ada ketentuan seperti saat mayit ada di lokasi pelaksanaan solat sebagaimana di atas.

Rukun Shalat Jenazah

Rukun mendirikan shalat jenazah ada tujuh, yang merupakan satu kesatuan dan harus dilaksanakan secara berurutan. Jika tidak maka hukum shalat yang didirikan tidak sah.

1. Niat

Niat dalam shalat jenazah tidak berbeda dengan niat shalat fardlu, ringkasnya lafal niat shalat jenazah sebagaimana berikut :

Bacaan Niat Shalat Jenazah Laki-laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ إِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.

Bacaan Niat Shalat Jenazah Perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat shalat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Shalat Ghaib

Jenazah Laki-laki

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin : Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.
Artinya : “Aku menyengaja shalat jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Jenazah Perempuan

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتًةِ الغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin : Ushalli ‘alāl mayyitatil ghā’ibati arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.
Artinya : “Aku menyengaja shalat jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Atau bagi makmum, lebih mudah lagi dengan niat seperti ini :

أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّهِ تَعَالَى

Lafal niat yang terakhir ini mutlak. Bisa digunakan untuk mayit laki-laki maupun perempuan, dengan mayit hadir maupun ghaib.

2. Berdiri bagi yang mampu.

Bisa dengan duduk dan turun lagi pada posisi yang dikuasai bagi yang tidak mampu. Hendaknya, makmum membagi barisannya menjadi tiga shaf, mengingat Nabi saw. pernah bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ

Artinya: “Barangsiapa yang dishalatkan tiga shaf, maka dia wajib (mendapatkan surga) “. (HR: Tirmidzy, no. 1028)

3. Takbir 4 kali

4. Membaca Al-Fatihah setelah takbir pertama (Takbiratul Ihram)

Sunnah membaca doa Iftitah sebelum Al-Fatihah jika kondisi mayit tidak dikhawatirkan akan membusuk.

5. Membaca Shalawat setelah takbir kedua

Minimalnya membaca shalawat sebagaimana berikut :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ

Lebih sempurnanya membaca shalawat Ibrahimiyyah :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Latin : Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammaddin wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa ibraahim wa’ala aali sayyidinaa ibraahim, wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammad, wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali sayyidinaa ibraahim, wa’ala aali sayyidinaa ibraahim fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid
Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

6. Mendoakan Mayit Setelah Takbir Ketiga

Minimalnya doa terhadap mayit seperti di bawah ini :

Jenazah Laki-laki

اَللَّهُمَّ اغُفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Jenazah Perempuan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَأ وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Jika menghendaki lebih panjang bisa menggunakan doa seperti berikut :

Jenazah Laki-laki

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin :”Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wakrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas. Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.

Jenazah Perempuan

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهِاَ وَاعْفُ عَنْهاَ وَاكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهاَ وَاغْسِلْهَا بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَابْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهاَ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهاَ وَادْخِلْهاَ الجَنَّةَ وَاعِذْهَا مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin : Allahummaghfir Lahaa Warhamhaa Wa ‘Aafiha Wa’fu ‘anhaa Wakrim Nuzulahaa Wa Wassi’ Madkhalahaa, Waghsilhaa Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihaa Minal khathaaya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas. Wa Abdilhaa Daaran khairan Min Daarihaa Wa Ahlan Khairan Min Ahlihaa Wa Zawjan Khairan Min Zawjihaa, Wa Adkhilhal Jannata Wa A ‘Idzhaa Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orang tuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga. Masukkanlah kedua orang tuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

7. Salam Setelah Takbir Keempat

Sebelum salam disunnahkan membaca doa berikut:

Mayit Laki-laki:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin : “Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu.
Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.

Mayit perempuan

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Latin : Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa la taftinna ba’dahaa waghfir lanaa wa lahaa.

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Kemudian salam ke arah kanan dan kiri dengan posisi masih berdiri dengan lafal salam yang lengkap
“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.” []

# Tata Cara Shalat Jenazah
# Tata Cara Shalat Jenazah

Baca juga:
MEMBALIK POSISI JENAZAH KETIKA DISALATI

Simak juga:
Rahasia Sukses Dunia & Akhirat

# Tata Cara Shalat Jenazah
# Tata Cara Shalat Jenazah

Transaksi dengan Orang yang Kebanyakan Hartanya Haram

Transaksi dengan Orang yang Kebanyakan Hartanya Haram

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Admin, perkenalkan nama saya Putri dari Tulungagung, saya ingin berkonsultasi mengenai aktivitas transaksi dengan orang yang kebanyakan hartanya bersumber dari keharaman, seperti riba, mungkin. Bagaimanakah status transaksi kita? Apakah batal dan haram? Sekian.
Wassal’amualaikum Wr. Wb.
Putri, Tulungagung.

Admin, Waal’aikumsalam Wr. Wb.

Terimakasih telah menghubungi kami, semoga membawa manfaat.
Dalam bersosial, setiap hari kita bisa dipertemukan dan melakukan transaksi dengan orang yang berlatarbelakang beda-beda. Kadang saat kondisi tertentu hal yang demikian ini tidak dapat kita hindari. Lantas bagaimana tanggapan syariat?

Syekh Abdurrahman Ibn Muhammad Ba’alawiy menjelaskan dengan rinci kasus yang Anda tanyakan di dalam karangan beliau, Bughyatul Mustarsyidiin, Hlm. 621 cet. Al-Haramain sebagaimana berikut:

(مسألة ب ك) مَذْهَبُ الشَّفِعِي كَالْجُمْهُوْرِ جَوَازُ مُعَامَلَةِ مَنْ كَانَ اَكْثَرُ مَالِهِ حَرَامٌ كَالْمُتَعَامِلِيْنَ بِالِّربَا
“Madzhab Syafi’i seperti kebanyakan pendapat lainnya, mengatakan bolehnya bertransaksi dengan orang yang kebanyakan hartanya haram, seperti orang yang terindikasi sering melakukan transaksi riba dalam keuangannya.”

Baca: Meragukan Kehalalan Uang Transaksi

Namun, ada pendapat yang dikatakan syadz (keluar dari pendapat mayoritas) datang dari Imam al-Ghazaliy, beliau menghukumi haram pada transaksi demikian ini.

Meskipun boleh dan sah-sah saja bertransaksi dengan orang yang kebanyakan hartanya bersumber dari keharaman, selagi tidak diyakini dengan pasti bahwa harta yang digunakan bertransaksi benar-benar haram, namun ada kemakruhan di sana. Hukum makruh akan menjadi lebih kuat tergantung dari banyak dan sedikitnya kesyubhatan yang ada dalam harta tersebut. Seperti kelanjutan redaksi kitab Bughyah di atas:

مسألة: ب ك وَتَشْتَدُّ مَعَ كَثْرَةِ الْحَرَامِ، وَتَرْكُهَا مِنَ الْوَرَعِ الْمُهِمِّ
“Hukum makruh akan menjadi lebih kuat ketika kadar keharaman yang terdapat pada harta semakin banyak, sehingga meninggalkan transaksi termasuk tindakan wara’.”

Dan mungkin inilah yang melatari Imam al-Ghazaliy menghukumi haram, sebab kehati-hatian beliau terhadap barang syubhat begitu besar.
Jadi, jika masih mungkin untuk dihindari, sebaiknya kita hindari saja untuk bertransaksi, mencari jalan lain yang lebih jelas kehalalan hartanya. Sekian. Allahu a’lam.

Tonton: Sholawat Menumbuhkan Sifat Qonaah | KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus

Doa-doa Manten Anyar (Part 1)

Doa-doa Manten Anyar [Part 1]

Pernikahan merupakan hal yang misteri, suci dan sakral, kapan waktunya tidak bisa kita tentukan, siapa yang akan menjadi pendampingnya pun, seringkali terjadi tanpa diduga dan mengalir begitu saja. Jodoh adalah salah satu takdir yang hanya Dia yang tahu persis. Sehingga, saat ditanya “kapan nikah?”, sepertinya sama dengan waktu ditanya “Kapan mati?” hehehe.

Bagi calon mempelai, yang sudah bersepakat untuk menuju ke jenjang pelaminan, sudah seyogyanya menata niat mereka sejak permulaan, agar semua berjalan sesuai dengan tututan syariat dan agama. Sehingga semua aktivitas mereka bernilai pahala. Niat itu bisa berangkap-rangkap. Semisal selain niat mengikuti perintah agama, juga bisa dengan niat agar terhindar dari perzinaan, naudzubillah, memperbanyak umat Nabi Muhammad, mengikuti sunah beliau, dan seterusnya.

Doa Pengantin Baru

بَارَكَ اللهُ لك وَبَارَكَ عَلَيْكُ وَجَمَغَ بَيْنَكُمَا فٍي خَيْرٍ
Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu, limpahkan barakah atasmu, dan semoga Allah himpun kalian berdua dalam kebaikan.”

Doa Saat Laki-laki Dinikahkan

اَللّهُمَّ إنِّيِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikan dari perempuan ini dan kebaikan apa yang telah engkau watakkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang telah engkau watakkan kepadanya.

اَللَهُمَّ إِنِّي أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Ya Allah, sungguh aku meminta perlindungan dirinya dan anak turunnya kepada-Mu dari setan yang terlaknat.

Doa Ketika Dipertemukan Dengan Istri

بَارَكَ اللهُ لِكُلٍّ مِنَّا فِيْ صَاحِبِهِ اَللّهُمَّ إنِيِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.
Semoga Allah memberkahi masing-masing dari kita terhadap yang lain. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikan dari perempuan ini dan kebaikan apa yang telah engkau watakkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan dari apa yang telah engkau watakkan kepadanya.

Doa ini diucapkan pengantin pria saat ia dipertemukan dengan istrinya, ditiupkan di ubun-ubun istri.

Setelah prosesi ijab kabul usai, berarti keduanya sudah sah menjadi sepasang suami istri. Di malam pertama, sebelum keduanya melakukan hubungan intim, dianjurkan untuk menunaikan salat sunah dua rakaat dengan istri menjadi makmum. Setelahnya, suami berdoa dan istri mengamini. Berikut doanya :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لِأَهْلِيْ فِيَّ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِيْ خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ فِيْ خَيْرٍ
Ya Allah, berikanlah barakah kepadaku terhadap keluargaku (istri) dan berkahilah keluargaku terhadapku. Dan berilah aku rizki dari mereka. Ya Allah, satukanlah kami dalam kebaikan, dan pisahkanlah kami jikalau Engkau berkehendak dalam kebaikan pula.

Doa Berhubungan Intim

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Dengan menyebut asma Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah seta dari anak yang engkau rizkikan kepada kami.

Doa Saat Sperma Akan Keluar

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهَ نَسَبًا وَصِهْرًا
Segala puji bagi Allah, Dzat yang menjadikan manusia dari air mani, lalu Ia menjadikan air tersebut sebagai keturunan dan saudara (ipar).

Doa Ketika Sperma Keluar

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نُطْفَتَنَا ذُرِّيَتًا طَيِّبَةً
Ya Allah, jadikanlah dari sperma kami keturunan yang baik.”

Itulah rentetan doa yang kiranya perlu diamalkan, demi semua aktivitas ini diganjar dan tidak semena-mena menuruti hawa nafsu, karena dilandasi dengan tuntunan dari syariat. Sekian. [Bersambung.]

Doa-doa Manten Anyar

Baca juga: Syarat Akad Nikah Menggunakan Bahasa Selain Arab
Tonton juga: Keteladanan KH. Imam Yahya Mahrus | KH. An’im Falahuddin Mahrus

SALAT LIL UNSIL QABR, RINGANKAN BEBAN MAYIT

Mayoritas ulama sepakat bahwa doa, kalimat thayyibah maupun pahala dari amaliyah seperti sedekah dan lain-lain yang ditujukan kepada ahli kubur, akan sampai dan bisa memberi keringanan siksa dan memberikan sebuah kebahagiaan kepada penghuni alam barzah. Sudah banyak juga persaksian-persaksian orang saleh terdahulu maupun sekarang tentang hal ini, entah itu lewat mimpi dengan melihat perubahan yang sedemikian drastis pada diri mayit setelah dikirim pahala-pahala amaliyah tadi atau melihat dengan mata hati mereka yang bersih.

Sungguh, kehidupan di alam sana jauh lebih berat. Mayit laksana sedang berada di tegah samudera yang luas. Kondisi mereka tengah karam, mereka mengharap bantuan dari kita yang masih hidup. Entah itu berupa doa, sedekah maupun amaliyah lainnya. Seperti yang digambarkan dalam sebuah riwayat berikut :

مَا الْمَيِّتُ فِي الْقَبْرِ إِلَّا كَالْغَرِيقِ الْمُتَغَوِّثِ، يَنْتَظِرُ دَعْوَةً تَلْحَقُهُ مِنْ أَبٍ أَوْ أُمٍّ أَوْ أَخٍ أَوْ صَدِيقٍ، فَإِذَا لَحِقَتْهُ كَانَتْ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيُدْخِلُ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ دُعَاءِ أَهْلِ الْأَرْضِ أَمْثَالَ الْجِبَالِ، وَإِنَّ هَدِيَّةَ الْأَحْيَاءِ إِلَى الْأَمْوَاتِ الِاسْتِغْفَارُ لَهُمْ

“Tidaklah semata-mata mayat di alam kubur melainkan laksana orang yang sedang tenggelam yang minta bantuan, mereka menanti doa (pahala) yang dilakukan orang hidup yang disampaikan kepadanya, baik dari bapak, ibu, saudara atapun kawan. Apabila ada doa dan pahala kebaikan dikirimkan kepadanya maka itulah yang mereka sukai daripada dunia beserta isinya. Sesungguhnya Allah akan memasukkan kepada penghuni kubur dari pada doa-doa penghuni bumi seperti gunung kebaikan, sesungguhnya pemberian hadiah orang hidup terhadap orang mati ialah memohonkan ampunan untuk mereka. ” (HR. Al-Baihaqi, Ad-Daelami)

Sebagian masyarakat mungkin mentradisikan amaliyah kafarat atau penebusan dan doa atas segala dosa yang dilakukan almarhum saat di dunia, seperti membaca surat Al-Ikhlas sekian ribu kali dan sebagainya. Termasuk di antaranya adalah salat Unsil al-Qadr, yakni salat yang dilakukan sehari setelah mayit meninggalkan dunia ini. Salat ini dilakukan juga dengan tujuan meringankan siksa kubur bagi si mayit. Syekh Muhammad Nawawi, ulama kawakan Nusantara menerangkan tata cara salat ini dalam master piece beliau, Nihayatuzzain hal. 701 Cet. Haramain sebagaimana berikut ;

ومنه صلاة ركعتين للانس في القبر روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا يأتي علي الميت أشد من الليلة الأولي فارحموا بالصدقة من يموت قمن لم يجد فليصلي ركعتين يقرأ فيهما أي في كل ركعة منهما فاتحة الكتاب مرة وأية الكرسي مرة و الهاكم التكاثر و قل هو االله أحد عشرى مرات

Pada keterangan di atas, beliau Syekh Nawawi menukil ungkapan Nabi Saw. yang berbunyi kurang lebih sebagai berikut :
“Termasuk dari salat sunah adalah dua rakaat salat Lilunsi Fil Qabr. Riwayat dari Nabi Saw. bahwa sabda beliau ; “Tidak datang suatu hal yang lebih berat bagi mayit ketimbang malam pertama (dia dikebumikan). Kasihanilah mereka dengan sedekah, bagi yang tidak mampu melakukannya, bisa dengan mengerjakan salat dua rakaat. Masing-masing setelah membaca al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi satu kali, Surat at-Takatsur satu kali dan Surat al-Ikhlas sepuluh kali.

TATA CARA

Niat salat Unsil Qabr :

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِلْأُنْسِ فِي اْلقَبْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Usholli sunnatan lil unsi fil qobri rok’ataini lillahi ta’ala.
Saya shalat sunah untuk ketenangan mayit dalam kuburnya dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca surat al-Fatihah, disusul Ayat Kursi dan Surat at-Takatsur masing-masing satu kali kemudian membaca Surat al-Ikhlas sepuluh kali, runtutan ini juga dikerjakan pada rakaat ke dua.
Setelah salam, dilanjutkan dengan membaca doa sebagaimana kelanjutan dalam keterangan yang disampaikan oleh beliau :

اَللَّهُمَّ إِنِّي صَلَّيْتُ هَذِهِ الصَّلَاةَ وَتَعْلَمُ مَا أُرِيْدُ اَللَّهُمَّ اِبْعَثْ ثَوَابَهَا إِلَي قَبْرِ فُلَانِ ابْنِ فُلَانٍ

Allahumma inni shollaitu hadzihis shalata wa ta’lamu ma uridu allahummab’ats tsawabaha ila qobri fulan ibni fulan (sebut nama jenazah).

“Ya Allah, saya melakukan shalat ini dan Engkau tahu apa yang saya maksudkan. Ya Allah, kirimkanlan pahala shalat ini kepada fulan bin fulan (sebut nama mayit).”

KEUTAMAAN

Fadhilah atau keutamaan salat ini tidak hanya dirasakan oleh almarhum,

فيبعث الله من ساعته إلي قبره ألف ملك مع كل ملك نور وهدية يؤنسونه إلي يوم ينفخ في الصور

“Maka pada saat itu juga Allah mengirimkan ribuan malaikat ke kuburan mayit. Setiap malaikat membawa seberkas cahaya dan hadiah, mereka semua menghibur dan menenangkan si mayit hingga kelak terompet hari kiamat ditiup.”

Namun juga orang yang mengerjakannya mendapatkan banyak pahala.

و في الحديث أن فاعل ذلك له ثواب جسيم منه انه لا يخرج من الدنيا حتي يرى مكانه في الجنة قال بعضهم فطوبي لعبد واظب علي هذه الصلاة كل ليلة واهدى ثوابها لكل ميت من المسلمين

“Pada sebuah hadis diterangkan, bahwa siapa yang mengerjakan salat ini, baginya pahala yang sangat agung. Termasuk darinya, ia tidak akan keluar dari kehidupan dunia kecuali setelah melihat tempatnya di surga. “

Sebagian ulama menambahkan ; “Sungguh sangat beruntung, seseorang yang mengerjakan salat ini setiap malam, dan menghadiahkan pahalanya kepada setiap mayit dari orang-orang muslim.”

Demikianlah keterangan yang beliau sampaikan, semoga bermanfaat dan kita bisa menjadikannya sebagai rutinitas amalan tambahan kita, sebagai bekal hidup kelak di kehidupan abadi. Allahu A’lam.[]

SALAT LIL UNSIL QABR, RINGANKAN BEBAN MAYIT

Baca juga:
METODE SALAT KHUSYUK HATIM AL-ASHAM

Simak juga:
Sejarah dan Fadilah Tahlil | KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus

SALAT LIL UNSIL QABR, RINGANKAN BEBAN MAYIT
SALAT LIL UNSIL QABR, RINGANKAN BEBAN MAYIT

Bacaan Tawassul dan Tahlil Lirboyo

Sejak ratusan tahun yang lalu masyarakat kita sudah akrab dengan bacaan yang ada dalam acara tahlilan, boleh jadi terdapat banyak perbedaan kalimat yang dibaca dan jumlah pembacaannya. Tapi yang jelas semua memiliki tujuan yang sama, yakni mengirim pahala dari kalimat yang kita baca untuk arwah orang-orang yang terdahulu. Berikut kami cantumkan runtutan dari bacaan tahlil yang digunakan di Pondok Lirboyo yang mungkin lebih panjang dari tahlil kebanyakan.

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ أبائهِ وَاُمَّهَاتِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ النبيين واَلْمُرْسَلِيْنَ وَأَلِ كُلِّ وَأَصْحَابِ كُلِّ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى ي الدِّيْنِ لَهُمُ الْفَاتِحَة

ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ أَئِمَّةِ الْاَرْبَعَةِ الْمُجْتَهِدِيْنَ وَمُقَلِّدِيْهِمْ فِى الدِّيْنِ وَإِلَى حَضْرَةِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ اِلَي مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا وَبِلَادِهَا وَجِبَالِهَا وَأَوْدِيَاتِهَا خُصُوْصًا اِلَي حَضْرَةِ السَّيِدِ الْقُطْبِ الرَّبَّانِيْ وَ الْعَارِفِ الصَّمَدَنِي الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِالجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُم اَجْمَعِيْنَ أَعَادَ اللهُ عَلَيْنَا بِبَرَكَاتِهِمْ وَكَرَمَاتِهِمْ وَشَفَاعَتِهِمْ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اَلْفَاتِحَة

ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ آبَائِنَا وَآبَاءِ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأًمَّهَاتِ أًمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَاَجْدَادِ اَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَ جَدَّاتِ جَدَّاتِنَا وَأَخْوَالِنَا وَخَالَتِنَا وَاَعْمَامِنَا وَعَمَّاتِنَا وَ مَشَايِخِنَا وَ مَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ خُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ مَنْ كَانَتِ الْقِرَاءَةُ وَالتِّلَاوَةٌ لهم {فلان بن فلان} الفاتحة

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بـــِــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــــــِـسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِن شَرِّ النَّفَّـثاتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين. أمِينْ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم. ذَلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ.
وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.
لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ الله نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ.

وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا (21 مرة)
أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْن بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
إِرْحَمْنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (21 مرة)

وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا

أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ

أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْعَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.

أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ

وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

حَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ (33 مرة)
لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (33 مرة)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم (33 مرة)

نَوَيْتُ الذِّكْرِ تَقَرُّبًا إِلَى اللهِ وَخُرُوْجًا مِنْ جَمِيْعِ الْمَعَاصِي أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسلم

لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ (7/11/33 مرة)

لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ حَبِيْبُ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ نَبِيُّ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ خَلِيْلُ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ صَفِيُّ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ نُوْرُ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ حُجَّةُ الله

أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (45 مرة)

صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ (45 مرة)
أَللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبً وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : كَلِيْمَتَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِى الْمِيْزَانِ :
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (21 مرة)
يَا حَفِيْظُ يَا لَطِيْفُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ يَا اَللهُ (21 مرة)

أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ (2 مرة)

أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. (اَلْفَاتِحَة….)

Doa Setelah Tahlil

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْد الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِك اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد صَلَاة ً تٌنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِى لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرٌنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّأَتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ.

اللهم َصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْملاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْفَاتِحَةِ وَسُوْرَةِ الْإِخْلَاصِ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَمَا هَلَّلْنَاهُ وَمَا سَبَّحْنَاهُ وَحَمِدْنَاهُ وَمِنْ قَوْلِنَا حَسْبُنَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
وَمَا قُلْنَاهُ مِنْ قَوْلِنَا لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.

وَمَا صَلَّيْنَاهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ ثَوَابَ ذَلِكَ كُلَّهُ هَدِيَّةً وَّاصِلَةً وَّرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَربكَةً شَامِلَةً وَصَدَقَةً مُتَقَبَّلَةً اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أعْيُنِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى حَضْرَةِ أَبَائِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَآلِ كُلِّ وَأَصْحَابِ كُلِّ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

وَإِلَى حَضْرَةِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ وَالْعُلَمَاِءِ الْعَامِلِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. خُصُوْصًا إِلَى حَضْرَةِ أَوْلِيَاءِ اللهِ تَعَالَى أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا وَبِلَادِهَا وَجِبَالِهَا وَأَوْدِيَاتِهَا خُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِ الْقُطْبِ الرَّبَّانِيِّ وَ الْعَارِفِ الصَّمَدَنِيِّ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي رَضِيَ الله عَنهُ أَعَادَ اللهُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَكَرَمَاتِهِمْ وَشَفَاعَتِهِمْ فِى الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ آمِيْن.
خُصُوْصًا خَاصَّةً إِلَى حَضْرَةِ آبَائِنَا وَآبَاءِ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأُمَّهَاتِ أُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَاَجْدَادِ اَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَ جَدَّاتِ جَدَّاتِنَا وَأَخْوَالِنَا وَخَالَتِنَا وَاَعْمَامِنَا وَعَمَّاتِنَا وَ مَشَايِخِنَا وَ مَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ. وَنَخُصُّ خُصُوْصًا خَاصَّةً إِلَى حَضْرَةِ مَنْ كَانَتِ الْقِرَاءَةُ وَالتِّلَاوَةُ بِسَبَبِهِ أَنْتَ تَعْلَمُ بِهِ وَبِاسْمِهِ (فلان بن فلان)

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ ذَلِكَ فِدَاءً لَنَا وَلَهُ مِنَ النَّارِ وَحِجَابًا لَنَا وَلَهُ مِنَ النَّارِ وَسِتْرًا لَنَا وَلَه مِنَ النَّارِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهَ وَاسْتُرْ عُيُوْبَهُ وَتُبْ تَوْبَتَهُ وَتَقَبَّلْ اَعْمَالَهُ وَنَوِّرْ قَبْرَهُ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاهُ وَمَدْخَلَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجِنَانِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهُ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِّيْرَانِ (3 مرة)

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَة

Contoh-contoh pembacaan Tahlil:
Tahlil dan Doa
HAUL
Tahlil dan Doa | Memperingati 100 hari

Artikel lainnya:
HUKUM MELANTUNKAN DZIKIR SAAT MENGIRINGI JENAZAH

# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO
# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO

Baca juga:
275 CHANNEL YOUTUBE MENAYANGKAN HAUL KH. ABD. WAHAB HASBULLAH SECARA VIRTUAL

# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO
# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO