HomeKhutbahKhotbah Jumat: Mari Berbahagia

Khotbah Jumat: Mari Berbahagia

Khutbah 0 4 likes 1.7K views share

أَلْحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ الشَّانِ أَحْمَدُهُ عَلَى نِعَمٍ تَجِلُّ عَنِ الْعَدِّ وَ الْحُسْبَانِ وَ أَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَوْلَاهُ مِنْ جَزِيْلِ الْفَضْلِ وَ الْإِمْتِنَانِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ كثير الخير دائم الإحسان وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانِ صَاحِبُ الْأَيَاتِ وَ الْبُرْهَان أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ حَمَلَةِ الْعِلْمِ وَ الْقُرْءَانِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi tiap-tiap larangannya. Bisa saja kita masih sering dengan sadar melakukan kecerobohan-kecerobohan yang sebenarnya dilarang oleh Allah Swt, namun dari itu, Allah Swt. tidak pernah menutup pintu taubat bagi semua hambanya tanpa memandang seberapa besar dan seberapa banyak kesalahan yang kita lakukan. Allah Swt berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Artinya: ““Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Beberapa hari lagi, kita akan memasuki bulan termulia, bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan-keistimewaan yang tidak terdapat dibulan lainnya, dimana pahala-pahala akan dilipat gandakan dan pintu ampunan terbuka lebar-lebar. Maka sudah sepatutnya timbul rasa gembira pada diri kita karena masih diberi anugerah untuk ikut menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini.

Dan menyambut bulan ramdhan dengan lapang dada dan perasaan senang merupakan keutamaan tersendiri sebagaimana hadsi yang tertulis dalam kita Durrotunnasihin,

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Artinya: “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai sebuah momen penyegaran dalam berbagai laku kehambaan kita kepada Allah Swt. setelah berbulan-bulan kita menjalankan rutinitas ibadah, pekerjaan atau pun selainnya, momen Ramadhan ini hendaknya menjadi langkah bersama bagi kita umat muslim sekalian untuk menyegarkan dan meningkatkan lagi ketakwaan kita kepada Allah Swt.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ