All posts by Ahmad Ainul Yaqin

Khutbah Jumat: CERDAS MENGGALI HIKMAH DALAM SETIAP PERISTIWA

الْحمدُ لله رَبِّ الْعالَمينَ قَيُّوْمِ السَّمواتِ والأَرَضِيْنَ , مُدَبِّرِ الْخَلَائِقِ الْأَجْمَعِيْن, باعِثِ الرُّسُلِ صلَواتُ اللهِ وسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ إِلَى الْمُكَلَّفِيْن, لِهِدايَتِهِمْ وبيانِ شَرائِعِ الدِّيْنِ,  في الدَّلائِلِ الْقَطْعِيَّةِ, وَاضِحاتِ الْبَراهِيْن,  أحْمَدُهُ على جَميعِ نِعَمِهِ ,  وأَسْأَلُهُ الْمَزِيْدَ مِنْ فَضْلِهِ وكَرَمِهِ.

أمّا بَعْدُ,  فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : يَا أيُّه الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُو اللهَ ولْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَاقَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Hadirin Jama’ah sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita senantiasa tak henti-hentinya untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab Iman Seseorang itu sebagaimana ombak, kadang pasang dan kadang surut. Oleh karenanya  dengan iman dan ketakwaan yang semakin bertambah, maka kita akan semakin dekat dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang  dalam  meraih ridha-Nya. Amin.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Setiap peristiwa yang kita alami senantiasa selalu mengandung hikmah yang diselipkan oleh Allah Swt. Tujuan Allah meletakkan hikmah itu, tidak lain agar menjadi pelajaran bagi kita sebagai manusia dan mengambil manfaat darinya untuk kemudian dijadikan dasar dalam menapaki kehidupan.

Dalam cerita-cerita yang disampaikan Allah Swt. melalui al-Qur’an, Allah senantiasa menekankan betapa pentingnya kecerdasan sebagai wasilah untuk memahami hikmah di balik peristiwa–peristiwa yang terjadi. Allah Swt. berfirman :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأولِي الألْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya : Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.( Q.S. Yusuf : 111 )

Dalam ayat lain Allah Swt. menegaskan :

وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman “.( Q.S Huud : 120 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Ayat ini diturunkan oleh Allah Swt. untuk menguatkan hati Nabi Muhammad Saw. Agar jangan sampai terpengaruh oleh cacian orang-orang yang memusuhinya. Dalam ayat ini, Allah juga menjelaskan bahwa para rasul terdahulu juga mengalami peristiwa sama yang di alami oleh Nabi Muhammad Saw. Sehingga diharapkan Nabi Muhammad Saw. Benar-benar memperhatikan kisah-kisah para Nabi terdahulu yang telah diwahyukan kepada Beliau. Beliau menghayati segala peristiwa yang menimpa para pendahulunya, dan menjadi tahu bahwa medan perjuangan yang dialami penyampai ajaran Allah sangatlah berat. Berbagai bentuk ujian dan rintangan harus mereka hadapi dengan penuh kesabaran dan ketawakalan. Semunya telah diatur oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

            Kecerdikan Nabi dalam menghayati setiap peristiwa yang telah terjadi pada para pendahulunya ternyata berpengaruh besar dalam menentukan sikap ketika menangani setiap persoalan yang sedang menimpa. Buah penghayatan Nabi dari setiap kisah para Nabi terdahulu antara lain adalah menjadi lebih sabar dalam menghadapi umatnya, bijak dalam bertindak, cerdas dalam mengambil langkah-langkah strategis, dan tak kalah penting adalah kesadaran akan sebuah peran serta Allah dalam setiap peristiwa yang di alaminya.

Kesadaran akan peran serta Allah dalam setiap peristiwa, hendaknya diiringi dengan prasangka baik kepada Allah Swt. Sebab, manusia yang hidupnya selalu diliputi prasagka buruk, jangankan memperoleh hikmah dari peristia-peristiwa yang dialaminya, mendapatkan hidayah saja boleh dikatakan hal yang sulit bahkan mustahil. Sehingga hidupnya selalu dirundung kegalauan berkala. Karenanya, untuk mengetahui hikmah setiap peristiwa yang sedang menimpa, hendaknya kita yang merupakan manusia selalu mengedepankan sikap prasangka baik kepada Allah Sang Maha Penguasa. Terlebih berprasangka baik kepada Allah merupakan bentuk ibadah yang lain. Nabi Muhammad Saw. Bersabda :

إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللهِ مِنْ حُسنِ عِبادَةِ اللهِ.

Artinya : Sesungguhnya berbaik sangka kepada Allah sebagian baiknya beribadah kepada Allah “.(H.R. Ahmad ).

            Selain itu jika kita telah berbuat baik sangka kepada Allah, maka berarti kita telah percaya terhadap semua kepastian Allah. Dan tentunya kita juga harus yakin bahwa di balik tindakan Allah pasti terkandung hikmah, kebaikan, dan manfa’at bagi diri kita. Karena tidak ada tindakan Allah tergolong sia-sia. Allah Swt. berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ

Arinya :Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main ”. ( Q.S al-Anbiya’ : 16 ).

 Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman :

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلا

Artinya :Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. ( Q.S. Sdod : 27 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Di antara kelompok yang dikenal sebagai ahli dalam mencari hikmah adalah Ulama Sufi. Para ulama memiliki teknis khusus dalam menggali hikmah. Yakni dengan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari. Karena Nabi Muhammad mengatakan :

مَنْ عَملَ بِمالَمْ يَعْلَمْ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ مالَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang iapa yang mengamalkan ilmu yang telah ia dapat, maka Allah akan memberikan pengetahuan yang belum ia ketahui.( H.R. Imam Ahmad )

            Imam al-Ghozali mengatakan bahwa, hikmah terbesar terjadi dimana-mana dan tak terhitung jumlahnya, karena terlalu banyak dan begitu luasnya. Hikmah hanya akan dibuka dengan mujahadah, muraqabah, dan mengerjakan amalan-amalan baik lahir maupun bathin. Duduk bersama Allah dalam kesendirian dan penuh kesadaran, itulah pintu ilham dan sumber keterbukaan ( Hikmah). Banyak sekali pelajar-pelajar yang belama-lama dalam menuntut ilmu, namun tidak mampu untuk mengamalkan ilmu yang telah ia peroleh, meski hanya satu kalimat. Sementara tidak sedikit orang-orang yang membatasi dirinya dengan hal-hal yang penting, namun maksimal dalam beramal mengawasi hati. Allah telah membukakan pintu hatinya sebuah rahasia, hikmah, dan pengetahuan yang halus, yang membuat bingung orang-orang yang berotak cemerlang.

            Di balik sebuah peristiwa pasti ada hikmahya. Ulama Ushul Fiqh mengartikan hikmah sebagai manfaat yang diperoleh dan marabahaya yang dapat dijauhi. Jika kita terapkan dalam setiap peristiwa yang kita alami, berarti ada pengamalan-pengamalan yang dapat kita ambil manfaatnya, dan dapat kita gunakan dalam menangkal hal-hal yang membahayakan serta membuat usaha kita gagal. Dengan demikian, kita telah berusaha menjadi orang yang cerdas  dalam memanfaatkan hikmah Ilahiyyah, yaitu pengajaran Allah untuk kita sebagai makhluk yang lemah. Sunguh beruntung orang-orang yang dianugrahi hikmah. Allah Swt. brfirman :

يُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرًا كَثِيرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Artinya: “Allah memberikan hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” ( Q.S al-Baqoroh : 269 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah Swt. …

            Syehk Ibrahim an-Nakha’i mengatakan bahwa, arti al-hikmah dalam ayat di atas adalah pemahaman. Jadi oarang yang dianugerahi pemahaman terutama hal-hal yang menjadikan lebih dekat kepada Allah telah mendapatkan anugerah dan karunia yang banyak, baik karunia keduniawian amuapu karunia keukhrowian.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Mungkin itu saja khutbah pada kesempatan hari ini semaoga kita semua bisa menjadi orang yang mampu megambil hikmah dari setiap peristiwa.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga :

KHUTBAH JUMAT: SEJARAH SEEBAGAI PEMBANGKIT JIWA

Dawuh Masyayikh:
Puncaknya Ilmu | K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Khutbah Jum’at: Mengendalikan Diri dengan Rasa Malu

الحَمْدُ لِلَّهِ الّذي جَعَلَ لِكُلِ أُمَّةٍ شِرْعَةً ومِنْهاجًا وخَصَّ هَذِهِ الْأُمَةَ بِأَوْضَحِهِما أَحْكَامًا وحُجَجًا والصَّلاةُ والسَّلامُ على سَيِّدِنا وحَبِيْبِنا مُحمَّدٍ مِفْتاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صلاةً وسَلامًا دائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ. وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. يآأَيُّهاالَّذِيْنَ آمنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُوْلُوا قَوْلًا شَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ويَغْفِرْ لَكُمْ دُنُوْبَكُمْ ومَنْ يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmatiAllah Swt. …

            Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa menajalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, keimanan dan ketakwaan menjadi modal utama tatkala mengahadap kepada Allah besok di Akhirat kelak.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmatiAllah Swt. …

            Seriing dengan dunia yang kian semakin tua, umat Muslim saat ini telah banyak kehilangan yang berharga. Berbagai perilaku sunnah dan ajaran yang sejak lama dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw. Kini lambat laun semaikin terkikis. Pergeseran masa dan perputaran waktu telah membuat ajaran baginda Nabi seolah-olah hal asing di telinga. Bahkan menganggap hal demikian merupakan sesuatu yang tabu. Umat Muslim saat ini semakin jauh dari perilaku akhlak yang mulia yang merupakan misi utama Rasulullah sebagai utusan Allah Swt. Salah satu hal  yang  paling berharga, di mana kini semakin hilang dari umat Muslim saat ini adalah rasa malu.   

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Jika kita amati, banyak sekali kita lihat fenomena dari perstiwa keseharian yang membuktikan semakin hilangnya rasa malu. Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari adalah banyaknya umat Muslim yang kurang memperhatikan persoalan menutup aurat, pergaulan muda-mudi yang semakin tak terbatas, dan berbagai tindak penyimpangan yang kini tidak lagi disadari sebagai perbuatan dosa. Bahkan, tidak sedikit hal demikian menjadi kebanggaan karena telah melakukannya.

            Perasaan bangga karena telah melakukan perbuatan dosa merupakan salah satu penyebab terkikis atau hilangnya sifat malu dalam hati seseorang. Karena, tidak seorang pun berani melakukan perbuatan maksiat jika di dalam hatinya masih tersimpan rasa malu.

Hadirin Jama’ah jum’at yang berbahagia …

            Peranan sifat malu dalam mengendalikan diri memang sangatlah besar. Oleh karenanya, sifat malu termasuk bagian cabang dari iman. Rasulullah Saw. Bersabda :

ﺍَلْإِيْماﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ أَوْ سِتُّونَ ﺷُﻌْﺒَﺔً ، فَأَﻓْﻀَﻠُﻬﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭأَﺩْﻧﺎﻫَﺎ إِﻣﺎﻃَﺔُ ﺍلْأَﺫَﻯ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻴﺎءُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍﻹْﻳﻤﺎﻥِ .

Artinya : “ Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah ucapan kalimat ( La ilaha Illallah ), dan yang paling redah adalah menyingkirkan duri (gangguan ) dari jalan. Malu adalah salah satu cabang dari iman “. ( H.R. Bukhari  dan Muslim ).

Bahkan, dalam kesempatan yang lain Rasulullah bersabda :

اَلْحَياءُ والإِيْمانُ قُرِنَا جَمِيْعًا , فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُما رُفِعَ الأَخَرُ.

Artinya : “ Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya “. ( H.R. al-hakim dan ath-Thabrani).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia …

            Malu adalah perasaan yang yang muncul dalam nurani seseorag karena menyadari agungnya nikmat dan anugerah dari Allah Swt., serta mengakui kelemahan dan kecerobohan diri dalam menjalakan perintah-Nya. Dengan perasaan ini tidak mungkin seorang Muslim sampai hati melakukan kemaksiatan. Ia menyadari betul bahwa semua perilakunya selalu diperhatikan Allah dan akan dipertanggungjawabkan kelak.

            Malu adalah sebuah perasaan yang sangat terkait dengan hidup dan matinya hati seseorang. Dalam bahasa Arab malu disebut dengan al-haya’ , dimana kata itu berasal dari kata al-hayah yang berarti hidup. Artinya, dengan sifat malu hati menjadi hidup dan peka terhadap keadaan. Ia tidak mudah terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Bahkan, untuk sekedar melakukan tindakan yang tidak pantas saja, hati akan merasa berat dan tidak rela.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah Swt. …

            Namun demikian, perlu dipahami lebih dalam, bagaimanakah malu yang terpuji dan dianjurkan dalam Islam, dan bagaimanakah rasa malu yang tercela? Sebab, jika tidak dipahami dengan benar, bukan kebaikan yang didapat, melainkan akan menuai keburukan. Buktinya, sering sekali seseorang merasa malu untuk berbuat kebaikan dan menengakkan kebajikan, tetapi berbangga diri dengan perbuatan yang menyebabkan berdosa. Semua ini adalah karena ia kurang memahami arti malu dengan benar, dan tidak menerapkannya dengan tepat.

            Secara umum, rasa malu yang terpuji adalah rasa malu yang dapat membatasi seseorang dari berbuat kemaksiatan, serta tidak menghalanginya unutk berbuat kebaikan. Seseorang harus pandai dan cerdas, kapan ia harus malu dan kpan ia harus berbuat tegas (tidak malu) . Sayyidah ‘Aisyah pernah berkata tentang sifat para wanita Anshar :

نِعْمَ النِّساءُ نِساءُ الْأَنْصارِ ,  لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الحَياءُ أَنْ يَتفَقَّهْنَ فِي الدِّيْنِ .

Artinya : “ Sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak mengahalangi mereka untuk belajar agama “. ( H.R. al-Bukhari ).

Hadirin Jama’ah sholat Jum’at yang berbahagia …

            Untuk dapat menumbuhkan rasa malu dalam hati kita, kita harus memulainya dengan hal-hal yang kecil. Kita harus membiasakan dan melatih hati kita menjadi peka terhadap hal yang remeh dan ringan. Melakukan kebaikan sekecil apapun, dan meninggalkan keburukan sekecil apapun. Karena, segala sesuatu yang besar berasal dari yang kecil. Dalam hal ini Nabi Isa As. bersabda :

إِيَّاكُمْ والنَّظْرَةَ فَإِنَّها تَزْرَعُ الشَّهْوَةَ فِي الْقَلْبِ  وكَفَى بِها فِتْنَةً لِصاحِبِها .

Artinya : “ Takutlah kalian, hindarilah dari pandangan ( yang diharamkan) , karena satu pandangan dapat menanamkan syahwat dalam hati. Dan pandangan itu cukup menjadi fitnah bagi pelakuya “.

            Perbuatan dosa sekecil apapun, bila tidak segera ditaubati, dapat membekas dalam diri seseorang dan akan menjalar pada perbuatan dosa yang lainnya. Saat pertama kali melakukan perbuatan dosa, atau meninggalkan suatu kewajiban, mungkin seseorang merasa malu dan menyesal, namun bila dibiarkan, lama kelamaan hal demikian akan menjadi kebiasaan. Rasa malu dalam hati pun akan terkikis, dan ia akan semakin ringan melakukan perbuatan dosa.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Oleh karenanya, setiap kali melakukan tindakan, kita harus membiasakan diri menimbangnya dengan hukum agama, atau mungkin dengan perasaan hati nurani kita. Malukah kita andai perbuatan kita diketahui oleh orang lain? Malukah kita kepada Allah Dzat yang Maha Melihat? Jika kita merasa malu, maka janganlah perbuatan itu kita lakukan. Rasulullah Saw. bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ  مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى إِذا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ .

Artinya : “ Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah ‘ Jika kamu tidak merasa malu , maka berbuatlah sesukamu. ( Karena kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabka”. ( H.R. al-Bukhari).

            Seorang Ulama salaf berkata kepada putranya : “ Ketikannafsu mendorongmu untuk berbuat dosa, maka pandanglah langit dan malu lah kepada Allah, dan pandanglah bumi dan malu lah kepada penduduk bumi. Jika engkau tidak takut kepada Allah dan tidak malu kepada penduduk bumi , maka samakanlah dirimu dengan hewan “.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

            Kiranya itu saja khutbah singkat pada kesempatan kali ini, semoga kita di karuniai hati yang hidup, yang peka untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan perbuatan yang tercela. Amin.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ.

اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Channel Pondok Pesantren Lirboyo

Khutbah Jum’at: Sholat kunci Hidup Sukses

اَلْحَمْدُ للهِ العظِيمِ شَأْنُهُ الدَّائِمْ سُلْطانُهُ الْحَمِيْمْ إِحْسانُهُ الْجَزِيْل اِمْتِنَانُه. فَسُبْحانَ مَنْ أَطلَعَ شَمْسَ مَعْرِفَتِه فِي قُلُوْبِ أَهْلِ مَحَبَّتِه. وَأَكْمَلَ عَلَيْهِمْ فَضْلَهُ وَإِحْسَانَه.وَأَرْسَلَ غَيْثَ إِعانَتِهِ إِلَى قُلُوْبِ أَهْلِ وِلَاَيتِه.أَحَمَدُهُ سُبْحانَهُ على مَا أَوْلَاهُ مِنْ عَمِيْمِ كَرَمِه  وَوَاسِعِ إِحْسانِه.وَأَشْكُرُ شُكْرِيْ مِنْ مَنِّهِ فَكَيْفَ أَبْلُغُ شُكْرَانَه. وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. يآأَيُّهاالَّذِيْنَ آمنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُوْلُوا قَوْلًا شَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ويَغْفِرْ لَكُمْ دُنُوْبَكُمْ ومَنْ يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Jama’ah Jum’at Yang berbahagia …

            Memasuki tahun baru ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt., dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Marilah kita segarkan kembali nilai-nilai keimanan dan keislaman dalam hati, dan wujudkan dalam perilaku sehari-hari.

 Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt. …

            Salah satu wujud nyata kesempurnaan iman seseorang dapat tergambar dalam pelaksanaan sholat. Sholat merupakan salah satu komponen bangunan agama Islam. Ia bagaikan pendirinya agama ini. Jika sholat tidak ditegakkan, bisa dipastikan agama ini akan roboh. Suatu waktu Rasulullah Saw. ditanya oleh seorang laki-laki perihal sesuatu apakah yang paling di cintai Allah dalam agama Islam. Rasulullah menjawab :

الصَّلاةُ لِوَقْتِها ومَنْ تَرَكَ الصَّلاةَ فَلَا دِيْنَ لَهُ والصَّلاةُ عِمادُ الدَّيْنِ

Artinya : ” ( Yang paling dicintai disisi Allah) adalah sholat pada waktunya. Barang siapa yang meniggalkan sholat, maka tidak ada agama baginya, dan sholat adalah tiang agama. “ ( H.R. al-Baihaqi ).

            Sholat juga merupakan kunci segala pintu kebaikan. Sebab, dengan sholat seseorang akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an :

وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Artinya : “ Dan dirikanlah sholat, sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain). ( Q.S. Al-‘Ankabut: 45).

Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Alhamdulillah di Indonesia khusunya, syiar Islam bisa bergema hampir di seluruh cakrawala. Sholat berjama’ah ditegakkan di masjid dan surau-surau, baik di perkotaan ataupun di pedesaan. Akan tetapi, ada hal yang perlu kita renungkan, mengapa perbuatan maksiat dan mungkar masih sering kita dengar dan kita lihat ?, mengapa tindak kejahatan dan kriminalitas masih memenuhi kabar berita setiap hari ? Bukankah sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar?.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt. …

            Satu hal yang perlu kita garis bawahi adalah, sholat dapat berfungsi sebagaimana dalam firman Allah Swt. tersebut jika dilaksanakan dengan khusu’. Sholat bukan hanya ibadah lahiriyah dengan gerakan anggota tubuh saja. Shalat adalah ibadah hati dan fikiran untuk mengingat Allah Sang Pencipta. Menyadari kelemahan diri sebagai hamba yang tak berdaya. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an :

إِنَّنِي أَنا اللهُ لاإِلَهَ إِلَّا أَنا فَاعْبُدْنِيْ وأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Artinya : “ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada  Tuhan (yang hak) Selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat unutk mengingatku “ ( Q.S Thaha : 14 ).

Jama’ah Sholat Jum’at yang budiman …

            Istilah Khusu’ dalam sholat ada dua macam, khusu’ lahiriyah dan khusu’ batiniyah. Khusu’ lahiriyah  artinya melaksanakan sholat  sesuai syarat dan rukun sholat yang sempurna, sesuai tata cara yang telah di ajarkan Rasulullah. Mulai dari bersuci, menutup aurat, hingga pelaksanaan rukun-rukun sholat. Sedangkan khusu’ batiniyah adalah mengkonsentrasikan hati dan fikiran untuk selalu mengingat Allah. Sholat yang demikian inilah yang bisa menghantarkan seorang mukmin kepada keberuntungan, dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar. Allah Swt. berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ .

Artinya : “ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya “ ( Q.S. al-Mukminun : 1-2 ).

            Sholat adalah gambaran akhlak seseorang, sholat adalah miniatur dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, jika seseorang melaksanakan sholat dengan khusu’, niscaya perilaku kesehariannya akan tertata dengan disiplin dan rapi. Setidaknya, ada beberapa hikmah sholat khusu’ yang secara langsung dapat berpengaruh pada keseharian seseorang, di antaranya :

            Pertama, pelaksanaan sholat secara disiplin mengajarkan seseorang untuk membagi waktunya secara teratur. Terbiasa memperhatikan waktu sholat akan mempengaruhi disiplin waktu dalam segala aktifitas.

            Kedua, sholat dengan khusu’ juga membuat seseorang terbiasa hidup bersih dan rapi. Sebab sholat harus dilaksanakan dalam keadaan suci dari hadast dan najis. Setiap kali hendak melaksanakan sholat maka harus bersuci terlebih dahulu, membersihkan baju dan tempat yang di buat ritual sholat terhindar dari kotoran dan najis. Dengan demikian, akan terciptalah kepribadian yang bersih dan mecintai kebersihan.

            Ketiga, sholat khusu’ juga memberikan pelajaran untuk melakukan pekerjaan dengan penuh konsentrasi. Tidak memikirkan hal-hal yang lain sebelum pekerjaan itu terselesaikan. Dengan demikian, setiap pekerjaan akan terselesaikan dengan cepat dan maksimal.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

            Marilah kita introspeksi diri, sudahkah kita laksanakn sholat dengan khusu’ dan benar ? mari kita rubah hal-hal yang salah dan kita perbaiki untuk mencapai kepada kesempurnaan. Sholat yang kita lakukan agar benar-benar menjadi  media pedekatan kita kepada Allah. Bukan menjadi penyebab kita semakin jauh dari Allah. Sebab, lalai dalam sholat merupakan penyebab seseorang mejadi celaka. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’anul Karim :

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya : “ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya.”. ( Q.S al-Ma’un : 4-5 ).

            Marilah kita perbaiki sholat kita agar benar-benar mencegah perbuatan keji dan mungkar. Menjauhkan kita dari murka Allah dan mendekatkan kita pada ridha-Nya. Rasulullah bersabda :

مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلاتُهُ  عَنِ الْفَحْشَاءِ والْمُنْكَرِ لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إلَّا بُعْدًا

Artinya : “ Barang siapa yang sholatnya tidak bisa mencegah dari perbutan keji dan mungkar, maka ia tidak akan bertambah kecuali semakin jauh dari Allah. (H.R. ath-Thobroni ).

Jama’ah Jum’at yang berbahagia …

            Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu memperbaiki perilaku kita dan meningkatkan ketakwaan. Menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan esok lebih baik dari sekarang.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُقَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ,الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ .بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ .

وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
PUASA AKHIR & AWAL HIJRIYAH, BID’AH?

Subscribe juga:
Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

Khutbah Jumat: Pemuda Pemegang Estafet Agama, Bangsa & Negara

اَلْحَمْدُ للهِ العظِيمِ شَأْنُهُ الدَّائِمْ سُلْطانُهُ الْحَمِيْمْ إِحْسانُهُ الْجَزِيْل اِمْتِنَانُه.
فَسُبْحانَ مَنْ أَطلَعَ شَمْسَ مَعْرِفَتِه فِي قُلُوْبِ أَهْلِ مَحَبَّتِه. وَأَكْمَلَ عَلَيْهِمْ فَضْلَهُ وَإِحْسَانَه.
وَأَرْسَلَ غَيْثَ إِعانَتِهِ إِلَى قُلُوْبِ أَهْلِ وِلَاَيتِه.
أَحَمَدُهُ سُبْحانَهُ على مَا أَوْلَاهُ مِنْ عَمِيْمِ كَرَمِه  وَوَاسِعِ إِحْسانِه.وَأَشْكُرُ شُكْرِيْ مِنْ مَنِّهِ فَكَيْفَ أَبْلُغُ شُكْرَانَه.
وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. فَيآأَيُّها النَّاس اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقاتِه ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنْتُم مُسلِمُون.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang berbahagia…

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan iman dan ketakwaan kita bisa meraih ridha dari Allah Swt. Amin.

            Perlu kita ketahui bersama bahwa Allah Swt. telah menganugerahkan kepada kita semua sebagai manusia yaitu sesuatu yang begitu berharga, bernilai tinggi, yang dapat mengahantarkan manusia mencapai kemuliaan melebihi makhluk yang lainnya. Anugerah tersebut tak lain adalah akal fikiran. Tanpa akal dan fikiran munusia hanyalah sosok makhluk yang tak lebih dari seekor hewan, ia tak berbeda dengan kambing, kerbau, sapi, dan hewan-hewan yang lain. Allah Swt. Berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ( Q.S At-Tiin : 4).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

            Allah Swt. memberi anugerah yang berupa akal kepada manusia untuk mengangkat derajat manusia. Dengan akal  ia bisa menemukan jalan, membedakan antara hitam dan putih, antara baik dan buruk, dan membuatnya selamat atau celaka. Kita diberi akal yang cerdas, kita dianugerahi fikiran agar menjadi pandai. Cerdas dan pandai menurut Rasulullah Saw. adalah sebagaimana yang di jelaskan dalam sabda beliau :

اَلْكَيْسُ مَنْ دانَ نَفْسَهُ وعَمِلَ لِما بَعْدَ الْمَوْتِ. وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وتَمَنَّى علَى اللهِ.

Artinya : Orang cerdas adalah orang yang mau memaksa diri beribadah dan beramal untuk ( bekal ) setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti nafsu pada keinginannya, sementara ia berharap ( Surga ) kepada Allah. ( H.R. Baihaqi).

            Anugerah agung ini harusnya tidak kita sia-siakan. Karunia berharga ini mestinya tidak kita biarkan berlalu tanpa guna. Kita harus mensyukuri dengan menggunakannya sesuai tujuan penciptaannya. Kita harus memafaatkan secara maksimal untuk menimba dan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Sebab, ilmu agama adalah kunci kebaikan seseorang. Rasulullah Saw.  bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.

Artinya : Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memintarkannya dalam urusan agama. ( H.R Bukhari dan Muslim )

Hadirin jama’ah Jum’at yang di rahmati Allah…

Usia remaja adalah usia yang sangat produktif untuk menuntuk ilmu. Tubuh yang masih bugar dan akal fikiran yang  masih tajam harus terus diasah selagi kesempatan masih terbuka lebar. Tantangan zaman yang akan dihadapi kelak tentunya lebih berat daripada masa sekarang. Generasi muda sekarang harus bersiap menjadi generasi yang tangguh menatap gelombang badai yang siap menghantam.

Generasi muda muslim zaman sekarang harus menjadi pemimpin masa depan. Karena masa depan agama dan bangsa tergenggam di tangan, terpikul di atas pundak generasi muda. Selagi pintu masih terbuka lebar, tuntutlah ilmu sebanyak mungkin. Tapi, bukan hanya dicari dan di simpan. Setelah di peroleh, ilmu juga harus diamalkan semaksimal mungkin. Allah Swt. akan membuka pengetahuan baru tentang hal-hal yang belum diketahui. Rasulullah Saw. bersabda :

مَنْ عَمِلَ بِما عَلِمَ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ ما لَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang siapa mengamalkan apa yang telah ia ketahui, niscaya Allah akan menganugerahkan pengetahuan tentang apa yang belum ia ketahui. ( H.R. Abu Nu’aim ).

Kepada para orang tua khusunya, melihat kenyataan zaman yang kian rusak moralnya dan budaya hidup yang kian merosot, kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak kita. Pengawasan yang lebih terhadap pergaulan mereka agar tidak terjerembab dalam jurang kenistaan. Sebagai orang tua, kiranya kita perlu belajar kepada Nabi Ya’qub As. . Saat mendekati ajal, beliau bertanya kepada putra-putra beliau perihal nasib agama mereka sepeninggal beliau kelak.  Akankah mereka memegang teguh agama yang mereka selama ini diajarkannya, ataukah mereka akan kembali mengulangi kesesatan? Kisah ini telah diabadikan dalam Al-Qur’an :

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

Artinya : “Adakah kalian hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” ( Q.S.Al- Baqarah : 133 ).

Hadirin jama’ah Jum’at yang berbahagia…

            Dari kisah itu, kita tahu bahwa perhatian terpenting orang tua kepada anaknya adalah pada masalah agama dan keselamatan moral putra-putrinya. Bukan hanya nasib kehidupan duniawi saja, melainkan ilmu dan adab sebagai bekal dalam menjalani hidup yang penuh rintangan dan tantangan. Warisan harta benda cenderung membuat anak-anak kita tidak rukun karena memperebutkannya, jika mereka tidak dibekali ilmu dan adab.

Sedangkan warisan ilmu akan menunjukkannya menjadi generasi yang bermoral dan berbudi luhur. Rasulullah Saw. juga tidak meninggalkan harta benda sebagai warisan untuk keluarga dan umatnya. Beliau meninggalkan dua perkara yang akan menjadi penuntun umat sepanjang masa, menunjukkan mereka pada jalan kebahagian Dunia dan Akhirat. Dua perkara itu tak lain adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Rasulullah bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلّوُا ما تَمَسَّكْتُمْ بِهِما كتابَ اللهِ وسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya : Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu: kitabullah ( Al-Qur’an) dan  Sunnah Rasulullah. ( H.R. Malik ).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

Demikianlah khutbah Jumat pada kesempatan ini, semoga kita selalu dianugerahi hidayah dan inayah oleh Allah Swt. dalam menjalankan segala aktivitas hidup ini. Sehingga, kelak kita akan menjemput keselamatan dan keberuntungan Dunia dan Akhirat. Menjemput ridha Allah Swt di Akhirat Kelak.  Amin

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Khutbah Jumat: Kebaikan Membuahkan Keberuntungan


الحَمدُ لِلّهِ الذِي جَعَلَ قُلُوبَنَا بِذِكْرِهِ مُطْمَئِنَّة. أَشهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه, إلهٌ اطَّلَعَ عَلَى ضَمَائِرِنَا وَمَكْنُونِ سَرَائِرِنَا فَلَا يَخْفَى عَلَيهِ مَا أَضَرَّ العَبْدَ وَأَكَنَّه. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا محمدًا عَبدُهُ وَرَسُولُه أَفضَلُ المَخْلُوقِينَ مِنْ مَلَكٍ وَإِنسٍ وَجِنَّةٍ.
اللهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ وَعَلَى آلِهِ كَالنُّجُومِ المُنِيرَة.
أمَّا بَعدُ. فَيَآ أَيُّهَا الحَاضِرُون اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُسلِمون.

Hadiri Jama’ah Jumat yang berbahagia.

Marilah kita senantiasa melatih diri untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita. Nikmat berupa kesehatan dan keimanan yang sehingga pada kesempatan ini kita bisa melaksanakan sholat Jum’at dengan kekhusyuan. Nikmat berupa kasih sayang yang Allah berikan kepada kita di saat kondisi terhimpit maupun sulit. Terlebih kita diberi nikmat berupa petunjuk untuk memeluk agama Islam dan mengimani apa yang ada di dalamnya. Sungguh sebuah nikmat yang sangat luar biasa jika kita mau merenungi. Oleh sebab itu, patutlah jika kita selalu memuji dengan kata-kata yang agung sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Swt.

Kita hidup di dunia ini diakui atau tidak, pasti segalanya akan membutuhkan dan melibatkan sesama. Karena hidup kita tidak sendiri, dalam arti segalanya ada campur tangan orang lain. Maka penyebutan makhluk sosial itu adalah gambaran bahwa segala aktivitas diri kita tak lepas dari campur tangan dan bantuan orang lain. Sementara masing- masing individu pastinya memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan lingkungan yang madani serta sebisa mungkin untuk saling memahami dan mengerti satu sama lain. Hindari perbuatan yang menimbulkan kegaduhan, keresahan, dan perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji. Jika di antara kita ada yang membutuhkan pertolongan maka kita berusaha membantu dan menolongnya semampu kita baik berupa materi, solusi atau yang lainnya. Rasulullah berpesan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Umar R.A.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال:الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya :”Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah saudara, tidak boleh mendzoliminya dan tidak menyerahkannya kepada (musuh). Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan dari orang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan dari berbagai kesusahan di hari Kiamat. Dan barang siapa yang menutupi (aib) orang muslim, maka kelak di hari Kiamat Allah akan menutupi (aib) nya “. ( H.R. Muttafaq ‘Allaih, Shohih).

Itulah tuntunan kita sebagai orang Islam. Mampu menciptakan kerukunan. Jika di antara saudara kita tertimpa musibah atau kesusahan, hendaknya kita sebisa mungkin tanggap dalam membantunya. Sesama muslim adalah saudara. Tidaklah pantas jika sesama muslim saling melakukan kezaliman. Hadis tersebut memberitahukan kepada kita tentang balasan orang yang mau membantu saudaranya, terlebih jika saudara kita sangat membutuhkan. Kelak pada hari Kiamat kita akan diberi kenyamanan.

Pada hari itu, semua pertolongan manusia tidaklah berguna.

Hanya Allah Swt. yang bisa memberikan pertolongan  dan orang-orang yang diizinkan oleh-Nya. Pada hari itu pula semua makhluk merasakan kesusahan yang tiada tara. Peristiwa menggemparkan yang pernah ada di dunia tidaklah sebanding dengan peristiwa yang akan terjadi kelak di hari Kiamat. Satu ayat yang menceritakan tentang sebagian kejadian di hari Kiamat.

وَحُمِلَتِ الۡأَرۡضُ وَالۡجِبَالُ فَدُکَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةً

Artinya : “ Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur ”. ( Q.S. Al-Haqqoh : 14).

Cobalah bayangkan jika semua gunung-gunung diangkat di atas kepala kita lalu dihancurkan. Kita bayangkan bongkahan-bongkahan dari gunung itu jika jatuh kembali, sementara semua makhluk berada di bawahnya. Lebih mengerikan dan lebih dahsyat  dibandingkan gempa, tsunami, tanah longsor, dan bencana-bencan lain yang pernah ada di bumi ini. Dan hal ini benar-benar nyata ada dalam kitab suci al-Qur’an. Oleh karenanya, sungguh beruntung jika di hari yang begitu mengerikan kita mendapat kenyamanan dan keselamatan. Maka dari itu, jika ingin diberikan kenyamanan dan keselamatan di hari Kiamat kelak, tanamkanlah dalam diri kita untuk membiasakan berbuat baik dan menolong kepada sesama muslim.

Hadirin kaum muslimin yang bersahaja.

Perlu kita ketahui, bahwa amal baik yang diajarkan dalam Islam sangatlah banyak dan beragam. Akan tetapi pada kenyataannya sangat jarang sekali yang melakukannya. Nabi Muahmmad S.A.W. bersabda :

الخَيرُ كثيرٌ ومَنْ يعملُ بهِ قَلِيلٌ

Artinya :”( Amal) kebaikan banyak, sementara orang yang mau mengamalkan sedikit “. ( H.R. Tabrani).

Sebenarnya manfaat dari kebaikan pada hakikatnya akan kembali kepada diri pribadi masing-masing. Jika kita berbuat baik kepada Allah dengan selalu taat atas segala perintah-Nya, maka Allah akan mencintai kita, sehinga kita akan mendapatkan pahala dari-Nya. Sementara dalam bersosialisasi dengan sesama, kita akan terhindar dari keburukan-keburukan yang akan menimpa kita, baik secara ucapan ataupun tindakan yang keluar dari mereka. Maka jika kita ingin terhindar dari keburukan mereka, kerjakanlah kebaikan, niscaya kita akan dicintai mereka. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita juga akan mendapatkan balasan dan perlakuan mereka seperti apa telah kita lakukan.

Para Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt.

ikat masa hidup yang ideal menurut Islam adalah jika diberi umur yang panjang kemudian umur tersebut digunakan untuk selalu melakukan hubungan yang baik, baik dengan Allah sebagai Tuhan atau kepada sesama sebagai bentuk sosial. Rasulullah Bersabda :

خَيرُ النَّاس مَنْ طالَ عُمْرُهُ وحَسُنَ عملُهُ

Artinya : “ Manusia yang paling baik adalah orang yang umurnya panjang dan amalnya juga bagus “. ( H.R. Ahmad dan Tirmidzi )

Bahkan tidak hanya di dunia saja, kelak di akhirat, pelaku kebaikan akan mendapatkan keistimewaan yang tak terhingga. Dengan demikian, para pelaku kebaikan akan mendapatkan siratan pahala dari para pengikutnya. Dan sebaliknya, jika yang ditanam adalah perbuatan yang buruk, kemudian perbuatan buruknya diikuti oleh pengikutnya, kelak pelakunya akan mendapatkan dosa berlipat ganda. Dosa dari yang telah diperbuat dan dosa dari para pengikut yang megikuti perbuatan buruknya. Sebuah hadist Nabi memberitahun akan hal itu :

مَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ ، وَمَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِـّئَةً ، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Artinya : “Barang siapa yang memberi teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”. ( H. R. Tirmidzi dan Ahmad ).

Betapa beruntungnya jika di akhirat kelak kita bisa memetik hasil jerih payah kita selama di dunia. Dan sangatlah menyedihkan jika kita termasuk dalam golongan yang disiksa dan dimasukkan ke dalam api Neraka.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia.

Kiranya khutbah kali ini bisa menjernihkan hati kita untuk selalu menjadi insan yang terbaik dan semoga pesan dalam khutbah ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرَّجيم : يَآأَيُّهَاالذينَ  ءَامَنُوا ارْكَعُوا  وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَانِ الْعَظِيمِ . وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوابُ الرَّحِيْمِ.

Khutbah II


اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر