All posts by Ahmad Ainul Yaqin

Khutbah Jumat: Kebaikan Membuahkan Keberuntungan


الحَمدُ لِلّهِ الذِي جَعَلَ قُلُوبَنَا بِذِكْرِهِ مُطْمَئِنَّة. أَشهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه, إلهٌ اطَّلَعَ عَلَى ضَمَائِرِنَا وَمَكْنُونِ سَرَائِرِنَا فَلَا يَخْفَى عَلَيهِ مَا أَضَرَّ العَبْدَ وَأَكَنَّه. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا محمدًا عَبدُهُ وَرَسُولُه أَفضَلُ المَخْلُوقِينَ مِنْ مَلَكٍ وَإِنسٍ وَجِنَّةٍ.
اللهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ وَعَلَى آلِهِ كَالنُّجُومِ المُنِيرَة.
أمَّا بَعدُ. فَيَآ أَيُّهَا الحَاضِرُون اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُسلِمون.

Hadiri Jama’ah Jumat yang berbahagia.

Marilah kita senantiasa melatih diri untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita. Nikmat berupa kesehatan dan keimanan yang sehingga pada kesempatan ini kita bisa melaksanakan sholat Jum’at dengan kekhusyuan. Nikmat berupa kasih sayang yang Allah berikan kepada kita di saat kondisi terhimpit maupun sulit. Terlebih kita diberi nikmat berupa petunjuk untuk memeluk agama Islam dan mengimani apa yang ada di dalamnya. Sungguh sebuah nikmat yang sangat luar biasa jika kita mau merenungi. Oleh sebab itu, patutlah jika kita selalu memuji dengan kata-kata yang agung sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Swt.

Kita hidup di dunia ini diakui atau tidak, pasti segalanya akan membutuhkan dan melibatkan sesama. Karena hidup kita tidak sendiri, dalam arti segalanya ada campur tangan orang lain. Maka penyebutan makhluk sosial itu adalah gambaran bahwa segala aktivitas diri kita tak lepas dari campur tangan dan bantuan orang lain. Sementara masing- masing individu pastinya memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan lingkungan yang madani serta sebisa mungkin untuk saling memahami dan mengerti satu sama lain. Hindari perbuatan yang menimbulkan kegaduhan, keresahan, dan perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji. Jika di antara kita ada yang membutuhkan pertolongan maka kita berusaha membantu dan menolongnya semampu kita baik berupa materi, solusi atau yang lainnya. Rasulullah berpesan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Umar R.A.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال:الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya :”Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah saudara, tidak boleh mendzoliminya dan tidak menyerahkannya kepada (musuh). Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan dari orang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan dari berbagai kesusahan di hari Kiamat. Dan barang siapa yang menutupi (aib) orang muslim, maka kelak di hari Kiamat Allah akan menutupi (aib) nya “. ( H.R. Muttafaq ‘Allaih, Shohih).

Itulah tuntunan kita sebagai orang Islam. Mampu menciptakan kerukunan. Jika di antara saudara kita tertimpa musibah atau kesusahan, hendaknya kita sebisa mungkin tanggap dalam membantunya. Sesama muslim adalah saudara. Tidaklah pantas jika sesama muslim saling melakukan kezaliman. Hadis tersebut memberitahukan kepada kita tentang balasan orang yang mau membantu saudaranya, terlebih jika saudara kita sangat membutuhkan. Kelak pada hari Kiamat kita akan diberi kenyamanan.

Pada hari itu, semua pertolongan manusia tidaklah berguna.

Hanya Allah Swt. yang bisa memberikan pertolongan  dan orang-orang yang diizinkan oleh-Nya. Pada hari itu pula semua makhluk merasakan kesusahan yang tiada tara. Peristiwa menggemparkan yang pernah ada di dunia tidaklah sebanding dengan peristiwa yang akan terjadi kelak di hari Kiamat. Satu ayat yang menceritakan tentang sebagian kejadian di hari Kiamat.

وَحُمِلَتِ الۡأَرۡضُ وَالۡجِبَالُ فَدُکَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةً

Artinya : “ Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur ”. ( Q.S. Al-Haqqoh : 14).

Cobalah bayangkan jika semua gunung-gunung diangkat di atas kepala kita lalu dihancurkan. Kita bayangkan bongkahan-bongkahan dari gunung itu jika jatuh kembali, sementara semua makhluk berada di bawahnya. Lebih mengerikan dan lebih dahsyat  dibandingkan gempa, tsunami, tanah longsor, dan bencana-bencan lain yang pernah ada di bumi ini. Dan hal ini benar-benar nyata ada dalam kitab suci al-Qur’an. Oleh karenanya, sungguh beruntung jika di hari yang begitu mengerikan kita mendapat kenyamanan dan keselamatan. Maka dari itu, jika ingin diberikan kenyamanan dan keselamatan di hari Kiamat kelak, tanamkanlah dalam diri kita untuk membiasakan berbuat baik dan menolong kepada sesama muslim.

Hadirin kaum muslimin yang bersahaja.

Perlu kita ketahui, bahwa amal baik yang diajarkan dalam Islam sangatlah banyak dan beragam. Akan tetapi pada kenyataannya sangat jarang sekali yang melakukannya. Nabi Muahmmad S.A.W. bersabda :

الخَيرُ كثيرٌ ومَنْ يعملُ بهِ قَلِيلٌ

Artinya :”( Amal) kebaikan banyak, sementara orang yang mau mengamalkan sedikit “. ( H.R. Tabrani).

Sebenarnya manfaat dari kebaikan pada hakikatnya akan kembali kepada diri pribadi masing-masing. Jika kita berbuat baik kepada Allah dengan selalu taat atas segala perintah-Nya, maka Allah akan mencintai kita, sehinga kita akan mendapatkan pahala dari-Nya. Sementara dalam bersosialisasi dengan sesama, kita akan terhindar dari keburukan-keburukan yang akan menimpa kita, baik secara ucapan ataupun tindakan yang keluar dari mereka. Maka jika kita ingin terhindar dari keburukan mereka, kerjakanlah kebaikan, niscaya kita akan dicintai mereka. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita juga akan mendapatkan balasan dan perlakuan mereka seperti apa telah kita lakukan.

Para Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt.

ikat masa hidup yang ideal menurut Islam adalah jika diberi umur yang panjang kemudian umur tersebut digunakan untuk selalu melakukan hubungan yang baik, baik dengan Allah sebagai Tuhan atau kepada sesama sebagai bentuk sosial. Rasulullah Bersabda :

خَيرُ النَّاس مَنْ طالَ عُمْرُهُ وحَسُنَ عملُهُ

Artinya : “ Manusia yang paling baik adalah orang yang umurnya panjang dan amalnya juga bagus “. ( H.R. Ahmad dan Tirmidzi )

Bahkan tidak hanya di dunia saja, kelak di akhirat, pelaku kebaikan akan mendapatkan keistimewaan yang tak terhingga. Dengan demikian, para pelaku kebaikan akan mendapatkan siratan pahala dari para pengikutnya. Dan sebaliknya, jika yang ditanam adalah perbuatan yang buruk, kemudian perbuatan buruknya diikuti oleh pengikutnya, kelak pelakunya akan mendapatkan dosa berlipat ganda. Dosa dari yang telah diperbuat dan dosa dari para pengikut yang megikuti perbuatan buruknya. Sebuah hadist Nabi memberitahun akan hal itu :

مَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ ، وَمَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِـّئَةً ، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Artinya : “Barang siapa yang memberi teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”. ( H. R. Tirmidzi dan Ahmad ).

Betapa beruntungnya jika di akhirat kelak kita bisa memetik hasil jerih payah kita selama di dunia. Dan sangatlah menyedihkan jika kita termasuk dalam golongan yang disiksa dan dimasukkan ke dalam api Neraka.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia.

Kiranya khutbah kali ini bisa menjernihkan hati kita untuk selalu menjadi insan yang terbaik dan semoga pesan dalam khutbah ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرَّجيم : يَآأَيُّهَاالذينَ  ءَامَنُوا ارْكَعُوا  وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَانِ الْعَظِيمِ . وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوابُ الرَّحِيْمِ.

Khutbah II


اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر

Khutbah Jumat: Momentum Bersedekah di Hari Penuh Berkah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي قَهَّرَ وَغَلَبَ. فَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُنِعَ لِمَا سَلَب.
فَسُبْحَانَهُ مِن إِلهٍ وَفَّقَ أَحْبَابَهُ لِمَرَاضِيهِ وَيَسَّرَ لَهُمُ المُسَبَّبَاتِ والسَّبَب.
أَحْمدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مَنْ تَابَ إِلَيهِ وَهَرَب. وَأَشكُرُهُ شُكرًا يَفُوقُ عَدَّ مَنْ عَدَّ وَحِسَابَ مَن حَسَب.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فَارِجُ الكَرَب. وَالمُنْجِي مِنَ الوَرْطَاتِ والعَطَب.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ العَجَمِ وَالعَرَب.
اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى شَرْعُهُ المُطَهَّرُ وَإِلَى دِينِهِ الحَنِيفِيِّ انتَسَب.(أَمَّا بَعدُ) فَيَآ أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى. واعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia…

Pada momentum yang sangat spesial ini marilah kita senaniasa untuk selalu memupuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan berjuang sekuat tenaga dalam menjalankan segala perintah Allah Awt. dan mejauhi segala larangan-Nya

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah…

Di umur dunia yang semakin tua ini, kita rasakan banyak manusia yang lebih mementingkan kuantitas harta daripada kualitasnya. Manusia era modern yang kita rasakan ini dalam pandangan hidupnya lebih mengutamakan tentang seberapa banyak harta yang dimiliki daripada keberkahannya. Mereka beranggapan bahwa dengan memiliki harta yang melimpah, kebahagiaan hidup akan mereka dapatkan, sebab hidup dan rizki adalah sebuah perhitungan matematika yang jika satu tambah satu maka sama dengan dua, dan satu dikurangi satu sama dengan nol. Mereka lupa bahwa Allah memberikan rizki kepada para hamba-Nya sudah ada ketentuan dan kepastian-Nya. Masing- masing sudah ada bagiannya dan tidak akan tertukar satu sama lain sesuai dengan kehendak Allah Swt. Dalam al-Qur’an Allah Swt. berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ 

Artinya : Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab (Q.S Ali Imron : 37 )

Maka segala hal apapun yang telah ditakdirkan oleh Allah kepada kita berusaha untuk  kita syukuri. Dengan mensyukuri atas pemberian-Nya, kita tidak akan menghitung-hitung seberapa jumlah banyak harta yang di  miliki.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

Tujuan utama Allah Swt. menciptakan manusia adalah semata-mata untuk beribadah. Harta yang diberikan oleh Allah kepada kita pada dasarnya adalah sebagai lantaran untuk beribadah dan istiqomah. Sebagaimana firman Allah :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Arinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. ( Q.S. : az-Dzuriyat :56 )

Sebagai bentuk syukur kita kepada Allah Swt. diantaranya dengan rajin bersedekah dan berbagi rizki kepada orang lain serta tidak berpandangan bahwa harta yang kita bagikan akan berkurang. Malah sebaliknya, dengan kita memberi maka hakikatnya kita menerima. Dengan memberi, apa yang kita miliki akan semakin berkah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Janganlah khawatir akan harta berkurang tetapi yakinlah bahwa nikmat Allah yang diberikan kepada hambanya sangatlah banyak sampai kita tidak mampu untuk mengitungnya . Allah berfirman dalam al-Qur’an :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya :Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. : An-Nahl: 18)

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang di dalamnya terdapat hari yang begitu agung yakni  hari raya Idul Adha. Ritual ibadah yang identik dengan hari raya ini diantarya adalah ibadah Kurban. Momentum yang sangat spesial ini adalah salah satu cara untuk bersedekah dengan menyembelih hewan kurban dan dibagikan  kepada orang lain. Terlebih masa pandemi covid-19 yang sampai sekarang belum reda. Segala sektor sedang mengalami kemrosotan tajam tak terkecuali perokominan. Masyarakat ekonomi kelas menengah kebawah sangat merasakan dampaknya. Semua dibatasi dan sulitnya mencari mata pencaharian dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Kurban bisa menjadi salah satu solusi dalam rangka mengurangi beban hidupnya.

Hadirin yang berbagia. ..

Dengan beberpa hal ini kita bisa mengetauhi bahwa bersedekah yang berupa kurban akan memiliki dua hubungan antara Allah sebagai tuhan dan hungan sesama sebagai bentuk sosial. Bersedekah sebagai wujud atas syukur kepada Allah. Ibadah Kurban  merupakan sebuah amal ibadah yang sangat dicintai Allah Swt. Rasulullah bersabda melalui hadits yang diriwayatkan dari Aisyah R.A.,

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ إهْرَاقَةِ الدَّمٍ وَإِنَّهُا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya : Tidaklah ada sesuatu amalan yang di kerjakan anak oleh manusia pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah Swt dari menyembelih kurban. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya ( H.R. Imam At-Turmudzi ).

Hadirin yang berbahagia…

               Demikian khutbah pada hari ini semoga bermanfaat. Mudah-mudahan kita semua dijadikan jiwa-jiwa yang selalu memilki ketaan dan ketakwaan yang tinggi disertai memilii kepekaan sosial untuk saling berbagi kepada sesama.

أَعُوذُ بالله مِن الشَّيْطان الرَّجِيم. واذْكُروا الله فِي أيّامٍ مَعدُوداتٍ فَمَنْ تَعَّجلَ في يومَين فَلا إِثْمَ عليه ومَن تَأَخَّر فلا إِثْمَ عليه لِمنِ اتَّقى. واتقو االهَ واعلموا أنكم إليه تُحشرون.

بارك الله لي ولكم في القرآن العضيم ونفعني وإياكم من الآيات والذكرِ الحكيمِ إنه تعالى جوازٌ كريمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رءُؤْفٌ رحيمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ. فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى ولَمْ يَزَلْ قَائِلا عَليمًا إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتكَ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هذا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوهُ مِن فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أكبَر

Khutbah Idul Adha: Makna Kesabaran dari Hari Raya

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللّه أكبر 1     اَللّه أكبر 2      اَللّه أكبر 3     اَللّه أكبر 4     اَللّه أكبر 5     اَللّه أكبر 6     اَللّه أكبر 7     اَللّه أكبر 8     اَللّه أكبر 9

الْحَمْدُ لِلّهِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى, وَأَشْكُرُهُ عَلَى عَطَائِهِ وَفَضِيلَتِهِ لَا تَبْرَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, شَهَادَةً تُنجِي قَائِلَهَا مِنْ نَارِ اللَّظَّى. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه النَّبِيُّ المُصْطَفَى, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الفَضلِ وَالنُّهَى.

أَمَّا بَعْدُ. فَيَآ أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ, وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأنتُمْ مُسْلِمُونَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ يَومَكُم هذَا يَومُ عِيدٍ وَسُرُورٍ وَيَومُ بَهْجَةٍ وَ حُبُورٍ, عَظَّمَ اللهُ قَدْرَهُ وَشَرَّفَهُ .
هذَا يَوْمُ ابْتَلَى اللهُ إِبْرَاهِيمَ الخَلِيلَ, حَيثُ أَمَرَهُ بِذَبْحِ إسْمَاعِيلَ, فَامْتَثَلَ أَمْرَ رَبِّهِ طَائِعًا وَخَرَجَ بِابْنِهِ مُسَارِعًا, فَلَمَّا أْسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمَ, قَدْ صَدَّقتَ الرُّؤْيآ إِنَّا كَذلِكَ نَجْزِي المُحْسِنِينَ, إِنَّ هذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ. وَجَاءَ جِبْرِيلُ مِنَ الْجَنَّةِ بِالْكَبْشِ الَّذِي قَرَّبَهُ هَابِيلُ, فَذَبَحَهُ إبْرَاهِيمُ الخَلِيلُ فِدَآءَ وَلَدِهِ إسْمَاعِيلَ

Hadirin Jama’ah Sholat Idul Adha yang dimulyakan Allah Swt…

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan berbekal iman dan takwa kita dapat memperoleh ridho dari Allah Swt.

 Hari ini adalah hari raya Idul Adha. Hari dimana Allah Swt. menyebutkan dalam Al-qur’an dengan nama hari yang sangat agung. Kalimat-kalimat takbir selalu dikumandangkan di setiap sudut. Mulai dari masjid, surau, pasar, dijalan ataupun di tempat yang lain, baik laki-laki, perempuan, tua, muda, ataupun anak- anak. Mereka mengumandangkan kalimat-kalimat takbir seraya bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan Allah Swt. Terlebih dalam menyikapi kondisi dunia yang sedang mengalami pandemi covid-19, dimana segala aspek sedang mengalami kemerosotan tidak terkecuali masalah ekonomi, sehingga berimbas pada mata pencaharian dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat islam yang didalamnya menyimpan peristiwa bersejarah dalam peradaban kehidupan di muka bumi. Peristiwa tersebut kemudian diabadikan sebagai ritual ibadah yang identik dengan hari raya idul Adha yakni ibadah Kurban dan ibadah Haji. Kedua ibadah ini mengandung hikmah tentang kesabaran, tawakal dan ketaatan kepada Allah Swt.

Hadirin yang dimulyakan Allah Swt…

Ibadah Qurban adalah sebuah ritual ibadah yang bermula dari kisah nabi Ibrahim As. yang bermula dari sebuah mimpi. Dalam mimpinya beliau diperintahkan untuk menyembelih buah hatinya nabi Ismail As. Ketaan dan ketakwaan telah membuatnya untuk melaksanakan perintah Allh Swt. seraya pasrah atas takdir Allh Swt. Kisah tersebut kemudian diabadikan dalam al-Qur’an al-karim :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya :Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggupberusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab, “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” ( Q.S. ash-Shaffat : 102 ).

               Kepatuhan dan kesunggguhan niat nabi Ibrohim As sehingga Allah Swt. menampakkan sifat rahmat-Nya pada nabi Ibrahim As. Dikala keduanya berserah diri dan membaringkan anaknya di atas pelipisnya lalu meletakkan pisau di atas lehernya, Allah Sw.t mendatangkan seekor domba jantan  dari surga sebagai tebusan dari putranya yang akan disembelih. Allah memuji Nabi ibrahim As. atas kesungguhan dan ketaan dalam menjalankan perintahNya. Dalam al-Qur’an Allah berfirman :

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ  قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Artinya :Dan Kami panggil dia, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, “sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. ( Q.S. Assaffat : 104-105 ).

Dari sejarah inilah umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban yang pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah dalalm rangka mengingatkan kita semua kepada tujuan hidup di dunia ini yaitu beribaha kepada Allah Swt. Dalam al-Qur’an disebutkan :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Artinya :Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzariyat: 56)

Hadirin yang bersahaja…

Ibadah selanjutnya yang identik dengan hari raya adalah melaksankan ritual ibadah Haji di tanah Mekah. Ibadah Haji merupakan rukun Islam yang ke-lima dan di wajibkan atas setiap orang muslim yang mampu. Hal ini telah ditegaskan dalam firman Allah Swt. yang berbunyi :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعالَمِينَ 

Artinya :Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Mampu melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang ke-lima ini mengajarkan kita untuk mengorbankan harta yang kita miliki sebagai bentuk syukur atas nikmat harta dan kesehatan yang diberikan Allh Swt. dalam rangka mendekatkan diri kapada Allh Swt. Kesiapan kita dalam mengorbankan harta untuk menjadi tamu Allah Swt. di Baitullah sekaligus mengajarkan kita untuk menjauhi sifat kikir dan kecintaan terhadap kekayaaan materi.

Pengorbanan kita dalam berhaji memberi hikmah untuk tidak membangga–banggakan diri dengan harta yang kita miliki, sebab pada dasarnya semuanya itu adalah titipan dari Allah yang seharusnya kita syukuri dan digunakan dalam beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ibada haji pula merupakan wujud ketaan dan ketundukan kita sebagai hamba atas perintahkan dan berusaha untuk meninggalkan urusan duniawi dan fokus untuk beribadah bagi kepentingan ukhrowi.

Hadirin yang berbahagia..

Marilah kita ambil hikmah dari peristiwa di atas sebagai bentuk pelajaran dalam meningkatkan ketaatan dan ketakwaan dalam penghambaan diri kepada Allah Swt. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah merubah situasi ini, di mana seluruh jamaa’ah haji selain dari Arab Saudi atau orang asing yang berdomisili  di Arab telah membuat pembatalan pemberangkatan ibadah haji guna untuk memutus penularan covid 19. Tentunya sebagian jama’ah haji yang telah lama menatikan kebarangkatkannya merasa kecewa, akan tetapi kalau kita tarik benang merahnya ada pelajaran yang mengajarkan kesabaran. Sebab Allah akan sealau bersama orang-orang yang sabar. Dalam firmanNya berbunyi :

 وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya : Bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.( Q.S. Am-Anfal : 46 )

Ibadah kurban yang dilakukan pada tahun ini sangat bermakna. Masayarakat ekonomi kebawah sangat merasakan dampaknya pandemi ini. Mereka yang kehilangan mata pencaharian dan begitu sulit dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adanya kurban memberikan pealajaran sosial tentang arti berbagi kepada yang membutuhkan serta mengingatkan bahwa harta yang ada pada diri kita ini hakikatnya adalah  sebuah titipan yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

Hadirin yang berbahagia …

Sebagai umat Islam yang memegang bendera Islam, mari kita sama-sama menjalankan perintah tersebut dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Demikianlah khutbah yang singkat ini, semoga bisa menyegarkan jiwa kita dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta menjadi bahan renungan kita dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ, إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ فَاستَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَحِيمُ

Khutbah II

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ولله الحمد اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ. إنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ، فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. وقالَ رسولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً. اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ. اَللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيْضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ وَعَافِيَتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا لَنَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ الفِتَنِ ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ

Baca juga:
Khutbah Idul Adha

Pembukaan Pengajian Rutinan Al-Hikam Kamis Legi Pondok Pesantren Lirboyo 

22 Dzulqo’dah 1440 H / 25 Juli 2019 M
Tempat : Aula Al-Muktamar 
Pukul : 08.00 WIB
Bersama Romo K.H. Anwar Manshur & Masyayikh Lirboyo

Banyak di antara para alumni yang mengajak putranya untuk ikut pengajian, ikut sowan, ikut mencium telapak tangan Masyayikh, ikut berziarah ke makam Mbah Yai Sepuh.
Tujuan dan harapannya agar mereka kenal dengan tradisi arif di pesantren serta bisa memahami dan mengerti kesantunan akhlaq yang diajarkan di pesantren. Dan yang paling penting bisa mengenal beliau dan mencintainya.

Ngireng debune Kyai (Santri nderek Kyai), Santri nurut Kiyai (Santri ikut Kyai). Apapun, di manapun dan sampai kapanpun prinsip seorang Santri adalah nderek poro Kyai.

Ayo ngaji, nderek dhawuhe Kyai!!