All posts by Ahmad Ainul Yaqin

Khutbah Jumat: Berfikir positif dan optimis di Era Milenial

Khutbah I

الْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُودِ أَزَلًا وأَبَدًا بِلَا مَكانٍ, والصَّلاةُ والسَّلمُ الْأَتَمانِ الْأَكْمَلَانِ على سيِّدِنا مُحمدٍ سيِّدِ وَلَدِ عَدْنانَ, وعلى آلهِ وصحبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ لَا نَبِّيَ بَعْدَهُ.

أمّا بعد. فَإِنِّي أُوصِيْكُمْ ونَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتابِهِ : فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

            Pada hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan selalu berusaha menjalankan segala perintah-Nya dan sekuat tenaga menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Dinamika kehidupan yang terus bergantian, kemajuan teknologi yang tak terbendungkan, terkadang membuat kita berada dalam kondisi keterpurukan. Usia yang terus bertambah suatu saat bisa membuat fisik kita menjadi lebih lemah.

Hadirin Jama’ah Sholat Jumat yang bersahaja

Dalam menghadapi hukum adat yang demikian itu dibutuhkan kemapanan rohani dan kecerdasan berfikir. Mari kita tumbuh kembangkan sikap optimis. Optimisme adalah paham keyakinan atas segala sesuatu dari arah yang baik dan menyenangkan, serta sikap selalu memberi harapan baik dalam segala hal. Orang menjadi kuat pada dasarnya karena mentalnya kuat, dan orang menjadi lemah karena mentalnya lemah, begitu juga orang yang sukses karena lanataran ia memiliki keinginan kuat untuk sukses dan orang yang gagal karena ia telah berbuat gagal dan merasa tidak mampu. Hal ini sejalan dengan pesan suci Baginda Nabi Muhammad Saw. :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : “اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلىَ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ  ( رواه مسلم )

Artinya : “Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. “ ( H. R. Muslim ).

Dalam kitab Kasyful musykil, makna kuat pada hadis ini diarahkan pada kekuatan tekad, keteguhan hati dan kewaspadaan. Lebih detail lagi Syaikh Muhammad bin Sholih dalam Syarh Riyadl As-Sholihin mengatakan bahwa makna kuat dalam hadis tersebut diarahkan pada kekuatan iman, bukan kekuatan fisik. Jadi apapun kondisi kita pada saat ini, asalkan imannya kuat, tekadnya kuat, maka itu lebih dicintai oleh Allah Swt dari pada sebaliknya.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati di sisi Allah …

            Orang yang berakal sehat dan cerdas selalu menggunakan setiap detik waktu yang dimiliki untuk kebaikan sehingga tidak ada waktu yang tersisa kecuali diisi dengan amal saleh. Waktu menjadi bermakna bila didasari iman yang kokoh, ditindak lanjuti dengan aneka kesalehan, diperindah dan dikembangkan dengan nasihat dan menasihati tentang kebenaran dan kesabaran. Sebab Allah tidak akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan, tetapi Allah telah menyiapkan kemudahan bersama datangnya kesulitan. Hal ini bisa kita temukan dalam al-Qur’anul Karim :

 فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا.

Artinya : “ Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan “. ( Q.S. al-insyirah : 5-6 ).

Maha benar Allah  denga segala firman-Nya

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Dalam ayat ini terkandung dua hal :

Pertama, kemudahan dan kesulitan itu sangat dekat jaraknya, sampai al-Qur’an menyebutkan secara bersamaan. Keduanya saling terpaut satu sama lain. Maka sangatlah cerdas sebagian ‘Ulama berkata : “ Jika kesulitan itu datang maka kemudahan itu akan datang mengikutinya.

Kedua,  kemudahan datang bersama datangnya kesulitan. Saat ada sesuatu yang Allah ambil dari diri kita pada yang sama Allah juga memberikan sesuatu. Ketika kita kekurangan akan sesuatu kita juga diberikan kelebihan pada hal yang lain. Semuanya hadir begitu lembutnya dalam hidup kita bahkan begitu lembutnya sampai kita tidak menyadarinya. Masih ragukah kita kepada Allah yang Maha Lembut. Yakinlah bahwa ada kenikmatan setelah musibah. Hal ini sejalan dengan pesan suci al-Qur’anul- Karim :

  إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Artinya : “Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.”( Q. S. Yusuf : 100 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Mari kita sinari hati kita, mari kita terangi rumah kita dengan memperbanyak membaca al-Qur’an dan mendirikan sholat malam. Semoga Khutbah yang singkat ini bisa memberikan nilai tambah dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan takwa kita, serta kita bisa menyongsong di tahun yang baru ini dengan berfikir positif dan selalu ternanam sikap optimis dalam mengarungi hidup untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرَّجيم : يَآأَيُّهَاالذينَ  ءَامَنُوا ارْكَعُوا  وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَانِ الْعَظِيمِ . وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوابُ الرَّحِيْمِ

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ.

اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Simak juga:
Dawuh Masyayikh

Khutbah Jumat: Peran Sedekah dalam KeHidupan

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحاتُ, أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ, اللهمَّ  صَلِّ سَيِّدِنا محمدٍالْفاتِحِ لِمَا أُغْلِقِ والْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ  وَالْهادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ و على آله  حَقَّ قَدْرِهِ ومِقْدارِهِ الْعَظِيمِ. اللهمَّ  صَلِّ وسَلِّمْ علَى نُورِ الْأَنْوارِ و سِرِّ الْأَسْرارِ وتِرْياكِ الْأَخْيارِ و مِفْتاحِ بابِ الْيَسارِ, سَيِّدِنا محمدٍ الْمُخْتارِ وآله الْأَدْهار وأَصْحابِهِ الْأَخْيارِ,  عَدَدَ نِعَمِهِ وإِفْضالِهِ.

أمّا بعد. فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : أَعُوذُ بالله مِنَ الشَّيطان الرَّجيم: فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ,وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ,فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

فَياعِبادَ اللهِ. اتَّقُوااللهَ  حَقَّ تُقاتِهِ  ولا تَمُوتُنَّ إِلَّا وأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan Allah …

Di hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dalam arti menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan menjauhi serta meninggalkan apa yang telah dilarang-Nya.

Hadirin Sidang Jum’at yang berbahagia …

Jika tangan kita terasa berat memberi kepada sesama maka ringankanlah lisan kita untuk mendoakannya. Orang yang berakhlak mulia akan menafkahkan kelebihan hartanya dan menahan kelebihan ucapannya, berbuat baik kepada sesama seraya mengikuti sunah Rasulullah Saw.. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’anul Karim :

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. ( Q.S al-Lail : 5-7 )

Dalam ayat ini terdapat kandungan tentang penjelasan tingkah laku manusia yang terbagi menjadi tiga :

Pertama, suka memberi. Artinya suka menolong kepada sesama, ia tidak hanya mengeluarkan zakat kekayaannya yang merupakan kewajiban, tetapi juga berinfak, bersedekah serta hal-hal lain yang merupakan sebuah kesunahan.

Kedua, bertakwa. Yaitu takut mengabaikan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya. Istiqomah dalam iman, istiqomah dalam tauhid, dan istiqomah dalam amaliyah.

Ketiga, membenarkan kebaikan Allah. Yaitu mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, lalu mensyukuri nikmat tersebut. Di antara nikmat terbesar Allah adalah Surga. Oleh karena itu ia tidak segan-segan beramal baik di dunia. Hal ini penting kita yakini karena keyakinan melebihi dari ilmu pengetahuan, bahwa orang yang memberi itu kaya. Orang yang takut miskin sebenarnya sudah jatuh miskin. Saat kita memberi kita akan menerima. Saat kita menolong orang lain pada saat yang sama sejatinya kita menolong diri kita sendiri. Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya. Karena itu banyak orang yang lebih suka menerima dari pada memberi, dan lebih suka ditolog dari pada menolong.

Hadirin Jama’ah Shloat Jum’at yang bersahaja …

Rasulullah Saw. telah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَالِمٍ بَخِيلٍ ( رواه الترمذي ).

Artinya :” Dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari menusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih Allah cintai dari pada seorang ‘alim yang bakhil. ( H.R. at-Tirmidzi ).

Hadirin Sidang Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Begitu indahnya sabda Rasulullah Saw. Mari kita hayati, kita renungkan, dan kita aplikasikan dalam praktik kehidupan nyata bahwa memberi itu kaya. Dalam kesempatan lain rasulullah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.  رواه مسلم

Artinya : “Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).” (HR. Muslim).

Hadirin Sidang Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Berbahagialah orang yang rendah hatinya, halal penghasilannya, bersih jiwanya, dan mulia akhlaknya. Orang yang berakhlak mulia akan menafkahkan kelebihan hartanya, menahan kelebihan ucapannya, berbuat baik kepada sesama dan mau berbagi kesejahteraan dengan sesama. Karena sikap dermawan dan tulus adalah konsistensi keimanan seseorang dalam dimensi kemanusiaan. Dari dua hadis ini mempunyai makna dan cakupan yang cukup luas dan mengandung beberapa pelajaran yang sangat berharga.

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Sedekah memiliki kemanfaatan dalam kehidupan kita sebagai umat Islam, di antaranya :

Memperkuat keimanan. Pengakuan iman seseorang tidak cukup pada tatanan lisan, tapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan nyata. Salah satunya adalah sedekah. Sebuah kesadaran dan kemauan untuk mau berbagi kesejahteraan kepada sesama hanya semata-mata karena Allah.

Meningkatkan rasa empati sosial. Konsep sedekah secara esensi adalah dengan cara memberikan apa yang kita punya baik materil maunpun non meteril untuk orang yang membutuhkan. Perilaku bersedekah mensyaratkan adanya sesuatu yang bisa diberikan kepada yang diberi. Bagi orang-orang yang bersedekah semata-mata untuk membantu dan meringankan beban orang yang dibantu serta akan melatih sikap empati kita kepada orang lain.

Terhindar dari nilai materialisme.  Dalam arti kita menyadari bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan dari Allah. Sehingga menyisihkan sebagian harta kita untuk disedekahkan kepada yang membutuhkan akan menambah syukur kita kepada Allah dengan dijadikan sebagai orang yang memberi bukan orang yang menerima. Sebab,tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Saw. :

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ ( رواه البخاري )

Artinya :” Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” ( H. R. Bukhari).

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Sekian khutbah pada kesempatan ini, semoga kita semuanya dimudahkan oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang Ahli sedekah, agar hidup kita lebih berkah. Amin.

بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

Follow juga:
instagram @pondoklirboyo

Khutbah Jumat: Membebaskan Diri dari Kehidupan yang Merugi

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحاتُ, أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ, اللهمَّ  صَلِّ وسَلِّمْ علَى نُورِ الْأَنْوارِ و سِرِّ الْأَسْرارِ وتِرْياكِ الْأَخْيارِ و مِفْتاحِ بابِ الْيَسارِ, سَيِّدِنا محمدٍ الْمُخْتارِ وآله الْأَدْهار وأَصْحابِهِ الْأَخْيارِ,  عَدَدَ نِعَمِهِ وإِفْضالِهِ.

أمّا بعد. فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ  .

فَياعِبادَ اللهِ. اتَّقُوااللهَ  حَقَّ تُقاتِهِ  ولا تَمُوتُنَّ إِلَّا وأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin Sidang Sidang Jum’at yang di Rahmati Allah …

            Marilah kita senantiasa untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan janganlah sekali-kali kita meninggalkan Dunia ini kecuali dalam keadaan Islam dan khusnul khotimah. Amin.

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Waktu adalah kehidupan. Jika sebagian waktu kita hilang secara percuma maka hilang pula sebagian usia kita. Menyia-nyiakan waktu itu lebih berbahaya dari pada sebuah kematian, karena memutus hubungan kita dengan Allah dan Akhirat. Sedangkan kematian hanya memutus dari kehidupan Dunia dan sanak keluarga. Allah Swt telah berfirman :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْ إِلَّا وأَنْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ  )3)

Artinya :” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”. (QS. al-Ashr).

Hadirin Sidang Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

            Waktu menjadi bermakna bila didasari dengan iman yang kokoh. Ditindak lanjuti dengan aneka kesalehan,  diperindah dan dikembangkan dengan nasihat dan menasehi tentang kebenaran dan kesabaran. Waktu sangat berharga dalam kehidupan kita, waktu tidak dapat berputar kembali, waktu akan berputar sesuai porosnya. Maka kita harus cerdas membagi dan menghormatinya. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya demi mengasilkan dan kemanfaatan bagi kehidupan kita.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah Swt. …

            Agar terhindar dari kerugian, kita harus mengisi waktu dengan empat hal sebagaimana yang telah diabadikan Allah pada surat al-‘Ashr.

Pertama, iman yang benar. Artinya iman yang benar mejadi faktor untuk mewujudkan kehidupan yang baik. Allah Swt. telah berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Arinya :’’ Barang siapa yang mengerjakan amal saleh —baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” ( q. S. An-Nahl : 97 ).

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

               Ayat ini mengandung pelajaran bahwa sebenarnya kebahagian itu tidak perlu kita cari dengan keliling dunia. Menghabiskan biaya, waktu, dan energi yang banyak, tapi penting kita yakini, karena keyakinan melebihi ilmu pengetahuan bahwa kebahagiaan adalah produk dari hidup yang baik. Hidup menjadi baik, bermakna, dan berkah manakala kita mengikuti petunjuk Allah dan petunjuk Rasulullah Saw.

Kedua, amal soleh  yang didasari oleh iman. Sebagaimana yang telah ditegaskan dalam surat al-‘Ashr bisa mencegah manusia dari kerugian, bahkan di akhirat menjadi bekal untuk berjumpa dengan Allah. Hal ini bisa kita temukan dalam al-qur’anul Karim :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Artinya : “Katakanlah, “Sesungguhnya Aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Barang siapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.”( Q.S. al-Kahfi : 110 ).

               Ketiga, saling menasehati dalam kebenaran. Manusia dilengkapi oleh Allah dengan insting dan perasaan. Karena itu seseoarng mudah terpengaruh oleh segala  sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Bereaksi terhadap sesuatu apa yang dilihat dan didengar dapat menyebabkan lupa akan sebuah kebenaran yang hakiki. Maka sangatlah penting untuk saling menasehati agar tetap dalam koridor kebenaran. Oleh karena itu ada pesan khusus dari Allah Swt dalam al-Qur’anul Karim :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya :” Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” ( Q.S. at-Taubat : 119 ).

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Keempat, saling Menasehati dalam kesabaran. Dalam menjalani kehidupan, manusia berhadapan dengan godaan dan tantangan. Maka diperlukan kesabaran agar manusia tidak mengalami kerugian. Allah berfirman dalam al-Qur’anul Karim :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Q.S. al-Baqarah : 155 ).

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

            Demikian khutbah pada kesempatan ini, semoga kita semua bisa mengamalkan isi khutbah ini dan bisa menghantarkan untuk meraih kehidupan yang barokah serta mendapatkan predikat min Ahlil Jannah di Akhirat kelak. Amin. 

بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ

تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ.

اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MERAIH RIDA-NYA DENGAN BERDZIKIR

Follow juga:
instagram @pondoklirboyo

Khutbah Jum’at: Tolong-menolong dalam Kebaikan dan Ketakwaan

KHUTBAH I

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي قَوَّى  بِدَلائِلِ دِيْنِهِ أَرْكانَ الشَّرِيعَةِ, وصَحَّحَ بِأَحْكامِهِ فُرُوعَ الْمَلَّةِ الْحَنِيفِيَّةِ, أَحْمَدُهُ سُبْحانَهُ عَلى ماعَلَّمَ, وأَشْكُرُهُ عَلى ماأَنْعَمَ, أَشْهَدُ أَنْ لاإِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِين, وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعالَمِيْنَ صلى اللهُ عليه وعلى آلِهِ وأصْحابِهِ صَلَاةً تَنْشَرِحُ بِها الصُّدُوْرُ وتُهَوِّنُ بِها الْأُمُورُ وتَنْكَشِفُ بِها السُّتُوْرُ, وسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا مادَامَتِ الدُّهُورْ.

أمّا بَعْدُ,  فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : يَا أيُّه الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُو اللهَ ولْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَاقَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Dalam kesempatan yang penuh dengan keberkahan ini, marilah kita senantiasa untuk selalu meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala, dengan selalu menjalankan perintah-Nya dan berusaha sekuat tenaga untuk menjahui segala larangan-Nya. Sebab iman dan takwa adalah modal kita besok ketika menghadap Allah Swt.

Hadirin kaum Muslimin yang berbahagia …

            Pergeseran masa dan perputaran waktu telah merubah wajah dunia menjadi semakin tak menentu. Bahkan jika ada ada seseorang yang berbuat baik, seolah-olah dia termasuk orang yang  aneh dan tabu. Sungguh mengherankan. Sehingga kita sebagai umat muslim perlu untuk selalu terdepan dalam setiap amal kebajikan. Pintu kebaikan sangat banyak. Dan suatu kedustaan jika ada seseorang yang berkata telah kehabisan jalan untuk berbuat baik.

            Jika kita merindukan cinta dan simpati orang lain, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Hal ini sejalan dengan pesan suci dalam al-Qur’anul Karim :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan to­long-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertak­walah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya.” (  Q. S. Al-Maidah : 02 )

Hadirin Jama’ah shloat Jum’at yang bersahaja …

            Dalam praktik kehidupan, tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan memiliki peran dan manfaat yang berlimpah. Di antaranya adalah membentengi kita sebagai umat Islam dari ketegangan dan perselisian, menumbuhkembangkan cinta dan kerja sama, memperkuat prinsip kesatuan dan kebersamaan, memperkuat barisan dan membangkitkan semangat, serta memelihara nilai-nilai kejujuran dan ketulusan dalam hidup bermasyarakat.

            Fakta berbicara, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan segala ragamnya, ternyata tidak berhasil mngangkat harkat kehidupan manusia secara hakiki. Yang terjadi justru sebaliknya muncul kegelisahan-kegelisahan dan semakin tidak bermaknanya kehidupan serta hampanya nilai spiritual. Seharusnya kondisi dan hasil kemajuan itu membawa kebahagiaan yang lebih banyak kepada manusia dalam hidupnya. Tetapi muncul kenyataan yang menyedihkan, bahwa kebahagiaan itu semakin jauh, hidup semakin sukar dan kesukaran-kesukaran material berganti menjadi kesukaran mental. Beban jiwa semakain berat, kegelisaan dan ketegangan serta penderitaan lebih terasa. Demikian pula beberapa penelitian ilmiah terhadap orang-orang yang gemar tolong-menolong dan saling berbuat baik kepada sesama. Mayoritas dari mereka diberikan keberkahan dan ketenangan dalam hidupnya, memiliki umur yang panjang dalam keadaan sehat.

Rasulullah Saw. berpesan dalam hadistnya :

اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ ( رواه مسلم)

Artinya :” Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di cintai Allah dibading mukmin yang lemah.” ( H. R. Muslim ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Kita sebagai umat muslim sudah sepantasnya berusaha menjadi mukmin yang kuat, dengan selalu menanamkan sikap tolong-tolong dan berbuat baik kepada sesama. Keberkahan hidup akan muncul jika kita selalu berbuat baik kepada orang lain dengan kadar kemampuan yang kita miliki. Sebab jika jiwa kita merasa berat berbuat baiak dan sulit untuk saling tolong- menolong, menadakan ada tanda–tanda keimanan kita mulai lemah. Hal demikian sangatlah berbahaya, karena akan menimbulkan penyakit-penyakit hati. Seperti dengki, iri hati, dan dendam kepada orang lain. Oleh karenanya kiat sebagai umat Islam harus selalu menjaga keimianan kita dengan selalu melatih bersikap baik dan tolong-menolong kepada sesama yang dibarengi dengan ketakwaan agar terselamatkan dari penyakit hati.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia.

Demikian khutbah singkat pada kesempatan ini, semoga kita semuanya oleh Allah dijauhkan dari penyakit–penyakit hati dan semoga kita diberi kemudahan untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Amin.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ.

اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT : SUPAYA AMAL BISA DITERIMA

Subscribe juga:
Channel Pondok Pesantren Lirboyo

Khutbah Jumat: Menempuh Jalan Lurus

KHUTBAH I

الحَمْدُ لِلَّهِ الّذي جَعَلَ لِكُلِ أُمَّةٍ شِرْعَةً ومِنْهاجًا وخَصَّ هَذِهِ الْأُمَةَ بِأَوْضَحِهِما أَحْكَامًا وحُجَجًا والصَّلاةُ والسَّلامُ على سَيِّدِنا وحَبِيْبِنا مُحمَّدٍ مِفْتاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صلاةً وسَلامًا دائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ. وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. يآأَيُّهاالَّذِيْنَ آمنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُوْلُوا قَوْلًا شَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ويَغْفِرْ لَكُمْ دُنُوْبَكُمْ ومَنْ يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Dalam momentum yang penuh dengan keberkahan ini, marilah kita sebagai umat Islam untuk senantiasa menguatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. Cobaan dan ujian yang selalu menerpa kehidupan kita tak lain adalah cara Allah untuk mengukur kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya. Berbekal iman dan takwa, kelak kita akan selamat dunia dan akhirat.

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Dalam mengahadapi kehidupan sehari-hari, terkadang kita berfikir untuk menghindar dari sebuah resiko yang begitu besar dan mengharapkan keuntungan yang amat besar. Padahal dalam kehidupan, segala tindakan dan perbuatan pasti akan ada sebuah resiko, tinggal bagaimana kita menimbang, mana yang lebih besar. Sebab jika dalam melangkah selalu takut akan sebuah resiko maka kehidupan kita tidak bisa berkembang. Akan tetapi juga  jika selalu menuruti gengsi semata kita bisa terombang-ambing dalam tatanan kehidupan. Maka dalam melakukan hal apapun, kita sebagai umat Islam mintalah petunjuk dan bimbingan Allah dengan banyak berdo’a dan berdzikir agar selamat sampai tujuan.

Allah Swt. berfirma  dalam al-Qur’anul Karim :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya :” Barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” ( Q. S. An- Nahl : 97 ).

Jalan lurus, dalam Bahasa Arab disebut shirothol mustaqim. Jalan lurus berarti bermakna jalan kebenaran, yang menghantarkan kita menuju kebahagiaan dan keberuntungan.

Hadirin Jama’ah Sholat Jumat yang berbahagia …

              Berjuta-juta perkara yang kita butuhkan di dunia ini, yang paling penting adalah jalan lurus. Di dunia ini hanya ada dua jalan yang menjadi pilihan untuk kita lewati yaitu jalan lurus atau jalan bengkong. Jika kita melewati jalan bengkong seperti halnya sering melakukan kemaksiatan dan melanggar aturan- aturan agama maka kita akan kehilangan kebahagian. Sebaliknya, jika kita melewati jalan lurus dengan selalu menjalani aturan-aturan agama tentu kita akan meraih kebahagiaan.

Akan tetapi, menempuh jalan lurus dan kebenaran itu tidaklah mudah. Di dunia ini banyak jalan yang bercabang-cabang. Sedikit terlena dan salah melangkah, pastilah kita akan terjebak ke jurang penderitaan.

               Dalam lingkungan kehidupan kita di muka bumi ini, kita pastinya selalu berdampingan dengan alam, tumbuhan, dan binatang. Ada tumbuhan yang berbuah dan ada yang tidak. Dari tumbuhan itu ada yang dapat di makan, dan ada pula yang menyimpan racun yang sangat berbahaya. Begitu pula binatang, ada yang menyimpan bisa, beracun dan mencelakakan, sementara banyak pula yang bisa dimakan. Apabila kita salah memilih dan melangkah, berarti kita tidak menempuh jalan lurus dan melakukan sebuah kesalahan.

               Dalam kancah kehidupan sehari-hari juga demikian. Salah memilih berarti salah melangkah, dan pasti menuju jalan sesat. Betapa seorang pemuda yang dibesarkan dari keluarga baik-baik akhirnya menjadi rusak karena salah memilih pergaulan di luar sana. Betapa seorang laki-laki yang awalnya begitu bakti kepada orang tuanya namun ketika salah memilih istri, akhirnya lupa kepada orang tuanya.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Dalam sehari semalam kita selalu memanjatkan permohonan do’a kepada Allah melalui sholat :

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ

Artinya: “Tunjukilah kami di jalan yang lurus.”

Tetapi sudahkah ucapan dalam setiap roka’at shalat itu benar-benar kita pahami? ataukah hanya sebuah bacaan yang tak membekas dalam hati?

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah menempuh jalan lurus itu bagaimana? Jika yang kita maksudkan adalah sebuah keselamatan, keberkahan, dan kenikmatan hidup, maka tentu jalan-jalan orang yang diberi kenikmatan bukanlah jalan orang-orang yang mendapat kemakmuran Allah.

Dalam al-Qur’anul Karim Allah Swt. berfirman :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7).

Artinya : “Tunjukkan jalan yang lurus, jalan orang yang Kauberi nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurka, dan bukan (jalan) mereka yang sesat” (Q.S. Al-Fatihah : 6-7 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Kita sebagai manusia memang punya akal. Tetapi tidak selamanya akal itu cerdas. Ia tidak selamanya pula dapat memastikan pilihannya menempuh jalan lurus. Kadang-kadang akal menjadi bodoh ketika hati dikuasai hawa nafsu. Sering kali jalan bengkong di sangka jalan lurus. Bahkan telah menapaki jalan lurus, hati menjadi ragu-ragu karena di hadapan kita tampak jalan yang bercabang-cabang. Terlebih hal yang paling besar yaitu memilih keimanan dan keyakinan. Oleh karena itu kita tetap membutuhkan bimbingan dan petunjuk dari Allah. Tunjukkanlah jalan yang lurus yaitu jalannya  orang-orang yang telah Engkau beri kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan sesat.

               Yang dimaksud Allah jalan yang lurus dan jalan yang benar ialah jalan yang ditempuh, dijalani, atau digariskan oleh orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah Swt. yaitu para Nabi, Rasul, Orang-orang yang saleh, serta orang–orang yang sejalan dengan pemikiran, pendapat dan kepercayaan yang sama dengan para Nabi dan Rasul. Hal ini selajan pula dengan firman Allah Swt.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا (69) ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا (70).

Artinya : “Dan barang siapa taat kepada Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para siddiqin, para syuhada, dan orangorang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yanh demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui” (Q.S. An-Nisa’ ayat 69-70).

Kaum Muslimin Yang berbagia …

               Nikmat dalam konteks ini adalah sebuah ilmu dan iman. Keduanya akan membimbing langkah kita menuju ke jalan yang benar dan bahagia. Banyak orang yang kaya tetapi hidupnya tak bahagia. Hatinya mejadi kering dalam berkasih sayang, ketika mendapai masalah ia menjadi berat dan putus asa, depresi, cemas, dan takut. Hal ini didasari karena di hati mereka tidak terdapat iman kepada Allah. Seandainya ia iman dan yakin kepada Allah, pastilah akan mengadu kepada Allah bila menemui masalah-masalah yang pelik.

               Iman adalah percaya. jika seorang telah beriman kepada Allah berarti ia percaya dengan segala sesuatu yang datang dari-Nya. Agama Islam menjelaskan tentang kebaikan dan keburukan. Kebaikan adalah jalan lurus, sedangkan keburukan adalah jalan sesat. Telah nyata ajaran tersebut dan mudah untuk diterapkan, akan tetapi sering kali diabaikan.

               Sesungguhnya Islam itu begitu sederhana dan mudah sekali diamalkan. Hanya ada dua ajaran utama dalam agama kita yaitu menjalani jalan yang lurus dan menghindari jalan yang sesat. Setiap rokaat dalam shalat, kalimat permohonan itu senantiasa kita ucapka kepada Allah. Oleh karena itu seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hidup kita ini berkah dan mendapat kebahagiaan yang sempurna.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Mungkin itu saja khutbah singkat pada kesempatan kali ini, semoga kita semua selalu di mudahkan untuk menuju jalan yang lurus , jalan yang di ridhai Allah dan terhindar dari jalan yang sesat. Amin.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ

اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Channel Pondok Pesantren Lirboyo

# KHUTBAH JUMAT: MENEMPUH JALAN LURUS
# KHUTBAH JUMAT: MENEMPUH JALAN LURUS