11,125 views

Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat (P3HM)

Sejarah Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat

Wanita adalah tiang negara. Bila wanita rusak, maka hancurlah negara itu. Demikian sebuah hadits Nabi tentang eksistensi seorang wanita terhadap bangsanya. Dari cuplikan hadits di atas, wanita seakan menjadi sebuah barometer penentu maju mundurnya nasib suatu bangsa. Memang dalam sebuah ritme kehidupan, wanita banyak memberikan corak warna bagi kehidupan tersebut. Walau kadang hal itu kurang begitu disadari.

Maka jelas sudah, bila seorang wanita membutuhkan pendidikan dan pelajaran sebagai bekal persiapan diri menjadi tiang-tiang yang kokoh bagi bangsa-bangsa mereka. Menilik begitu, dibutuhkannya pendidikan bagi kaum wanita. Maka dengan alasan tersebut, KH. Mahrus Aly selaku Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo kala itu, merasa terpanggil mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan yang diperuntukkan bagi kaum putri yang akhirnya beliau utarakan kepada menantu dan putri beliau yakni KH. M. Anwar Manshur dan Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum untuk mendirikan sebuah Pondok Pesantren Putri sebagai jawaban atas segala tuntutan, sekaligus sebagai pelengkap Pondok Pesantren Putra Lirboyo yang terlebih dahulu berdiri sejak tahun 1910 H.

Pada tanggal 15 September 1985 M. / 01 Muharram 1406 H. Pondok Pesanten Hidayatul Mubtadi-aat resmi berdiri. Pada mulanya KH. M. Anwar Manshur dan Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum merasa ragu untuk melangkah dalam merealisasikan inisiatif ayahanda beliau. Namun setelah kembali berfikir dan melihat begitu dibutuhkannya pendidikan agama untuk kaum putri, maka beliau pun mulai mencoba. Diawali dengan datangnya 2 santri perdana yaitu Kholilah asal kota Metropolitan (Jakarta) dan Nur Hayati (Karawang) beserta para khodimah keluarga Pondok Pesantren Lirboyo, mereka mengaji di ndalem Romo KH. M. Anwar Manshur dan diajar langsung oleh Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum yang dibantu oleh Ibu Nyai Hj. Ummi Sa’adah Sa’di (Istri KH. Habibulloh Zaini) dengan sistem sorogan.

Kemudian untuk meningkatkan kualitas pendidikan, maka yang semula hanya berbentuk pengajian biasa, kemudian ditingkatkan dengan sistem Madrasah, namun tetap diisi dengan pengajian biasa. Selanjutnya, ditingkatkan dengan pengajian kitab-kitab kuning dengan sistem sorogan di luar jam sekolah. Sistem ini digunakan karena waktu itu penanganannya masih memungkinkan, sebab jumlah santri pada waktu itu baru berjumlah sekitar 15 orang.

Pada tahun 1987-1988 M. / 1407-1408 H. secara formal mulai diterapkan sistem Pendidikan Madrasah. Pada mulanya Madrasah Putri Hidayatul Mubtadi-aat bernama MHM, kemudian mengalami perubahan pada tahun 1418 H. menjadi MPHM (Lembaga Pendidikan dibawah naungan P3HM). Secara struktural personalia Pengurus MPHM adalah KH. M. Anwar Manshur sebagai Pelindung sekaligus Penasehat dan untuk ketuanya adalah Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum dengan staf pengajarnya diambilkan dari alumni Madrasah Pondok Putra Hidayatul Mubtadiin. Siswi MPHM kala itu berjumlah 15 orang yang terus berkembang hingga saat ini.

Seiring dengan berkembangnya jumlah santri yang tentunya membutuhkan tambahan tenaga pengajar, maka KH. M. Anwar Manshur dan kedua putra beliau yakni KH. ‘Athoillah Sholahuddin serts Agus H. Ali Ya’lu Wala Yu’la ‘Alaih pun akhirnya ikut membantu memberikan pengajaran kepada para santri. Berhubung masih permulaan, maka kondisi sarana dan prasarana pun kurang memadai karena belum terdapat kamar khusus untuk para santri, sehingga para santri menempati kamar-kamar keluarga KH. M. Anwar Manshur. Saat itu belum terkesan adanya pondok, namun lebih mirip seperti keluarga besar.

Pada akhirnya, KH. M. Anwar Manshur dan Ibu Nyai HJ. Ummi Kultsum sepakat membangun kamar-kamar khusus dan gedung Madrasah bagi santri agar dapat memenuhi kebutuhan santri yang terus menunjukkan pertambahan angka dari waktu ke waktu. Setelah kondisi fisik telah memadai, maka dirasa perlu untuk membentuk sebuah susunan keorganisasian yang sistematik dengan tujuan agar perkembangan dan kualitas pendidikan pondok semakin terarah, maka dipilihlah seorang santri dari Ciamis yakni Umi Saroh sebagai ketua pondok perdana di tahun 1407-1408 H./ 1987-1988 M.

Visi dan Misi

Untuk menciptakan generasi berikutnya sekaligus menjaga eksistensi yayasan, pondok ini mempunyai visi dan misi antara lain:

  1. Terwujudnya generasi Islam ‘Ala Ahli Al-Sunnah Wal Jama’ah;
  2. Tegaknya Agama Islam ‘Ala Ahli Al-Sunnah Wal Jama’ah;
  3. Membantu program pemerintah dalam membangun manusia seutuhnya;
  4. Sebagai sarana pendidikan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia;
  5. Sebagai media dakwah masyarakat;
  6. Sebagai sarana sosial kemasyarakatan;
  7. Sebagai media informasi dan komunikasi pendidikan.
Fasilitas dan penunjang pendidikan

Dari tahun ke tahun alhamdulillah Pondok Pesantren terus berkembang baik segi fisik maupun pendidikan. Dari segi fisiknya banyak sekali bangunan-bangunan yang didirikan untuk melengkapi fasilitas dan penunjang pendidikan di antaranya:

Unit Pendidikan

Madrasah Tingkat Ibtidaiyah (6 Tahun)
Madrasah Tingkat Tsanawiyah (3 Tahun)
Madrasah Tingkat Aliyah (3 Tahun)
Sekolah I’dadiyah (1 Tahun)
Al-Robithoh (1 Tahun)
Perkuliahan
Tahfidzil Qur’an
Tartilil Qur’an
Bahtsul Masaa’il
Pengajian Kitab-kitab Fiqh
Musyawaroh Kitab-kitab Fiqh
Pendidikan Ekstrakurikuler

Jadwal kegiatan sehari-hari
Catatan:
  • Libur Sekolah Setiap Malam Jum’at Untuk Kelas 2 Tsanawiyah – 3 Aliyah dan Setiap Hari Jum’at  Untuk Kelas 2 Ibtidaiyah – 1 Tsanawiyah.
  • Setiap Malam Jum’at Pukul 08.00 – 09.30 WIs Malam Dilaksanakan Jam’iyyah Dengan Materi Diba’iyah, Khitobah, Barzanji, Simtu Ad Duror Dll
  • Setiap Hari Rabu Pukul 08.00 – 09.45 WIs Pagi dilaksanakan Kegiatan Musyawaroh Fath AlQorib
Galeri Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat

Download Brosur P3HM 2022-2023 (PDF)

baca juga: Sejarah Pembangunan Gedung
tonton juga: #8 PENGAJIAN KITAB AL MIZAN AL KUBRO | KH. M. ANWAR MANSHUR

14

35 thoughts on “Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat (P3HM)

  1. Assalamualaikum, di pondok lirboyo ini apakah saya bisa mengajukan diri untuk pengabdian? jika tidak, bisakah saya ngaji kilatan disana selama sekiranya setahun lamanya?
    Jazakumullah khoiron Katsiro.
    Wassalamualaikum…

  2. Apakah dipondok lirboyo menerima santri yang sudah lulus sma?? Dan biaya administrasinya berapa dari awam masuk dan perbulanya…🙏🏻🙏🏻

    1. “Pondok Pesantren Lirboyo menerima Santri dari semua kalangan. Untuk biaya administrasinya bisa dilihat di website pada menu penerimaan santri baru, atau pada kategori Pondok Unit. “

  3. Assalamualaikum
    Maaf mau bertanya…bagaimana cara daftar menjadi santri di sini?
    Saya bingung menjalani cara daftarnya🙏🏻🙏🏻☺️
    Wassalamu’alaikum

  4. Assalamu’alaikum…
    Maaf mau bertanya…
    Untuk persyaratan masuk p3hm dan biaya pondok nya berapa?..
    Terimakasih..
    Wassalamu’alaikum

  5. Assalamualaikum,permisi apakah pondok nya masi menerima santri lagi soalnya anak saya ingin masuk ke pondok ini

  6. Jika tdk lulus tes masuk Aliyah apakah diputuskan masuk kls 3 Tsanawiyah ataukah hrs dr kls 1 Tsanawiyah? Mengingat sdh prnh bljr Alfiyyah di psntren sblmnya..

    Mohon infonya ustadzah… Syukron jaziilaa…

  7. assalamualaikum, maaf mau tanya, di unit pondok manakah yang bisa menerima sekolah formal???anak saya perempuan…rencananya sma mw mondok plus sekolah di lirboyo kediri

    1. Wa’alaikumsalam, di Lirboyo yang sekaligus memfasilitasi sekolah formal adalah di Pondok Unit Al-Mahrusiyah & Ar-Risalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.