699 views

Mengenal Kitab Minhajul Muta’alim Karya Imam Ghazali

Mengenal Kitab Minhajul Muta’alim Karya Imam Ghazali

Kitab Minhajul Mutaalim merupakan karya Imam al-Ghazali yang membahas tentang kewajiban mencari ilmu. Beliau membaginya ke dalam tiga bab pokok, yaitu; ilmu, guru dan murid.

Pujian Allah untuk orang-orang yang mempunyai ilmu dan keutamaan ilmu tertuang dalam ayat-ayat al- Qur’an sebagi berikut:

يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أتوا العلم درجات

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dari kalian semua, dan orang-orang yang diberikan ilmu.” (QS. Al-Mujadalah:11).

قل هل يستوي الذين يعملون والذين لايعلمون

“Katakanlah (Muhammad), tidak sama orang-orang yang mempunyai ilmu dan orang-orang yang tidak memiliki ilmu.” (QS. Az-Zumar:9).

Menuntut ilmu adalah pekerjaan yang sangat penting bagi manusia, apalagi di zaman sekarang ini banyak orang-orang yang menyebarkan berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu karena dalam menyampaikannya tidak dilandasi dengan ilmu. Apabila mereka berilmu, pasti tidak akan berani menyebarkan berita hoax. Karena dia mengerti, semua yang disebutkan pasti akan dimintai pertanggungjawaban.

Kewajiban mempelajari ilmu

Imam Al Ghazali beranalogi dalam kitabnya bahwa: “Setiap ibadah seperti salat, zakat, dan puasa itu hukumnya fardhu. Maksudnya fardhu pada waktu-waktu tertentu saja. Akan tetapi orang yang belajar ilmu agama atau orang yang belajar ilmu yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari itu hukumnya fardhu setiap saat. Tidak terikat pada waktu tertentu. Argumentasi ini dilandasi dari wahyu Allah SWT yang diberikan untuk Nabi Daud AS.

يا داود اتخذ نعليك من حديد وعصاك من حديد واطلب العلم حتى ينقطع نعلاك وينكسر عصاك

“Wahai Nabi Daud, buatlah ke dua sandalmu dari besi, dan juga buat tongkatmu itu dari besi. Dan carilah ilmu sampai ke dua sandal dan tongkatmu itu putus.”

Mengetahui perkara yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari hukumnya wajib. Seperti makan dan minum. Hidupnya hati itu tidak lain karena ilmu. Seperti kehidupan badan. Badan bisa sehat, bisa gerak dengan kuat tidak lain dengan makan dan minum. Dan semua itu harus dibarengi dengan ilmu. Dalam hadis Nabi bersabda:

من كان حيّا بالعلم لم يمت أبدا

“Barang siapa yang hidupnya memiliki ilmu maka ia tidak akan mati selamanya.”

Imam Al Ghazali juga menjelaskan bahwasannya mencari ilmu yang berhubungan dengan Allah (معرفة الله) seperti salat, zakat, puasa, haji, perkara yang berhubungan dengan halal dan haram, hukum memperlajarinya adalah fadu ain. Buah yang didapat dari mempelajar ilmu tersebut adalah seseorang akan selalu mengerjakan perkara-perkara yang diwajibkan dalam syariat. Sehingga hubungan hamba dengan Tuhannya akan dirasa baik.

Keharaman mempelajari ilmu yuang berhubungan dengan perkara yang haram

Sedangkan belajar ilmu yang berhubungan dengan perkara yang haram, maka hukumnya juga haram. Seperti belajar ilmu sihir. Ilmu sihir tidak memiliki manfaat sama sekali, justru dapat meyebabkan kekufuran dan syirik.

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW ditanyai oleh salah satu sahabatnya;

“Sebenarnya amal apa yang lebih utama, wahai Nabi?”

“Ilmu.” Jawab Nabi Muhammad

Kemudian ditanyai lagi. “Amal apa lagi yang engkau harapkan, wahai Rasul?”

“Ilmu.” Jawab Nabi lagi.

Kemudian ditanya lagi. “Setiap saya tanya tentang amal dan jawaban panjenengan tetap ‘ilmu’, wahai Rasul. Sebenarnya kenapa?”

“Karena sesungguhnya amal yang sedikit dengan disertai ilmu itu memberikan manfaat, sednag amal yang banyak tapi tidak disertai ilmu, melainkan disertai dengan kebodohan, maka tidak memberikan manfaat.”

Sepenting itulah ilmu dalam diri kita. Sehingga setiap pekerjaan, tingkah laku dan pembicaraan kita, seyogyanya harus dibarengi dengan ilmu. Apabila tidak, maka bisa disamakan seperti motor yang bagus namun tidak memiliki bahan bakar.[]

baca juga: Tiga Pembagian Ilmu Syariat yang Wajib Dipelajari
tonton juga: Dakwah Dengan Tingkah Laku | KH. M. Anwar Manshur

Penulis: Reza Nur Zaini.

Mengenal Kitab Minhajul Muta’alim Karya Imam Ghazali
Mengenal Kitab Minhajul Muta’alim Karya Imam Ghazali

3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.