Hukum Salat “Rebo Wekasan”

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sering kita mendengar istilah Rebo Wekasan. Masyarakat meyakini bahwa pada hari itu diturunkan bermacam-macam marabahaya. Banyak pemuka agama yang melakukan shalat berjamaah dengan kaifiyah yang agak beda dengan salat yang lain dengan tujuan supaya Allah menjaga dari macam-macam marabahaya. Bagaimanahkah hukum melakukan salat Rebo Wekasan? terimakasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Idris H.,-Wonosobo Jawa Tengah)

_______________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Persoalan salat Rebo Wekasan (Rabu terakhir di bulan Shafar) merupakan khilafiyyah (perbedaan pendapat di antara para ulama. Sebagian besar mengatakan bahwa salat Rebo Wekasan tidak disyariatkan dalam Islam, karena tidak terdapat dalil yang secara khusus menjelaskannya. Sehingga apabila ada seseorang niat secara khusus misalkan “Saya niat salat Shafar” atau “Saya niat salat Rebo Wekasan” hukumnya tidak sah bahkan haram. Sebagaimana ungkapan para ulama yang dikutip Syekh Sulaiman al-Jamal:

إِنَّ الصَّلَاةَ إِذَا لَمْ تُطْلَبْ لَمْ تَنْعَقِدْ

Hukum asal dalam salat ketika tidak dianjurkan maka tidak sah.”[1]

Namun apabila salat Rebo Wekasan diniati salat sunnah mutlak, maka ulama berbeda pendapat. KH. Hasyim As’ari tetap tegas mengatakan tidak boleh dengan alasan berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.