HomeArtikelSejarah Awal Mula Adzan

Sejarah Awal Mula Adzan

0 4 likes 105 views share

Mayoritas umat Islam mengetahui masuknya waktu shalat dengan lantunan suara adzan. Adzan merupakan salah satu syiar Islam untuk memanggil umat muslim guna melaksanakan shalat wajib lima waktu. Sebagian besar umat muslim bertanya-tanya bagaimana awal mula munculnya adzan hingga saat ini dikumandangkan di seluruh penjuru dunia.

Dalam riwayat sejarahnya, ketika umat muslim masih berjumlah sedikit, maka tidak sulit untuk mengumpulkan mereka guna melaksanakan shalat berjamaah. Sebelum adanya adzan, umat muslim biasanya berkumpul di masjid menurut waktu dan kesempatan yang dimiliki masing-masing. Ketika sudah berkumpul, barulah mereka melaksanakan shalat berjamaah.

Sebagai upaya mencari solusi agar umat Islam saat itu bisa melaksanakan shalat tepat waktu, maka sebagian para sahabat kemudian memberikan saran kepada Rasulullah Saw. Diantara mereka ada yang menyarankan untuk menyalakan api di tempat tinggi sehingga mudah dilihat oleh orang-orang ataupun asapnya bisa dilihat dari kejauhan. Ada juga yang memberikan saran untuk membunyikan lonceng ataupun meniup tanduk kambing. Bisa dikatakan ada banyak saran yang disampaikan dengan maksud untuk mempermudah pelaksanaan shalat berjamaah tepat waktu.

Meski masuk akal, namun banyak sahabat lainnya yang tidak setuju dengan cara-cara tersebut. Ini karena cara itu merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh umat lain seperti Yahudi, Nasrani dan Majusi. Para sahabat pun tak ingin bila Islam seakan tercemar oleh berbagai budaya kaum kafir.

Dalam kitabnya yang berjudul Fathul Mu’in, Syekh Zainuddin al-Malibari menceritakan hadis riwayat Abu Dawud, bahwasanya Abdullah bin Zaid Ra berkata:

Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.Orang tersebut malah bertanya ”Untuk apa?”

Aku menjawabnya,” Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat.”

Orang itu berkata lagi,” Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?”

Dan aku menjawab “Ya”.

 Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , “Allahu Akbar, Allahu Akbar..” ia melantunkan seluruh bacaan adzan. “Ketika shalat akan didirikan, ucapkanlah Allahu Akbar Allahu Akbar…” ia pun melantunkan seluruh bacaan iqamah.

Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,”Itu mimpi yang sebetulnya nyata, Insya Allah. Berdirilah di samping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.”

Ketika mendengar kemerduan adzan yang dikumandangkan oleh Bilal, Umar bin Khattab mendengar suara itu dari rumahnya. Ia keluar dan segera menemui Rasulullah Saw seraya berkata “Demi Tuhan yang telah mengutusmu, aku juga telah bermimpi persis dengan apa yang ada dalam mimpi Abdullah bin Zaid”.

Bahkan menurut salah satu riwayat, mimpi yang dialamai oleh sahabat Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab juga dialami oleh puluhan Sahabat Nabi yang lain. []waAllahu a’lam

 

______________

Disarikan dari kitab Fathul Mu’in, hal. 29, cet. Al-Haromain