Tag Archives: Habib

Ketika Cicit Rasulullah saw. Dicaci Maki

Sayyidina Ali Zainal Abidin, salah satu cicit Rasulullah saw., pada suatu hari baru saja keluar dari masjid. Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tiba-tiba menghadangnya. Lelaki itu lantas mencela dan mencaci-makinya.

Melihat kejadian itu, serta merta para budak dan fakir miskin yang berada di sekitar tempat itu menghambur dengan maksud memberi pelajaran kepada lelaki tersebut. Namun Sayyidina Ali Zainal Abidin mencegahnya dan berkata, “Bersikap lembutlah kalian!”

Lalu, Sayyidina Ali Zainal Abidin kembali menghadap lelaki tadi dan dengan lemah lebut berkata, “Kekurangan kami yang tak engkau ketahui masih banyak. Saudaraku, apakah engkau punya kebutuhan yang bisa kami bantu?”

Lelaki itu pun merah wajahnya menahan rasa malu. Kemudian Sayyidina Ali Zainal Abidin memberinya gamis yang ia kenakan, juga mengatakan titah untuk memberinya seribu dirham.

Sejak saat itulah, setiap lelaki itu bertemu dengan Sayyidina Ali Zainal Abidin, ia selalu berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau salah seorang putra (cicit) Rasulullah saw.

 

_____________

Disarikan dari kitab Shifat as-Shafwah, vol. II, hal. 100

Habib Ali bin Hasan bin Zein Bilfagih Sambang Lirboyo

Lirboyonet – Kediri, Senin, 12 Februari 2018, Pondok Pesantren Lirboyo mendapat tamu agung yakni Habib Ali bin Hasan bin Zein Bilfagih dari Hadramaut Yaman  beliau merupakan salah satu habaib yang disegani di daerahnya, kedatangan beliau ke Lirboyo tidak lain menyambung silaturrahmi.

Habib Ali bin Hasan bin Zein Bilfagih datang ke Pesantren Lirboyo ditemani Habib Syekh bin Musthofa Ba’abud (Palem-Mojo-Kediri) dan Habib Musthofa Ba’abud (Pengasuh PP. Roudhotul Hasanain Pelem Mojo Kediri).

Kunjungan yang bertajuk silaturrahmi itu disambut hangat oleh para masyayikh Lirboyo dan juga para santri Lirboyo, bertempat di Serambi Masjid Pondok Lirboyo Habib Ali bin Hasan bin Zein Bilfagih memberikan wejangannya kepada para santri dengan diterjemahkan oleh Habib Syekh bin Musthofa Ba’abud.

“kalian  duduk bersama disini untuk menyambungkan ilmu dari ustadz, masyayikh sampai kepada kanjeng nabi Muhammad, Allah telah memberikan rahmat kepada kita dengan bentuk ilmu dan ilmu yang bersamaan dengan amal itu yang diharapkan oleh Nabi Muhammad dan ini akan membersihkan hati kita”, tutur beliau

Belaiu juga menambahkan “ kita harus memulyakan apa yang datang dari Nabi Muhammad yakni sunah sunah beliau, dengan memulyakan sunah nabi maka kita akan mendapatkan barokahnya”,

Terakhir Habib Ali bin Hasan bin Zein Bilfagih memberikan ijazah kepada para santri untuk menjaga ilmu agar tetap di hati.

Membaca Ya Fattah 70x, Al fatihah 1x, Ayat Kursi 1x, Surat Al- Insyirah 3x, Surat Al- Qodri 11x.

 

Muwasholah baina Ulama-il Muslimin

Lirboyonet, Kediri– Usai sudah acara Muwasholah baina Ulama-il muslimin malam kemarin. Acara yang dimulai bada isya’ itu bertempat di Aula al-Muktamar, Sabtu (07/10/17). Jama’ah yang hadir melebihi ekspektasi panitia. Terbukti, Aula Muktamar dan halamannya yang luas, penuh sesak oleh para jama’ah, baik putra maupun putri. Bahkan, jamaah meluber hingga lapangan barat dan selatan aula. Hal tersebut membuktikan bahwa orang-orang masih sangat menyayangi ulama dan percaya akan barokah dan dawuh para ulama.

Tamu jauh dari negara Yordania Syekh Aun Al Khoudoumi, turut hadir dalam muwasholah malam itu. Di samping memberikan mauidhoh hasanah, beliau juga memberikan ijazahan kitab Khulasoh al Madad. Kitab ini berisi pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad saw., yang ditulis oleh al-‘alim al-‘allamah Habib Umar bin Hafidz, Yaman. tidak hanya syekh aun yang menyemarakkan acara malam tadi bahkan orang-orang yang bersama syekh aun ikut menyemarakkan dengan menyumbang suara yang merdu dan menghipnotis para jama’ah yang hadir dengan lantunan-lantunan sholawat ala Habib Syekh dan Mustofa Atef.

Selain dari Yordania, para habaib dari Indonesia juga datang yakni Habib Soleh Al-jufri (Solo), Habib Ubaidillah Al- Habsyi (Surabaya), dan Habib Sayyidi Baraqbah (yogyakarta). Beliau-beliau memberikan ceramah yang menggelegar membuat para jama’ah terpesona dan khidmah dalam mendengarkan. bahkan dari pemerintahan pun ikut andil dalam muwasholah malam tadi yakni gus Ipul yang merupakan wakil gubernur jawa timur bisa hadir.

Acara yang diawali dengan sambutan dari KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus selaku tuan rumah, beliau memberikan dawuh yang berupa bahayanya radikalisme. Setelah itu dilanjutkan tahlil oleh KH. M. Anwar Manshur, dan sebelum ceramah dimulai selingan sholawat dikumandangkan oleh orang-orang Yordania.

Untuk ceramah yang pertama diberikan kepada Habib Ubaidillah dari Surabaya, beliau memberikan tausiyah tentang akhlak nabi yang harus dicontoh oleh umatnya, berikutnya Dr. Muammar Zaky dari yordania beliau menjelaskan tentang belajar dan mengajar itu harus secara total dan memegang teguh kitab dan sunnah, berikutnya adalah syekh aun dari yordania beliau berpesan agar sesama agama islam harus saling menghormati dan damai, selanjutnya tausiyah dari habib Soleh dari solo berpesan akan bahaya nya jerat dari setan dijaman sekarang ini yang begitu banyak cara, untuk tausiyah yang terakhir diberikan oleh Habib Sayyid Baraqbah dari yogyakarta, beliau menjelaskan tentang persambungan umat kepada nabi Muhammad dengan cara perbanyak bersholawat.

Haul dan Haflah P3TQ: Menumbuhkan Semangat

LirboyoNet, Kediri- Malam kemarin (04/05) menjadi malam yang ditunggu-tunggu bagi para santri putri Ponpes Tahfidzil Quran Lirboyo (P3TQ). Sebab, malam kemarin mereka bersama-sama merayakan malam haul dan haflah akhirussanah P3TQ dan Madrasah Hidayatul Mubtadi-aat fi Tahfidz wal Qiro-aat (MHMTQ).

Acara Haul dan Haflah P3TQ biasanya dibarengkan dengan ramah tamah takhtiman purna siswa, akan tetapi tahun ini takhtiman purna siswa sudah lebih dahulu digelar beberapa hari yang lalu, di depan ndalem barat KH. A. Idris Marzuqi.

Haul dan Haflah yang bertempat di gedung Aula Al-Muktamar ini dihadiri oleh segenap dzuriyah, wali santri, dan santri putri. mereka duduk dengan khidmat meniti satu demi satu tangga acara. Dalam sambutan atas nama wali santri, KH. Da’im Badrus Sholeh Arif dari Purwoasri menyinggung tentang peran pondok pesantren salaf yang sejatinya tidak tergusur hingga detik ini, “sekarang pondok pesantren salaf dianggap tidak bisa berperan di tengah-tengah masyarakat. Saya sudah membuktikan kalau pondok pesantren salaf bisa berbuat sesuatu.” Ungkap beliau.

Sementara Al-Habib Ubaidillah bin Idrus Al-Habsy dari Surabaya dalam mau’idhotul hasanah, menerangkan tentang keutamaan berakhlakul karimah. Menurut beliau belajar masalah akhlak harus lebih dahulu diutamakan daripada belajar masalah ilmu. Sebagaimana dikutip dari kisah Imam Malik bin Anas ketika hendak belajar kepada gurunya, “Al-Imam Malik bin Anas ketika akan belajar kepada gurunya, Rabi’ah, ibunya mengatakan kepada Imam Malik, ‘wahai Malik, ambillah dari Rabi’ah adabnya sebelum ilmunya.'” Tutur  Al-Habib Ubaidillah. “Orang yang berilmu memiliki adab. Akan tetapi orang yang tidak memiliki adab, sudah jelas orang tersebut tidak berilmu. “ Tambah beliau.

Kadiah ini semakin kuat, dikukuhkan dengan dawuh Nabi Muhammad SAW, “Sabda Rasululah SAW, agama adalah akhlak yang baik, maka orang yang tidak berakhlak baik disebut orang yang tidak beragama.” Kata Habib Ubaidillah. “Rasulullah sendiri mengatakan aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” Tandas beliau mengutip sebuah hadis nabi yang lain.

Acara haul dan haflah semacam ini menjadi agenda tahunan. Selain rutin digelar sebagai wasilah untuk tasyakur dan mengenang jasa-jasa guru-guru yang terdahulu, haflah juga menjadi saat-saat yang membahagiakan. Sebab disana para santri bisa berkumpul bersama para ulama dan masyayikh, juga bisa sejenak menyerap mutiara ilmu dari mereka. Kemudian bisa memupuk semangat untuk belajar kembali di tahun yang akan datang. []

Al-Habib Umar bin Zain bin Smith Temui Santri

LirboyoNet, Kediri. Kemarin (03/05) Pondok Pesantren Lirboyo kembali kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah Al-Habib Umar bin Zain bin Ibrahim bin Smith dari kota Madinah Al-Munawwaroh. Beliau sendiri merupakan putra Al-Habib Zain bin Smith Ba’lawi, salah seorang habaib nusantara dan pengarang kitab Al-Manhaj Al-Sawi yang kemudian berhijrah ke kota Madinah Al-Munawwaroh.

Beliau beserta rombongan meluangkan waktu untuk menyapa para santri di serambi masjid Lawang Songo. Cukup banyak santri yang belum pulang dan bertatap muka dengan Al-Habib kemarin. Para santri dengan  antusias menyambut tamu agung ini, mereka sampai rela duduk berdesakan di serambi masjid. Khusyuk, para santri mencatat satu demi satu wejangan-wejangan yang diberikan oleh Al-Habib.

Dalam kunjungan singkat ini, beliau menyampaikan banyak nasihat dan petuah. “Kita niat berada di perkumpulan seperti ini karena ilmu. Karena Rasul SAW. Beliau yang menjadi sebab akan terkumpulnya kita di tempat yang berkah ini.” Tutur beliau melalui seorang penerjemah.

Al-Habib Umar bin Zain bin Smith berkali-kali mengingatkan mengenai keutamaan ikhlas dalam mencari ilmu. “Kalianlah (para santri-Red) yang tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Oleh sebab itu saya mengajak kalian, untuk tidak mencari ilmu karena dunia, tidak mencari ilmu kecuali dengan dibarengi amal. Karena ilmu akan tetap ada dengan diamalkan.” Kata beliau. “Yang harus kita jadikan pedoman, bahwa karena hakikat ilmu ini, mereka para nabi dan rasul telah diutus ke dunia ini. Mereka diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan ilmu.“ Tambah Al-Habib.

Pagi kemarin, beliau juga membuka sedikit diskusi dan pertanyaan. “Bagaimana caranya agar seorang penuntut ilmu bisa tetap memiliki semangat hingga akhir hayat?” tanya seorang santri yang hadir.

Mereka para ulama hingga usia delapan puluh tahun, semangat mereka dalam belajar masih sama seperti para pemuda.” Terang Al-Habib, “karena mereka tahu, bahwasanya harganya ilmu begitu mulia disisi Allah dan Rasulnya. Dan mereka punya tanggung jawab menyebarkan ilmu kepada masyarakat, agar masyarakat tahu tentang hakikat syari’at Allah SWT dan sunnah-sunnah Rasul SAW.”  Pungkas beliau.

Lirboyo sering menerima kunjungan tamu-tamu besar dari berbagai daerah. Biasanya, selain bersilaturahim ke ndalem, para tamu tersebut juga menyapa para santri. Seperti Al-Habib Syekh bin Abdul Qadir As-Segaf belum lama ini, dan Al-Habib Ali Zainal Abidin dari Malaysia, beberapa waktu silam.[]