134 views

Kisah Lucu Sahabat Nabi dan Seorang Kakek Buta

Nuaiman, ketika mendengar nama tersebut yang terbesit dalam hati adalah lucu, guyon, ngeprank, dan beberapa peristiwa lain yang sifatnya kocak.


Nuaiman adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw. Namun yang membuatnya berbeda dari sahabat-sahabat lain adalah tingkah lucunya. Memang dikalangan sahabat, Nuaiman adalah sosok yang terkenal kocak dan sering bercanda dengan siapa saja, bahkan kadang level bercandanya sampai ke tahap keterlaluan hingga banyak membuat korbannya marah bercampur geli.


Salah satu kejadian kocak yang sempat viral hingga terekam dalam sejarah ialah saat Nuaiman nge-prank (mengerjai) seorang kakek-kakek yang buta, beginilah ceritanya.


Di kota Madinah terdapat seorang kakek-kakek yang buta, namanya Mahromah. Usianya mencapai 115 tahun berjalan pun ia harus menggunakan tongkat. Suatu hari saat hendak buang air kecil ia berjalan tak tau arah hingga sampai di lingkungan masjid.


Dengan santai kakek itu membuka celana untuk bersiap mengeluarkan air kencing. Sontak orang-orang berteriak “woy mbah jangan kencing di sini, ini masjid” kata mereka dengan nada geram.


Lantas setelah itu Nuaiman RA. menghampiri kakek tersebut dan menuntunnya secara perlahan sambil berbisik sopan “mbah sini kalau mau kencing jangan di sini, ini masjid. Sini saya tunjukkan tempat kencing”. Sambil menuntun kakek Mahromah kemudian setelah beberapa saat Nuaiman kembali berbicara pada kakek Mahromah “nah, silahkan jongkok di sini dan monggo kalau mau buang air!”.


Mahromah yang buta pun percaya saja dengan orang yang menuntunnya itu. Setelah si kakek kencing Nuaiman langsung lari meninggalkan kakek tersebut.
Kemudian saat kakek Mahromah sedang kencing tiba-tiba terdengar teriakan-teriakan banyak orang yang membuatnya kaget bukan main. Bagaimana tidak, ternyata tempat yang dibuat Mahromah kencing itu masih berada di dalam masjid, pantas hal itu membuat para masyarakat marah.


Dengan polos dan tidak tahu menahu Mahromah pun meminta maaf akan perbuatannya dan bertanya pada orang-orang siapa sebenarnya orang yang begitu kurang ajar hingga menipu seorang kakek-kakek yang buta sampai mengencingi masjid. Nuaiman bin Amr jawab mereka.
Mendengar nama orang yang tengah mengerjainya si kakek sampai marah dan mengatakan “awas kau Nuaiman, kalau sampai aku bertemu denganmu tunggu saja pembalasanku akan ku hajar kau dengan tongkat ini”.


Hari demi hari berlalu meski kejadian memalukan tersebut tak akan pernah bisa dilupakan Mahromah seorang kakek berusia 115 tahun yang menderita tuna netra.


Suatu hari kakek Mahromah merencanakan pembalasan kepada Nuaiman. Ia pergi menuju masjid untuk melancarkan pembalasan tersebut. Sesampainya di depan masjid ia bertanya kepada para pemuda “nak, bisa tunjukkan padaku dimanakah Nuaiman berada”. Oh ya kek, sini saya tunjukkan dimana Nuaiman” jawab pemuda itu.


Setelah itu, bukanya ditunjukkan ketempat Nuaiman si kakek malah dituntun menuju arah Khalifah Utsman bin Affan yang sedang shalat, yang mana Khalifah Utsman adalah orang yang sangat khusu’ dalam shalatnya hingga tidak pernah teralihkan oleh situasi sekitarnya.
Si pemuda kemudian berbisik pada kakek Mahromah “ini mbah Nuaiman ada di depanmu sedang shalat”. Mahromah dengan senang menjawab “iya nak biar aku kencingi dia, karena orang ini yang pernah mempermalukan sata”


Dengan mantap si kakek Mahromah membuka celana kemudian mengencingi orang yang tengah shalat di depannya tanpa mengetahui sebenarnya yang sedang ia kencingi adalah presidennya, sang Khalifah Utsman bin Affan RA.


Sontak warga marah dan berteriak pada Mahromah “woy dasar kakek kurang ajar, sudah kemarin kencing di masjid sekarang malah berani mengencingi presiden” disusul banyak cacian dari orang-orang yang kebetulan saat itu melihat kejadian tersebut.


Dengan wajah memelas dan polos si kakek pun menceritakan kronologi kejadian itu “sebenarnya aku itu gak ada maksud mau mengencingi beliau Khalifah. Yang mau aku kencingi sebenarnya adalah Nuaiman bocah kurang ajar yang pernah nge-prank saya kemarin “
Salah seorang dari warga pun menjawab kakek itu “aduh mbah-mbah, Nuaiman yang pengen anda kencingi itu ya orang yang tadi nuntun si embah ke arah pak Khalifah Utsman bin Affan”.


“Astaghfirullah, berarti saya dikerjain dua kali dong” kata Mahromah si kakek buta.


Begitulah kelakuan Nuaiman sahabat Rasulullah yang sudah terkenal sebagai humoris handal. Meski kadang kurang ajar namun bila ada seseorang yang menghujat Nuaiman, Nabi Muhammad tegas melarang perbuatan tersebut sembari membela Nuaiman dan menuturkan kalau Nuaiman RA. begini-begini adalah salah satu sahabat yang ikut dalam peristiwa Perang Badar ia juga merupakan salah seorang yang mencintai Allah Swt dan Rasul-Nya.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin disebutkan Nuaiman adalah seorang yang sering sekali dihukum Nabi Muhammad karena seringnya melakukan maksiat. Sampai kemudian ada seorang laki-laki yang mencaci dan menghujat Nuaiman, Rasulullah pun bersabda:


لا تلعنه فإنه يحب الله ورسوله فلم يخرجه بالمعصية عن المحبة نعم تخرجه المعصية عن كمال الحب

Artinya: “Janganlah kalian semua melaknatnya (Nuaiman), karena sesungguhnya ia mencintai Allah dan rasul-Nya. Sedangkan maksiat yang ia lakukan tidaklah mengeluarkannya dari besarnya rasa cinta, meskipun membuatnya tidak sempurna” (Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin vol 4 hal 332)


Begitulah seharusnya sikap seorang yang bijak dalam menyikapi beraneka ragam masyarakat yang dihadapi. Telah jelas ajaran Baginda Nabi dalam menghadapi seorang yang nakal seperti Nuaiman yang secara tegas melarang siapapun yang menghujat Nuaiman karena meski bagaimanapun setiap orang pastinya memiliki kekurangan juga kelebihan masing-masing. Wallahu a’lam.

Kisah disarikan dari Kitab Hayatu As-Sohabat volume 3 hal 359.

4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.