Keabadian Kasih; Kisah Kehangatan Rasulullah dan Khadijah

kisah kasih Rasulullah dan khadijah

Keabadian Kasih Kisah Kehangatan Rasulullah dan Khadijah

Keabadian Kasih Kisah Kehangatan Rasulullah dan Khadijah kisah ini dikutip dari salah satu hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Aisyah RA simak ceritanya..

Khadijah binti Khuwailid (خَدِيجَة بِنْت خُوَيْلِد) adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW. dan satu-satunya istri yang tidak pernah dia poligami. Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijah telah berhasil membangun bisnisnya sendiri dan menjadi wanita yang sangat sukses. Dia terkenal sebagai pemilik separuh dari keseluruhan kafilah-kafilah dagang yang berasal dari Quraisy. Muhammad sendiri pernah bekerja sebagai pegawainya, dan dari situlah awal mula kedekatan mereka bermula.

Namun, ada satu kisah yang sangat menarik dari hubungan antara Nabi Muhammad SAW. dan Sayidah Khadijah RA. yang mencerminkan keintiman dan cinta mereka yang mendalam, Hadith ini diriwayatkan oleh Aisyah RA.

Prolog

Di sebuah sore yang tenang di Madinah, Aisyah RA. duduk di samping Rasulullah SAW, mendengarkan beliau bercerita tentang Khadijah, istri pertama Rasulullah.

“Aku tidak pernah merasa iri terhadap seorang pun dari istri-istriku seperti yang aku rasakan terhadap Khadijah,” ucap Rasulullah dengan penuh penghormatan dalam suaranya. Aisyah memperhatikan wajah beliau yang berseri-seri saat mengingat sosok istri yang sudah tiada itu.

“Apa yang membuatmu merindukan Khadijah begitu, wahai Rasulullah?” tanya Aisyah dengan penasaran yang halus.

Rasulullah tersenyum lembut, matanya terlihat memandang jauh ke masa lalu yang penuh kenangan. “Aku tidak pernah melihatnya, tetapi cintaku padanya tak pernah pudar. Khadijah adalah wanita yang setia mendampingiku saat awal-awal risalah ini datang. Dia adalah pendampingku dalam kehidupan dan perjuangan.”

Aisyah mengangguk mengerti, meskipun tak pernah bertemu dengan Khadijah, dia merasa dekat dengan sosok yang begitu disayangi Rasulullah.

“Ada kalanya aku mengirimkan bagian dari domba yang kutembak sendiri kepada sahabat-sahabat Khadijah,” ucap Rasulullah sambil tersenyum kecut. “Aku ingin Khadijah tahu bahwa dia masih selalu di hatiku meskipun tak lagi bersama kami.”

Aisyah merasakan kehangatan dalam cerita tersebut, seolah mendengar kisah cinta yang abadi antara Rasulullah dan Khadijah. “Seolah-olah tidak ada wanita di dunia ini kecuali Khadijah,” gumam Aisyah dalam hatinya.

Rasulullah tersenyum dan menjawab, “Dia adalah istimewa, Aisyah. Dia adalah sebaik-baik wanita dan dari dia, Allah memberikan kami keturunan yang memperluas keberkahan dalam umat ini.”

Aisyah mendengarkan dengan hati yang penuh cinta dan penghormatan, merenungkan betapa besar kasih sayang Rasulullah pada Khadijah, istri pertama yang begitu istimewa dalam hatinya.

Santri Menulis

Kesimpulan

Simpulan dari cerita ini adalah tentang Keabadian Kasih Kisah Kehangatan Rasulullah dan Khadijah Meskipun Khadijah telah tiada, cinta dan penghormatan Rasulullah kepadanya tetap menyala terang dalam hatinya. Kisah ini menggambarkan betapa pentingnya peran Khadijah sebagai pendamping setia dan penghibur dalam kehidupan Nabi Muhammad, serta bagaimana hubungan mereka tidak hanya berlandaskan cinta, tetapi juga kepercayaan dan dukungan yang saling menguatkan. Rasulullah mengingat Khadijah dengan penuh rasa sayang dan hormat, menjadikan kesetiaan dan pengorbanannya sebagai teladan dalam kehidupan dan dakwah Islam.

Maka dari itu baca juga: Dahsyatnya Doa; Inspirasi dari Budak Hitam

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo. FacebookInstagramYoutube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.