Refleksi: Menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan Perbaikan

tahun baru hijriyah di masjid

Tahun baru Hijriyah merupakan momen refleksi yang penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Jarum jam yang terus berputar mengingatkan kita akan berlalunya waktu, sementara kenangan masa lalu memberi kita pelajaran berharga untuk dikenang. Saat kita memasuki babak baru, evaluasi diri menjadi kunci untuk mengoreksi kelemahan dan meningkatkan kualitas hidup.

Dengan melakukan evaluasi yang mendalam, kita dapat memastikan langkah-langkah ke depan lebih mantap dan berdaya. Mari bersama-sama mempersiapkan diri untuk menghadapi tahun baru Hijriyah dengan semangat perbaikan dan pengembangan diri yang berkelanjutan.

Maka dari itu, seluruh elemen kehidupan patut memprioritaskan aspek ini (evaluasi), mulai dari individu perorangan, organisasi, umat, maupun bangsa. Karena pada dasarnya, aspek ini yang akan menjadi pijakan dasar dalam melangkah dan menentukan sikap serta tindakan di tahun berikutnya. Karena sudah menjadi rahasia umum, tanpa evaluasi yang benar dan matang akan nyaris mustahil atau setidaknya sangat mustahil bagi siapapun untuk melakukan pembenahan dan peningkatan secara maksimal fase kehidupan di tahun selanjutnya.

Baca Juga: Muharram dalam Sudut Pandang Budaya Jawa

Dengan demikian, tahun baru Islam menjadi  momentum pengayaan diri untuk melakukan intropeksi bagi setiap individu manusia guna memperbaiki kualitas diri yang pada gilirannya mengantarkan umat pada kemajuan dan kejayaannya. Allah swt. telah berfirman dalam al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”, (QS. Ar-Ra’du: 11)

Selama suatu kaum enggan melakukan evaluasi diri dan membenahi kemunduran serta ketertinggalannya, maka Allah swt. tidak akan menjadikan mereka umat yang maju. Yang perlu digarisbawahi dalam konteks ini, bukan berarti Allah swt tidak mampu untuk memajukan umat dengan kekuasaan-Nya. Karena pada dasarnya, Allah swt. maha mampu untuk memajukan umat-Nya tanpa campur tangan dan partisipasi mereka. Hanya saja, Allah swt. telah menjadikan hukum sebab-akibat menyatu dan tidak dapat dipisahkan dari instrumen indah kehidupan. Sehingga tak heran, pada ayat selanjutnya Allah swt. berfirman:

وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚوَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka sendiri”, (QS Ar-Ra’du: 11)

Demikian cara islami yang mesti dilakukan umat Islam dalam menyambut tahun baru Islam. Sehingga pengagungan dan kemuliaan yang ada di dalamnya tak sebatas simbolis euforia belaka. Namun lebih dari itu, yakni tahun baru Islam sebagai ajang untuk membangun kemajuan dan integritas umat, bangsa dan negara. []waAllahu a’lam

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo. FacebookInstagramYoutube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.