filosofi-ngadep-dampar-kh-abdul-karim

Filosofi Ngadep Dampar KH. Abdul Karim

Filosofi Ngadep Dampar KH. Abdul Karim | Dawuh KH. Ahmad Habibullah Zaini Teman-teman yang sudah tamat, jangan sampai lupa pesan Simbah KH. Abdul Karim, “Kalau sudah pulang, ngadep dampar.” Dampar itu bermacam-macam. Kalau yang punya pondok atau majelis ta’lim berarti dampar sungguhan, kalau yang tidak punya berarti dampar majazi. Mbah Habib kemudian melanjutkan: Saya punya…

Lanjutkan

KH. Aqib Abu Bakar: Pesan Mbah Manab, Jangan Pernah Meremehkan Kitab Kecil

Di Lirboyo, saya pernah ikut ngaji kitab Tasywiqul Khallan jika diartikan adalah kerinduan yang mendalam yang dapat membuat teman-teman mudah mempelajari ilmu. Tasywiq itu syarah kitab Jurumiah. Menurut pandangan Mbah Manab, walaupun Jurumiyah itu kitab kecil (tipis), kita tidak boleh menyebut kitab kecil. Misalnya kamu di sana ngaji apa? Ngaji Jurumiyah. Jangan mengatakan Jurumiyah….! Seakan…

Lanjutkan

Pentingnya Pengakuan dari Guru

Pada saat tiga atau empat hari sebelum wafat, KH. Abdul Karim terbaring sakit di tempat tidur ditunggui oleh putri-putrinya. Sambil menangis beliau mengeluarkan kata-kata. “Dongakno yo! Mugo-mugo aku mbesuk neng kono diakoni dadi santrine Mbah Kholil.” (Doakan ya! Semoga saya kelak di sana diakui menjadi santrinya Mbah Kholil). Permintaan doa ini sangat mengherankan. Biasanya permintaan…

Lanjutkan

Pertanyaan yang Berbahaya

Sudah merupakan hal yang maklum apabila seseorang mendalami suatu bidang tertentu, maka dia akan menguasainya. Contohnya mahasiswa jurusan teknologi dan informasi pasti selalu update tentang teknologi-teknologi terbaru. Seorang dokter sudah pasti memiliki pengetahuan mendalam tentang seputar kesehatan tubuh. Seorang psikolog bisa dipastikan mampu membedakan orang gila dan orang pura-pura gila melalui gerak-geriknya. Begitupun seorang santri…

Lanjutkan

Kiai yang Tak Pernah Tidur

Saat masih kecil, almaghfurlah KH. Abdul Aziz Manshur, cucu dari almaghfurlah KH. Abdul Karim, heran dengan kehidupan simbahnya yang tidak biasa. Pasalnya, yai Aziz kecil tidak pernah melihat simbahnya istirahat dari aktivitas ibadah. Sejak subuh, KH. Abdul Karim terus saja disibukkan dengan mengaji, entah sendiri ataupun di depan santri. Aktivitas bahkan terus berlangsung hingga tengah…

Lanjutkan

Saat Haji, Mbah Manab Umrah 70 Kali

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1920-an. Di masa itu, Mbah Manab berangkat haji ditemani sahabat karibnya, KH. Hasyim Asy’ari. Ada yang membuat kagum KH. Hasyim Asy’ari kepada beliau. Tiada lain adalah kezuhudan beliau. Mbah Hasyim heran, Mbah Manab yang kemampuan duniawinya biasa saja, mampu melaksanakan haji. Mbah Hasyim lantas bertanya kepada beliau, apakah sudah siap…

Lanjutkan

Tak Punya Bekal, Mbah Manab Tetap Bisa Berangkat Haji

Beberapa bulan sebelum musim haji, KH. Abdul Karim berkeinginan menunaikan ibadah haji. Keinginannya begitu menggebu-gebu. Apadaya, beliau terhalang oleh belum mencukupinya bekal untuk berangkat ke baitullah. Berita beliau akan berangkat haji ini rupanya didengar oleh tetangga dan sahabat-sahabat beliau. Perlahan, mereka satu per satu mengunjungi beliau. Banyak diantara mereka yang menyatakan kegembiraannya karena KH. Abdul…

Lanjutkan

Haul KH. Marzuqi Dahlan

LirboyoNet, Kediri – Cuaca sejuk dan udara dingin menyelimuti suasana khidmat haul KH. Marzuqi Dahlan kamis malam jumat kemarin (10/08). Bertempat di ndalem timur KH. A. Idris Marzuqi, acara ini dihadiri ratusan tamu undangan. Tamu-tamu yang datang termasuk ulama dan kiai di sekitar kota Kediri, dzurriyah KH. Abdul Karim, masyarakat desa Lirboyo, dan pengurus pondok. Ini…

Lanjutkan