66 views

Kebesaran Hati Ibunda KH. Abdul Karim

KH. Abdul Karim ketika masih muda biasa disebut Mbah Manab, menjadi kyai besar seperti itu karena apa?

Kisah ini bermula ketika Ibunda KH. Abdul Karim ditinggal wafat oleh suaminya, kemudian berjualan di pasar.

Ketika beliau mendapatkan keuntungan, beliau tukarkan keutungan itu untuk membeli sebuah kain. Di mana kain tersebut sudah sangat lama diinginkan oleh beliau.

Pada suatu saat, beliau berjalan di samping rumah tetangganya dan mendengar suara tangis dari tetangganya tersebut. Kemudian beliau menghampiri dan menanyakan: “Kenapa menangis yu?”

Tetangganya menjawab: “Ini, saya itu habis melahirkan, bapaknya tidak bisa membeli apa-apa, sekarang pergi ke sawah mencari kerja, tidak tau sudah dapat atau belum. Sedangkan pakaianku tinggal satu kain saja, kalau saya pakai, anak saya kedinginan, kalau saya gunakan untuk dibuat selimut anak saya, saya tidak memakai pakaian.”

Ibunda KH. Abdul Karim kemudian teringat bahwa beliau telah membeli kain baru. Beliau kemudian pulang mengambil kain yang sangat disukainya, yang baru dipakai dua tiga kali saja.

Kain tersebut diambil, kemudian diantarkan dan beliau berkata: “Ini pakai saja, kainmu yang lama gunakan untuk anakmu.”

Seketika saja, waktu itu orang yang ditolong menangis terharu sambil mengatakan: “Terimakasih, semoga kamu dibahagiakan oleh Allah SWT lewat anakmu, sebabnya saya susah karena anak, dan kamu menlongnya.”

Bisa saja do’a tersebut diamini oleh Malaikat.

Allah SWT mengabulkan do’a tersebut dan Ibunda KH. Abdul Karim dikaruniai putra yang namanya telah masyhur dengan sebutan KH. Abdul Karim Lirboyo.

***

Dari sini dapat diambil ibroh bahwa salah satu sebab KH. Abdul Karim bisa menjadi orang yang tinggi derajatnya di sisi Allah SWT terdapat perantara kebesaran hati ibundanya yang menolong tetangga yang tidak memiliki pakaian. Di mana beliau memberikan sehelai kain yang sangat beliau suka. Amal-amal seperti ini yang terkadang menjadi sebab seseorang dikaruniai anak yang sholeh. Karena Allah berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92).[]

Disampaikan oleh KH. M. Abdul Aziz Manshur

baca juga: KH. ABDUL KARIM ( 1856 – 1954 )
tonton juga: Kebesaran Hati Ibunda KH. Abdul Karim | KH. M. Abdul Aziz Manshur

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.