HomeDawuh MasyayikhMari Bertaubat Sebelum Kiamat

Mari Bertaubat Sebelum Kiamat

0 1 likes 766 views share

Oleh: KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُوْ عَنِ السَّيِّئَاتِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نالْهَادِيْ جَمِيْعَ الْمَخْلُوْقَاتِ إِلَى أَحْسَنِ الطُّرُقَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

 

Pembaca yangdimuliakan Allah …

Usia dunia saat ini sudah sangat tua. Gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan berbagai bencana terjadi di bumi ini. Ibarat seorang lansia yang terjangkit berbagai penyakit, tak ada harapan dalam hidupnya selain akhir hayat yang membahagiakan.

Pembaca yang budiman …

Sebagai khalifah (pemimpin, red) di muka bumi ini, tak bisa kita pungkiri bahwa semua bencana itu terjadi atas ulah kita sebagai penghuni bumi. Allah Berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (الروم ٤١)

 

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Oleh karena ltu, sebagai penghuni dan khalifah di muka bumi, tak ada yang patut kita lakukan selain bertaubat dan mohon ampun kepada Allah. Karena, hanya dengan bertaubat kepada Allah lah dosa-dosa kita akan diampuni dan kita akan selamat dan ancaman adzab Allah di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ (التحريم ٨)

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Tuhanmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

Pembaca yang dirahmati Allah …

Marilah kita belajar dari Nabi Muhammad SAW. sebagai teladan bagi semua makhluk. Beliau bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنِّيْ أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ  رواه مسلم

 

Artinya: “Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah dan mohon ampunlah kepadaNya, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam sehari.”

Nabi Muhammad adalah makhluk terbaik yang tak pernah melaksanakan dosa. Meski demikian, beliau bertaubat dan mohon ampun kepada Allah setidaknya 100 kali dalam sehari. Hal ini tak lain adalah untuk memberi teladan kepada kita tentang pentingnya bertaubat dan mohon ampun kepada Allah.

Pembaca yang budiman …

Taubat kita akan dapat diterima oleh Allah jika kita melaksanakan tiga hal, yaitu: menghentikan perbuatan maksiat yang kita lakukan, menyesalinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Jika dosa yang kita lakukan berhubungan dengan hak sesama manusia, maka kita juga harus meminta keikhlasannya untuk memaafkan dosa yang kita lakukan.

Pembaca yang budiman …

Sebelum matahari terbit dari ufuk barat, Allah akan selalu menerima taubat kita. Maka dari itu, marilah kita introspeksi diri kita. Hapus segala dosa dan kesalahan dengan bertaubat mengingat usia dunia saat ini sudah sangat tua dan kiamat sudah semakin dekat. Nabi SAW. bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ (رواه أحمد الترمذي)

 

Semoga Allah memaafkan dosa-dosa yang selama ini kita lakukan, dan kita tergolong orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Amin.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.