HomeAngkringTakdir Allah yang terbaik

Takdir Allah yang terbaik

Angkring 0 6 likes 2K views share

ولدتك امك يا ابن آدم باكيا * والناس حولك يضحكون سرورا

فاجهد لنفسك ان تكون اذا بكوا * في يوم موتك ضاحكا مسرورا

artinya: Hai Anak Adam kau terlahir dari rahim Ibumu dalam keadaan menangis, sedangkan orang disekitarmu riang gembira akan kelahiranmu. Maka bersungguh-sungguhlah untuk dirimu sendiri sebagai bekal diharimu mati nanti kau pergi dalam keadaan tersenyum bahagia, sedangkan orang disekitarmu menangisi kepergianmu.

Itu adalah nasihat syair karya orang-orang terdahulu, artinya adalah ketika kita bersungguh-sungguh dalam menjalani hidup untuk kesuksesan di hari esok kita akan meninggal dengan bahagia.

Baca juga; Orang-orang sukses

Orang yang baik itu pasti meninggal dengan bahagia. Kebahagiaan itu bisa terlihat dengan memandang orang-orang di sekitarnya, ketika orang di sekitarnya banyak yang bersedih, itu sudah menggambarkan bahwa orang tersebut sangat berharga, sehingga orang yang meninggal tersebut sangat disayangkan oleh orang sekitarnya.

Allah berfirman dalam Al-Quran Innalladzina qolu robbunallah tsummastaqomu tatanazzalu ‘alaikumul malaikatu alla takhofu wala tahzanu wa absiru bil jannati kuntum tu’adun. Yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan Kami adalah Allah, kemudian mereka konsisten, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu’.”

InsyaAllah KH. Maftuh Basthul Birri termasuk kategori seseorang yang ada dalam ayat tersebut. Dan kita semua mendapatkan keberkahan beliau.

Jika kita ingin berkehendak tentu ingin Kiai Maftuh tidak wafat saja. Tetap menemani kita. Tetapi meski kita memiliki kehendak, Allah juga memiliki kehendak yang terbaik. Dan tugas kita adalah selalu yakin bahwa kehendak Allah adalah yang terbaik.

*Disampaikan dalam acara Tahlil dan Doa memperingati 40 hari wafatnya KH. Maftuh Basthul Birri oleh KH. Anwar Iskandar

Baca juga; Dawuh KH. M. Anwar Manshur: Cara Bersyukur Seorang Pelajar