HomeDawuh MasyayikhPeran Wanita Untuk Keluarga dan Negara

Peran Wanita Untuk Keluarga dan Negara

0 1 likes 27 views share

“Para ibu yang ada ditengah keluarga dan negara sangat menentukan baik dan buruk dalam keluarga dan negara itu”

“Kata ulama “annisa imaddudin” perempuan adalah cagak suatu negara. artinya jika wanitanya rusak maka negaranya ikut rusak, sebab kebaikan seorang laki-laki pun itu ada hubungannya dengan kebaikan seorang istri”

“Pengaruh istri ditengah-tengah keluarga sangat menentukan baik buruknya keluarga, juga kepada anak-anaknya, fitroh sebuah keluarga itu baik buruknya ini ada hubungannya dengan baik buruknya istri”

“Dalam pandangan islam mengatakan kalau orang menikah yang penting supaya kamu menikah dengan wanita yang agamanya baik”

“Peran seorang istri itu menentukan baik buruknya suami dan anaknya, yang lebih dekat dengan anak adalah ibu, dan disinilah ibu harus baik”

“Jika ingin menghendaki kebaikan orang lain kita harus memperbaiki diri sendiri”

“Menjaga keluarga itu merupakan kewajiban seorang bapak, kalau tidak mendidik anak-anaknya maka seorang bapak itu berdosa namun kadang-kadang peran bapak itu tidak maksimal kadang justru di Indonesia peran ibulah yang sangat menentukan”

“Anak jangan dibelajari yang jelek-jelek, sebab karakter manusia secara otomatis ia akan seneng pada kejelekan”

“Bagi orang tua terutama ibu harus mengawasi anaknya supaya menjadi baik dan taat kepada Allah bisa khidmah kepada orang tuanya, ini salah satu jalannya adalah memondokkan anaknya”

“Orang mondokkan anak itu kewajiban, dan orang yang mondokkan anaknya dan masih memberi kiriman maka Allah akan memperlancar rizqinya”

“Orang taqwa itu butuh ngaji dan butuh mondok, taqwa itu melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya”

“Orang taqwa kepada Allah kalau punya masalah itu ada solusinya”

“Sekarang ini menjodohkan anak itu repot, kadang kena narkoba kadang kena aids. mencari menantu harus hati-hati”

“Anak dirawat sejak kecil besar-besar mendapat jodoh yang tidak pas akan merepotkan orang tuanya namun beda lagi dengan santri insyaAllah jodohnya dimudahkan Allah swt, santri itu cari jodoh cukup ngaji saja kalau sudah waktunya akan dicari sendiri baik itu putra / putri”

“Santri itu rizqinya tidak diduga-duga, santri itu biasanya kesulitan dulu”

“Allah mengatakan “innamal usriyussra” kalau orang ingin gampang prosesnya harus kesulitan dulu, santri setahun dua tahun asalkan mulang nanti insyaallah rizqinya barokah keluarganya barokah”

“Orang yang paling mulia disisi allah adalah orang yang taqwa, orang yang taqwa itu harus mondok”

“Pesantren yang lebih baik itu pesantren salaf, sebab mencetak ulama juga kiyai”

“Orang itu baik dan tidaknya ada hubungan disekitarnya jadi di pesantren sekelilingnya baik maka Kebaikan-kebaikan di pesantren tidak diragukan”

“Indonesia tidak ada pesantren hancur sudah akhlaknya”

“Anak sekarang masuk SMP/Mts minta HP, minta motor minta bensin, dibuat kluyuran, kalau anak tidak mondok itu satu hari bisa 50.000,- tapi kalau di pesantren satu bulan bisa 500.000 dan hasilnya pun sudah jelas”

“Anak itu mau mondok atau tidak itu hubungannya dengan ibunya, sebab kalau bapak ingin mondokkan anaknya dan ibunya bilang jangan, bapak akan mikir lagi namun kalau ibunya yang meminta kepada bapaknya untuk mondok itu akan berhasil”

 

  • Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam kunjungan Ibu Muslimat Sidoarjo