Meraih Keberkahan Waktu dengan Doa dan Dzikir

Pendahuluan

Waktu adalah nikmat yang paling sering manusia sia-siakan, namun paling menentukan nasib seorang hamba. Banyak manusia mengeluhkan sempitnya waktu, padahal yang hilang bukanlah jam dan hari, melainkan keberkahan dalam waktu itu sendiri. Islam mengajarkan bahwa keberkahan waktu tidak bisa kita raih dengan sekadar manajemen aktivitas, tetapi dengan kedekatan kepada Allah melalui doa dan dzikir.

Doa dan dzikir menghadirkan Allah dalam hidup, meluaskan waktu yang sempit dan membesarkan nilai amal kecil.

Makna Keberkahan Waktu dalam Islam

Allah ﷻ bersumpah tentang waktu dalam Al-Qur’an:

وَالْعَصْرِۙ ۝١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Artinya :“(1)Demi masa (2) sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian (3) kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”(QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Allah Menjelaskan bahwasannya manusia sungguh merugikan diri mereka sendiri dengan menyia-nyiakan waktu. Bisa karena enggan bertakwa dengan penciptanya, atau melakukan amal kebajikan, atau menolong sesamanya dalam kebaikan.

Arti dari keberkahan waktu berarti banyaknya kebaikan yang dihasilkan dalam waktu yang singkat, serta terjaganya waktu dari kesia-siaan dan maksiat.

Baca Juga: Doa Sebagai Kompas Hidup: Mengarahkan Langkah di Waktu yang Penuh Ujian

Doa sebagai Pembuka Keberkahan Waktu

Doa adalah bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dalam mengatur waktu tanpa pertolongan Allah.

Allah ﷻ berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦٠

Artinya :“Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Allah berfirman kepada para hambanya bahwa berdoa bukan hanya permintaan seorang hamba, namun juga kesadaran diri seorang hamba kepada Tuhan. Manusia adalah makhluk yang lemah nan pelupa yang selalu menyia-nyiakan waktu dan peluang mereka untuk bisa menjadi lebih baik. Maka dari itu, berdoa agar bisa menjadikan waktu lebih bermanfaat dan lebih bermakna bukan hanya sebuah permintaan, tapi juga kesadaran seorang hamba kepada Tuhannya.

Baca Juga: Menyambut Bulan Rajab dengan Doa-Doa Keselamatan di Dunia dan Akhirat

Dzikir: Penjaga Waktu dari Kesia-siaan

Allah ﷻ berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ ۝١٥٢

Artinya :“Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”(QS. Al-Baqarah: 152)

Dzikir menjaga waktu agar tidak berlalu tanpa makna. Bahkan saat seorang hamba sibuk bekerja atau berjalan, lisannya yang berdzikir menjadikan aktivitas biasa bernilai ibadah.

Dzikir-dzikir Ringkas yang Menghidupkan Waktu

Rasulullah ﷺ mengajarkan dzikir yang ringan namun berat di timbangan:

قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ).

Artinya :“Nabi ﷺ bersabda: “Dua kalimat yang dicintai oleh Ar-Raḥmān, ringan di lisan, namun berat di timbangan (amal): Subḥānallāhi wa biḥamdih, Subḥānallāhil-‘Aẓīm.”[¹ Abū ‘Abd Allāh Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, ed. Muṣṭafā Dīb al-Bughā (Damaskus: Dār Ibn Kathīr dan Dār al-Yamāmah). hal. 2749 juz. 6]

Di Hadist lain, Rasulullah ﷺ juga menjelaskan:

سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ،» وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلهِ

Artinya: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Zikir yang paling utama adalah lā ilāha illallāh, dan doa yang paling utama adalah al-ḥamdu lillāh.’[² Abū ‘Īsā Muḥammad bin ‘Īsā al-Tirmiżī, al-Jāmi‘ al-Kabīr (Sunan al-Tirmiżī), tahqīq Basyār ‘Awwād Ma‘rūf (Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī). hal. 393. juz. 5]

waktu bukan untuk dihabiskan, melainkan dititipkan. Maka dari itu, sebagai seorang hamba, kita sebaiknya menggunakan waktu kita sebaik mungkin dan tidak lupa untuk berdoa dan berdzikir kepada Allah.

Tanda Waktu yang Diberkahi

Para ulama menyebut beberapa tanda keberkahan waktu:

  1. Mudah melakukan ketaatan
  2. Terhindar dari kesibukan sia-sia
  3. Amal kecil yang kita lakukan terasa besar manfaatnya
  4. Hati tenang meski aktivitas padat
  5. Waktu terasa cukup meski pekerjaan banyak

Baca Juga: Doa Rasulullah Ketika Memasuki Bulan Rajab

Penutup

Keberkahan waktu bukanlah hasil kecerdikan manusia semata, melainkan karunia yang Allah berikan kepada hamba yang mengingat-Nya. Doa membuka pintu pertolongan, dan dzikir menjaga waktu agar tidak jatuh dalam kelalaian.

Maka siapapun yang ingin hidupnya lebih bernilai, amalnya berbekas, dan waktunya tidak hilang sia-sia, hendaklah ia mengikat detik-detik hidupnya dengan doa dan dzikir.

Wallahu ‘Alam

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses