Muhammad Fihri

Kisah Kaum Nabi Luth Belum Berakhir: Dua Potret Kaumnya yang Kini Kembali Terjadi

Ramainya isu Kaum Pelangi (LGBT) hari ini ternyata bukanlah fenomena baru. Berabad-abad silam, Al-Qur’an telah menyebutkan sebuah kisah kaum Nabi Luth yang lebih menyukai sesama jenis. Akibat penyimpangan itu, Allah meluluhlantakkan negeri mereka, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Hud ayat 82. Baca juga: Kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi: Teladan yang Perlu Dipelajari oleh Pemimpin Zaman Sekarang (2) Disclaimer…

Lanjutkan

Drama, Data, dan Dialog: Cara Santri Lirboyo Menjawab Tuduhan kepada Islam

Suara gemuruh menggema di seluruh sudut aula pada saat sepuluh orang mengisi acara drama dengan menggunakan Bahasa Inggris dengan fasih dan berintonasi membuat penonton terperdaya dibuatnya. Ada yang terpengarah bangga, ada yang termenung tak paham. Betapa pun demikian, Pondok Lirboyo sudah menunjukkan bahwa santri Lirboyo tidak hanya pandai bahasa turats, tidak tulen kesalafan. Tetapi juga…

Lanjutkan

Kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi: Teladan yang Perlu Dipelajari oleh Pemimpin Zaman Sekarang (2)

Setelah membahas beberapa karakter utama kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi pada bagian pertama, masih banyak teladan lain yang tidak kalah penting untuk dikaji. Nilai-nilai kepemimpinan yang beliau wariskan bukan hanya relevan bagi para pemimpin negara, tetapi juga bagi siapa saja yang memegang amanah, baik dalam keluarga, lembaga pendidikan, organisasi, maupun masyarakat. Berikut lanjutan beberapa sifat kepemimpinan Shalahuddin…

Lanjutkan

Kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi: Teladan yang Perlu Dipelajari oleh Pemimpin Zaman Sekarang (1)

Nama Shalahuddin al-Ayyubi selalu dikenang sebagai panglima besar yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis. Namun, keagungannya bukan hanya terletak pada keberhasilannya di medan perang, melainkan juga pada karakter kepemimpinannya yang penuh akhlak, kasih sayang, keadilan, dan tanggung jawab. Bahkan, banyak sejarawan Muslim maupun Barat mengakui bahwa kemuliaan pribadinya menjadi salah satu faktor utama yang membuat ia…

Lanjutkan

Memakai Parfum Beralkohol Apakah Najis?

Pada dasarnya, wangi badan dan baju merupakan kenyamanan tersendiri bagi setiap orang. Dan biasanya, dalam memperolehnya, mereka menyemprotkan minyak wangi sesuai selera. Namun, tidak sedikit komposisi minyak wangi tersebut mengandung alkohol. Lantas, apakah parfum yang mengandung cairan alkohol itu najis? Baca juga: Hati-Hati! Dua Kebiasaan Ini Kerap Dianggap Wajar Padahal Berdosa Alkohol, Najis? Secara definisi,…

Lanjutkan
Sejarah-Puasa-Asyura_-Kewajiban-bagi-Yahudi,-Kesunahan-bagi-Muslim

Sejarah Puasa Asyura: Kewajiban bagi Yahudi, Kesunahan bagi Muslim

Tahukah anda? Ternyata pada hari Asyura merupakan hari penting bagi agama Yahudi dan Islam. Tulisan ini akan mengajak anda menyelami asal-usul kesunahan puasa Asyura bagi orang muslim dan kewajiban puasa Asyura bagi orang Yahudi. Baca juga: Ketika Seorang Nasrani Memuliakan Hari Asyura Kewajiban Puasa bagi Orang Yahudi Dalam kitab I’anah at-Thalibin terdapat penjelasan dari Imam…

Lanjutkan

Hati-Hati! Dua Kebiasaan Ini Kerap Dianggap Wajar Padahal Berdosa

Tidak semua dosa datang dalam bentuk perbuatan besar yang jelas terlihat haram. Sebagian justru menyelinap dalam kebiasaan sehari-hari yang dianggap biasa, bahkan sering dilakukan tanpa rasa bersalah. Menunda pembayaran utang padahal mampu dan berbohong demi mengundang tawa adalah dua contoh nyata. Keduanya kerap dianggap wajar padahal berdosa. Mari kita simak penjelasannya. Baca juga: Tiga Cara…

Lanjutkan

Ketika Seorang Nasrani Memuliakan Hari Asyura

Tahukah Anda? Dalam sebuah kitab an-Nawadir diceritakan bahwa ada seorang Nasrani yang memperoleh kemuliaan luar biasa hanya karena memuliakan hari Asyura. Bahkan, sebuah ganjaran yang semula disiapkan untuk seorang pejabat muslim justru beralih kepadanya. Bagaimana kisahnya? Baca juga: Kisah Qanaah yang Berujung Harta Tak Terduga Janji Palsu dari Qadi Ada sebuah cerita dalam kitab an-Nawadir…

Lanjutkan

Tiga Cara Meraih Khusyuk dalam Salat

Khusyuk merupakan ruh salat. Gerakan salat mungkin dapat dilakukan oleh banyak orang, tetapi menghadirkan hati di hadapan Allah adalah perkara yang tidak mudah. Karena itu, ketika Allah menyebut ciri orang-orang beriman yang beruntung, yang pertama kali disebutkan adalah: الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ “Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 2) Para ulama menjelaskan…

Lanjutkan