Di kehidupan kita sebagai manusia dan juga sebagai seorang hamba. Kadang kehidupan terasa seperti menapaki jalan berkabut: arah masih ada, tapi terlihat samar. Justru pada saat seperti inilah doa hadir sebagai kompas hidup, penunjuk arah yang membuat kita tetap maju, tetap kuat, dan tetap yakin bahwa setiap langkah punya makna.
Doa bukan sekedar ritual, namun sebagai sumber energi, penyemangat, dan tempat kita menata ulang pikiran saat kehidupan mulai menekan dari segala sisi. Dengan doa, langkah yang berat bisa terasa lebih ringan. Dengan dzikir, hati yang gelisah bisa kembali stabil.
Doa Adalah Dorongan untuk Terus Bergerak
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: الدُّعَاءُ مُخُّ العِبَادَةِ»
Artinya :“Dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Doa adalah inti dari ibadah.”[¹Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhāk, Sunan at-Tirmidzi. hal. 456 juz. 5]
Berawal dari Doa, kita tidak menyerah pada keadaan. Ketika kita berdoa, kita sedang berkata pada diri sendiri: “Aku belum selesai. Aku masih punya harapan.” Ketika kita dalam tengah masalah, doa adalah tanda bahwa kita memilih untuk tetap melangkah, bukan berhenti.
Baca Juga: Doa untuk Saudara Muslim yang Sedang dalam Musibah
Allah Mengundangmu untuk Berharap Besar
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
Artinya :“Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”(QS. Ghafir: 60)
Ayat ini menegaskan bahwa terkabulnya doa bukan hanya sekadar janji belaka, tetapi undangan langsung dari Tuhan semesta alam: “datanglah, minta, dan jangan takut berharap”. Karena kita kadang merasa doa kita kecil. Tidak penting. Tidak didengar. Tapi ayat ini menegaskan sebaliknya, Allah maha pendengar, dan selalu mendengar permintaanmu. Saat kamu merasa hidup menjadi sulit, ayat ini seperti berkata: “Ayo berdiri lagi. Ayo bergerak lagi. Aku bersama kamu.”
Baca Juga: Doa yang Tidak Pernah Gagal: Memohon Ketenangan di Tengah Hidup yang Terus Berguncang
Dzikir: Bahan Bakar Ketahanan Hidup
Tidak cukup hanya bergerak; kita juga butuh hati yang kuat. Di sinilah dzikir berperan. Allah Ta’ala berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
Artinya :“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menjelaskan bahwa jika kita terus mengingat Allah, bahkan jikalau hidup penuh dengan tekanan dan kesulitan, hati kita bisa tentram dan tenang menghadapinya. Dzikir memberikan stabilitas batin yang tidak mudah terguncang, dan dari ketenangan itulah lahir keberanian.
Baca Juga: Doa Musim Hujan
Doa-Doa yang Menguatkan Langkah
Doa Meminta Petunjuk
Rasulullah ﷺ pernah mengajari Sayyid Hasan Bin Ali sebuah doa:
قَالَ الحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الوِتْرِ: اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Artinya :“Hasan bin Ali berkata: “Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku beberapa kalimat untuk aku baca dalam salat Witir:‘Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang Engkau pimpin. Berkahilah untukku apa yang Engkau karuniakan. Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau menetapkan (segala sesuatu) dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Dan tidak akan hina orang yang Engkau jadikan sebagai wali (pelindung). Mahasuci Engkau, Tuhan kami, dan Mahatinggi.’”[¹Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhāk, Sunan at-Tirmidzi. hal. 328. juz. 2]
Doa meminta kemudahan ketika keadaan menjadi sulit
Ketika langkah kehidupan mulai terasa berat, ada sebuah Doa yang Rasulullah ﷺ ajarkan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ، قَالَ: اللهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَاّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ سَهْلًا إِذَا شِئْتَ
Artinya :“Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah ﷺ berdoa: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau dapat menjadikan kesulitan itu mudah apabila Engkau menghendakinya.”[¹Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān: al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ ʿalā at-Taqāsīm wa al-Anwāʿ min Ghayri Wuǧūd Qiṭʿin fī Isnādihā wa Lā Ṯubūt Jarḥin fī Nāqilīhā. hal. 433 juz. 7]
Baca Juga: Doa Menghindari Kerusakan Akhir Zaman dan Terhindar dari Fitnah
Dengan Doa, Kamu Tidak Pernah Melangkah Sendirian
Doa adalah cara Allah menjaga kita agar tetap optimistis. Dzikir adalah cara Allah untuk menenangkan kita agar tidak cepat patah semangat. Keduanya adalah kompas yang membuat kita bisa terus berjalan meski keadaan tidak sempurna. Hidup boleh menantang dan masalah boleh silih berganti. Namun, selama doa masih terucap, selama dzikir masih hidup di hati, kamu tetap punya arah dan arah itu tidak akan pernah salah. Karena siapa pun yang menjadikan doa sebagai kompas hidupnya, akan selalu menemukan jalan keluar, bahkan jika semua terasa seperti mustahil.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
