Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah: Wujud Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan

Pengelolaan sampah

Lirboyo, 24 Agustus 2025 – Pondok Pesantren Lirboyo meresmikan Rumah Pengelolaan Sampah (Rumah Maggot) yang berlokasi di belakang Kantor Keamanan Info 3, Ahad (24/8). Acara dimulai pukul 10.30 WIB dengan dihadiri pimpinan pesantren, perwakilan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, serta segenap pengurus Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) Lirboyo.

Turut hadir dalam peresmian ini, di antaranya Agus Zulfa Laday Robbi, Agus Nururrohman Ya’lu, Bapak Miftahul Umam, Ibu Fitri Ariani dari P3M Jakarta, serta Bapak Anang dari CCEP.

Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Upacara HUT RI ke-80

Rangkaian Acara Peresmian

Setelah pembukaan degan bacaan Ummul Kitab, kemudian pembacaan tahlil dan doa berlangsung oleh Agus Zulfa Laday Robbi, kemudian setelah itu sambutan dari berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Agus Nururrohman Ya’lu selaku perwakilan pimpinan pondok menyampaikan apresiasi atas dukungan yang P3M berikan.
“Terima kasih atas bantuan dari P3M. Semoga program ini bisa bermanfaat bagi Pondok Pesantren Lirboyo,” ujarnya.

Perwakilan P3M, Ibu Fitri Ariani, menuturkan bahwa program ini merupakan bagian dari monitoring kedua setelah sebelumnya P3M laksanakan di Cirebon.
“Alhamdulillah, pada acara monitoring tersebut, Pondok Lirboyo menunjukkan progres yang sangat baik dalam pengelolaan sampah. Dari 10 pesantren yang mengikuti program ini, salah satunya adalah Lirboyo,” jelasnya.

Sementara itu, Bapak Anang dari CCEP menyampaikan optimismenya terhadap kolaborasi ini.
“Alhamdulillah, bersama teman-teman P3M dan 10 pesantren lainnya, program pengelolaan sampah berjalan lancar. Semoga bisa terus memberikan manfaat,” ungkapnya.

Selanjutnya acara beralih dengan prosesi potong tumpeng oleh Agus Zulfa Laday Robbi serta ceremonial potong pita Rumah Pengelolaan Sampah P2L juga oleh beliau.

Baca juga: Lirboyo Gelar Seminar Kebangsaan dan Bedah Kitab Fath al-Maydan

Wawancara dengan Pimpinan Pesantren

Bapak Miftahul Umam selaku pimpinan pesantren menjelaskan latar belakang berdirinya rumah pengelolaan sampah ini.
“Pondok Pesantren Lirboyo sejak dahulu berusaha mengajarkan kemandirian, kerja keras, serta kepedulian lingkungan. Rumah pengelolaan sampah ini hadir dari keprihatinan atas meningkatnya sampah anorganik, baik di pesantren maupun masyarakat. Sampah yang semula terbuang percuma kini bisa diolah menjadi pupuk maupun pakan ternak,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi pesantren.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pendidikan kehidupan. Dengan program ini, santri tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga sadar lingkungan dan memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat,” tambahnya.

Terkait harapan ke depan, Bapak Umam berharap santri dapat mengambil pelajaran dari program ini.
“Mereka belajar bahwa setiap masalah, termasuk sampah, bisa menjadi peluang. Kami ingin santri memiliki jiwa inovatif dan bertanggung jawab. Insya Allah, ke depan akan ada pengembangan, baik secara teknis maupun edukatif, sehingga rumah pengelolaan sampah ini bisa menjadi laboratorium pembelajaran santri,” ungkapnya.

Baca juga: Peresmian Pondok Cabang Lirboyo XXIV di Pacitan Berlangsung Khidmat

Pandangan P3M Jakarta

Dalam kesempatan wawancara, Ibu Fitri Ariani dari P3M Jakarta menjelaskan alasan mendukung program ini.

“P3M bersama CCEP telah mendukung program ini selama satu tahun. Harapannya, dengan adanya rumah pengelolaan sampah dan sarana prasarana lainnya, program di Lirboyo bisa berjalan lebih lancar,” katanya.

Ibu Fitri juga menilai bahwa Pondok Lirboyo memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi pesantren.

“Sebelum adanya program ini pun, Lirboyo sudah lebih dahulu mengelola sampah anorganik. Program P3M hadir agar pengelolaannya semakin teratur dengan manajemen yang baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, program serupa telah kami terapkan di 10 pesantren di Indonesia. “Kami berharap pesantren lain juga bisa meniru inisiatif ini. Bagi santri, penting disadari bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Baca juga: Kang Said Aqil Hadiri Haul KH. Imam Yahya Mahrus ke-14

Peran Santri dalam Rumah Maggot

Ali Affandi, pengurus BUMP divisi pengelolaan sampah sekaligus pengelola rumah maggot, turut menjelaskan proses teknis pengolahan sampah.

“Proses awal dimulai dari pengambilan sampah di kamar santri, lalu dibawa ke TPA pesantren. Setelah dipilah, sampah organik diproses melalui penggilingan dan pengepresan sebelum masuk tahap budidaya maggot,” terangnya.

Menurutnya, manfaat rumah maggot ini sangat besar, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. “Selain menjaga kebersihan, program ini juga membuka peluang ekonomi pesantren,” katanya.

Affandi menambahkan, respon santri sangat positif. “Santri sangat antusias, bahkan sudah ada pelatihan khusus tentang cara memilah sampah yang baik. Untuk hasil pupuk sendiri masih dalam tahap proses, karena terkendala alat dan pemasaran,” pungkasnya.

Penutup

Peresmian Rumah Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren Lirboyo menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu berinovasi sekaligus berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Program ini menuai harapan agar tidak hanya memberi manfaat bagi pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

One thought on “Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah: Wujud Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses