Memahami Makna Sejati Hijrah

Memahami Makna Sejati Hijrah Memahami Makna Sejati Hijrah

Istilah hijrah pernah trend di masanya. Sekitar tahun 2019 atau 2020, semua rangkaian kegiatan kebaikan pasti semua orang kaitkan dengan nama hijrah. Namun menurut syariat, sebenarnya hijrah adalah memisahkan diri dari daerah kufur menuju daerah Islam. Hal ini hukumnya wajib bagi setiap orang yang tidak mampu untuk melakukan praktik agamanya atau barangkali takut fitnah dari orang-orang kafir. Di sisi lain ada definisi yang langsung Rasulullah tawarkan dalam hadisnya perihal orang yang hijrah sejati.

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ

Orang yang benar-benar hijrah adalah orang yang meninggalkan sesuatu yang Allah larang.

Baca juga: Hijrah Rasulullah SAW: Perjalanan Penuh Strategi dan Pengorbanan

Makna Hijrah Era Rasulullah

Hijrah di era Rasulullah dapat kita kenal dengan dua praktik:

Yang pertama, berpindahnya sebagian sahabat Rasulullah dari Makkah ke Habasyah karena kecaman dan ancaman yang pedih yang orang kafir Makkah berikan. Rasul sendiri yang memerintah mereka hijrah sekitar tahun ke lima dari kenabian. Di tahun ke tujuh dari kenabian Rasulullah kembali memerintah sebagian sahabatnya untuh hijrah ke Habasyah yang kedua kalinya. Setelah Islam semakin jaya barulah para orang-orang yang hijrah ke Habasyah ini menyusul orang-orang mukmin yang berhijrah ke Madinah.

Yang kedua, Orang-orang yang tersisa di Makkah bersama Nabi Muhammad akhirnya juga hijrah ke Madinah, hal itu terjadi pada tahun ke tiga belas setelah terutusnya Nabi Muhammad.

Baca juga: Tahun Baru Hijriah: Sejarah, Penetapan, dan Makna Hijrah

Hijrah Masa Kini

Itu merupakan makna hijrah yang terlaku di era Rasul. Bagaimana dengan kita? Apa ada pergeseran makna dari hijrah di masa milenial ini?. Sejatinya memaknai dan mengartikan hijrah dengan arti masa kini wajar-wajar saja. Sebagian orang mengartikan hijrah masa kini adalah segala ritual, bentuk dan warna taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) baik mengarungi lewat jalan tarekat, burdahan, tahlilan, majelis shalawat, yasinan, liqa’, mujahadah, kajian ilmiyyah, bahtsul masa’il, ngaji kitab dan lain-lain.

Yang Harus Kita Perhatikan Ketika Hijrah

Namun yang terpenting dan yang sering terlupakan dari praktik hijrah yang sempat booming adalah bagaimana kita memposisikan diri semestinya. Jangan dengan kita melakukan perbuatan baik ini malah sebagian dari saudara muslim kita malah merasa sakit dan tersakiti. Pada praktik lapangan, ketika sedang viral-viralnya praktik hijrah banyak celetukan dari saudara se-muslim yang cukup mengerutkan dahi. Di antaranya “Dulu sebelum hijrah jauh dari Tuhan sekarang ia menjadi Tuhan”, “Dulu sebelum hijrah berlumur dosa namun sekarang orang lainlah yang katanya banyak dosa”, “Dulu sebelum hijrah ia patuh kepada orang tuanya, sekarang setelah hijrah seakan orang tuanya yang harus patuh kepadanya” dan “Dulu sebelum hijrah dia teman yang menyenangkan namun setelah hijrah dai teman yang menyebalkan”

Jika memang ingin dilanjutkan jalan hijrah yang sempat viral kemarin-kemarin ya silahkan, namun perhatikan betul ya bagaimana menjadi orang baik yang tidak menyusahkan orang lain!.

Baca juga: Hakikat Hijrah

Penutup

Hijrah sejati bukan tentang terlihat lebih religius di mata orang lain, tapi tentang menjadi lebih jujur di hadapan Tuhan dan diri sendiri. Ia bukan titik akhir, melainkan perjalanan seumur hidup — meninggalkan yang merusak, menuju yang membersihkan. Kadang sunyi, kadang berat, tapi selalu layak. Karena hijrah adalah janji diam-diam pada diri sendiri: Aku ingin jadi lebih baik, meski pelan, meski jatuh, aku tetap jalan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

2 thoughts on “Memahami Makna Sejati Hijrah

  1. Tapi ustadz,dari sekian banyaknya ujian berhijrah,kenapa lebih banyak diuji dari segi ekonomi.Bukankah Allah Al goniyyu,yg maha kaya,trus kenapa kalo Allah maha kaya Allah lebih menitipkan kekayaan kepada yg masih belum hijrah.Kan harusnya Allah menitipkan kekayaan kepada yg hijrah,sebagai support dalam Istiqomah.Sekian ustadz, terimakasih 🙏

  2. Diksi hijrah yang banyak dipakai pada era 1919-2020 berkaitan erat dengan era demam khilafah. Tentu hal itu diiusunh oleh saudara kita yang tergabung dalam “rumah perjuangan menegakkan khilafah” yakni organisasi yang telah terlarang dan dibubarkan pada era rezim pak Jokowi.
    Mengapa hari ini tidak terdengar lagi ya karena mereka tak punya “rumah” lagi. Dan, kita lihat sekarang barisan mereka sangat getol mengorek orek tuduhan ijasah, skripsi palsu. Dibantu bantu pula oleh orang orang yang kecewa dengan langkah politik pak Jokowi pada pemilu 2024 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses