475 views

Motif Tercetusnya Hadis Palsu

Motif tercetusnya hadis palsu | Faktor-faktor yang menjadi pemicu munculnya hadis palsu di antaranya sebagaimana berikut:

  • Ifsad al-Din (untuk merusak agama Islam) sebagaimana yang dilakukan oleh kalangan Zanadiqoh atau kafir zindiq. Diceritakan bahwa Hamad bin Zaid memalsukan redaksi hadis Nabi Saw. kurang lebih sebanyak 14.000 hadis. Contohnya adalah hadis marfu’ yang diriwayatkan oleh Humaid dari Anas:

أَنَا خَاتَمُ النَّبِيِينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِيْ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ

“Saya adalah Nabi terakhir dan tidak ada lagi Nabi setelahku kecuali Allah Swt. menghendaki.”

Frasa إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ itu dikategorikan palsu, sebab mengajak kepada praktek kekufuran golongan kafir zindiq, serta memberikan peluang untuk mengaku-ngaku menjadi Nabi.

  • Qashdu Nashr ar-Ra’yi (untuk melegitimasi pendapat suatu kelompok tertentu), motif yang kedua ini disinyalir oleh Syaikh Mahfud at-Tarmasi adalah tidak lebih karena faktor ta’ashub (fanatisme) terhadap kelompok atau mazhab tertentu seperti sekte Syi’ah Rafidah dan Khawarij. Sebagai contoh, terdapat redaksi yang berbunyi:

عَلِيُّ خَيْرُ الْبَشَرْ ، مَنْ شَكَّ فِيْهِ كَفَرْ

“Sayyidina Ali adalah sebaik-baiknya manusia, barangsiapa yang meragukannya makai ia kafir.”

  • Takassub (karena profesi atau mata pencaharian) semisal Abi Sa’id al-Madaini membuat kisah-kisah langka dan ajaib yang bermuatan hadis palsu. Ia membuatnya karena tuntutan pekerjaan guna menstimuluskan mata pencahariannya.
  • Rawa li al-Umara ma Yuwafiqu al-Hawa (untuk menjilat penguasa atau menjustifikasinya) seperti yang pernah dilakukan oleh Qiyas bin Ibrahim yang membuat hadis palsu untuk Khalifah al-Mahdi putra dari Khalifah Harun ar-Rasyid dalam hadis:

لاَ سَبْقَ إلاَّ فِيْ نَصْلٍ أَوْ خَفٍّ أوْ حَافِرٍ

Hadis di atas ditambahi dengan redaksi أو جَنَاحٍ  ini digunakan sebagai pembenaran atau justifikasi untuk pihak tertentu.

  • Muhtasibin al-Ajri Fima Yad’u (memotivasi seseorang agar mendapatkan pahala sehingga diterima oleh banyak orang pendapatnya). Praktek demikian banyak dilakukan oleh kalangan sufi yang mengaku paling zuhud tapi awam dalam permasalahan agama. Contoh lain, adalah hadis-hadis palsu yang berkaitan dengan fadhilah-fadhilah surat.
  • Qashdu Syuhroh yakni tujuan untuk mencari popularitas. Motif keenam ini dilakukan dengan cara menampilkan hadis-hadis gharib (asing) lalu mengganti sanadnya, tujuannya tidak lain adalah hanya demi mendapatkan popularitas semata.

Beberapa faktor inilah yang disinyalir melatarbelakangi tercetusnya hadis-hadis palsu. Hadis adalah gambaran utuh kehidupan Nabi Muhammad Saw, yang dikisahkan oleh para sahabat dan orang-orang setelah mereka. Gambaran kehidupan tersebut sebagian mengandung muatan budaya dan agama. Oleh sebab itu, hadis perlu dipahami secara kontekstual, terutama hadis yang berkaitan dengan lokalitas, budaya, politik dan lain-lain.

Perlunya memahami term hadis

Seiring dengan merebaknya gerakan Islamisasi yang cenderung radikal—mungkin lebih ke Arabisasi—penafsiran tekstual sering juga mengarah pada politisasi hadis sehingga mereka sering membid’ahkan tradisi lokal yang ada di masyarakat, bahkan tak jarang ada yang menggunakan hadis sebagai dalih pembenaran kelompok tertentu tanpa mengetahui status hadis itu apakah statusnya shahih, hasan atau bahkan dhaif.

Oleh karenanya, kita perlu untuk mengenal serta memahami terma-terma hadis yang tercantum dalam kitab-kitab mustholah al-hadis. Agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengutip hadis serta tidak digunakan secara serampangan. Wallahu A’lam Bisshawab.

*Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Marhalah Ula Smt. VI Asal Purwakarta, Jawa Barat. Pecinta Khazanah Turats dan Pegiat Literasi.

Referensi:

Abdurrahman bin Abi Bakr Jalaluddin as-Suyuthi, Taqrirat Alfiyah as-Suyuthi (Lirboyo: Dar al-Mubtadiin), vol. 2, h. 06-15.
Muhammad Mahfudz bin Abdillah bin Abdul Mannan at-Tarmasi, Manhaj Dzawi an-Nadzar (Jakarta: Dar al-Kutub al-Islamiyyah) h. 102-106
Dr. Mahmud at-Tahan, Taisir Mustholah al-Hadis (Surabaya: Al-Haramain), h. 76.

baca juga: Cara Mendeteksi Hadis Palsu
tonton juga: Nasionalisme Religius | Ensiklopedia Buku Lirboyo

Motif tercetusnya hadis palsu
Motif tercetusnya hadis palsu

16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.