Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi di Ta’dhim Maulid Lirboyo 1447

maulid nabi muhammad di lirboyo

Pada acara Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw Pondok Pesantren Lirboyo, tahun 1447 H. Hari ke-2 yakni malam Jumat 12 Rabiulawal 1447 H./ 04 September 2025 M. Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menyampaikan mauidzoh hasanah dengan menceritakan kisah-kisah perjuangan Nabi Muhammad saw.

Kenapa Melaksanakan Maulid?

Beliau membuka mauidzohnya dengan sebuah pertanyaan, “Mengapa kita mengadakan maulid?”
Pertanyaan itu kemudian beliau jawab: “Maulid adalah wujud ungkapan syukur kita atas kelahiran Nabi Muhammad saw.”

Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus Menjelaskan Isi Kitab Perihal Perayaan Maulid Nabi

Mbah Yai Kafa menjelaskan bahwa pada zaman jahiliyah, masyarakat pun mengadakan semacam perayaan, namun mereka menujukannya untuk berhala dan mereka lakukan dengan cara-cara yang rusak, seperti telanjang bulat dan melakukan praktik ribawi. Semua perilaku itu kemudian terkikis dengan Allah mengutus Rasulullah saw.

Beliau lalu membacakan firman Allah SWT:

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
(QS. Ali ‘Imran: 164)

Orang jahiliyah itu tahu betul bahwa Nabi Muhammad sebelum diutus adalah orang yang amin (dapat dipercaya), shiddiq (jujur), dan wafa bil ‘ahdi (menepati janji). Setelah diutus, beliau menjadi tabligh (menyampaikan). Dari sini kita bisa mengambil pelajaran: dengan ilmu, segala sesuatu akan menjadi baik,” dawuh beliau.

Nabi Muhammad Kebanggaan Orang Arab

Mbah Yai Kafa juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. menjadi kebanggaan bangsa Arab, sebagaimana orang Yahudi bangga kepada Nabi Musa dan Taurat, serta orang Nasrani bangga kepada Nabi Isa dan Injil.

Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Berbahagia dengan Maulid Nabi

“Setelah Rasulullah diutus, bangsa Arab pun memiliki kebanggaan. Maka sebaik-baik Rasul adalah Rasulullah ﷺ, sebaik-baik kitab adalah Al-Qur’an, dan sebaik-baik umat adalah umat Rasulullah saw.”

Beliau mengingatkan, ada ulama yang mengatakan: siapa pun yang menjadi umat Nabi Muhammad saw. namun tidak bersyukur, maka dikhawatirkan ia meninggal dalam keadaan su’ul khatimah. Padahal puncak kebahagiaan seorang hamba adalah wafat dengan husnul khatimah.

Mengambil Ibroh dari Kisah-kisah Masa Lalu

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyinggung bahwa kisah hidup Rasulullah saw. penuh dengan masyaqqah (kesulitan), dan dari situlah terdapat hikmah. Beliau membacakan ayat lain:

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Menurut Mbah Yai Kafa, Rasulullah saw. mampu menceritakan kisah Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, dan para nabi lain meski rentang zaman mereka sangat jauh. “Padahal Rasulullah tidak pernah bersekolah. Inilah bukti bahwa sirah beliau sangat menakjubkan,” ungkapnya.

Baca Juga: KH. An’im Falahuddin: Mencintai Nabi Muhammad

Beliau juga menyampaikan dawuh:

“Kalau kita menyampaikan sejarah atau sirah para shalihin, lalu diterima dengan mahabbah, maka rahmat Allah akan diturunkan. Itulah sebabnya, maulid – dengan pembacaan sirah, bersedekah, pengajian, dan lainnya – merupakan ungkapan syukur kita atas kelahiran Nabi Muhammad saw.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses