Acara Majelis Sholawat Kubro yang ke-3 di Pondok Pesantren Lirboyo pada malam Jumat 11 Muharram 1446 H. / 18 Juli 2024 M. Jam 19:30 WIB. berlangsung khidmat dengan lantunan qasidah-qasidah dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan tersebut, KH. An’im Falahuddin Mahrus menyampaikan mau‘idzah hasanah yang penuh hikmah. Beliau menekankan pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu dan beribadah.
Baca juga: KH. M. Anwar Manshur: Pesan untuk Para Wanita
“Yang paling afdal itu adalah istiqamah. Jadi orang yang istiqamah belajar, istiqamah ngaji, itu suatu karamah tersendiri. Bahkan dengan istiqamah inilah akan keluar karamah. Maka kalau kita meminta kepada Allah, mintalah istiqamah. Sebab dengan istiqamah, karamah akan muncul dengan sendirinya.”
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa salah satu bentuk cinta kepada Nabi Muhammad saw adalah dengan memperbanyak membaca sholawat, qasidah, serta memperingati maulid Nabi. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Saw:
اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ فَإِنَّ حَمْلَةَ الْقُرْأَنُ فِيْ ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلٌّ ظِلَّهُ مَعَ اَنْبِيَائِهِ وَاَصْفِيَائِهِ
“Didiklah anak-anakmu dengan tiga akhlak mulia: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya, dan membaca Al-Qur’an. Sesungguhnya para penghafal Al-Qur’an berada di bawah naungan Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, bersama para nabi dan hamba-hamba pilihan-Nya.”
Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi: Tanda Orang Diberi Kebaikan oleh Allah
KH. An’im Falahuddin menjelaskan tiga poin penting dalam hadis tersebut:
1. Mencintai Nabi Muhammad SAW.
Salah satu wujud cinta kepada Nabi adalah memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw. Dengan istiqamah dalam sholawat, seorang muslim akan berpeluang meraih syafaat Rasulullah Saw. Beliau menukil kisah seorang badui yang bertanya kepada Nabi tentang hari kiamat. Nabi justru balik bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan?” Sang badui menjawab, “Aku tidak punya banyak amalan, tetapi aku mencintaimu, ya Rasulullah.” Nabi pun bersabda: “Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.”
Baca juga: KH. Athoillah: Beratnya Sakaratul Maut
Karena itu, ketika berziarah ke makam Rasulullah Saw. di Madinah, disunnahkan memperbanyak membaca sholawat sejak sebelum berangkat. Orang yang hatinya dipenuhi cinta kepada Nabi dan istiqamah dalam sholawat, bahkan bisa diberi anugerah mimpi bertemu Rasulullah. Dan mimpi itu benar adanya, sebab setan tidak mampu menyerupai Nabi Muhammad Saw.
Beliau menegaskan, orang yang pergi haji tetapi enggan berziarah ke makam Rasulullah termasuk orang yang wangkot (keras) hatinya.
2. Mencintai keluarga Rasulullah saw.
3. Mencintai Al-Qur’an.
KH. An’im Falahuddin menyampaikan pesan ijazah dari KH. Mahrus Aly: agar hati terbuka dan mudah menerima ilmu, hendaknya membaca Al-Qur’an setiap selesai shalat fardhu, meskipun hanya satu ayat. Membaca Al-Qur’an dengan fasih akan mempermudah keberkahan dalam mencari ilmu.
Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus: Pentingnya Wawasan Kebangsaan
Acara ditutup dengan ijazahan Sholawat Fatih yang diberikan oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus kepada para santri.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
