KH. Abdulloh Kafabihi: Berbahagia dengan Maulid Nabi

maulid nabi muhammad dan ilmu

Dalam suasana penuh syukur pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menyampaikan dawuh bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berbahagia—namun bukan dengan harta benda yang dikumpulkan, melainkan dengan karunia dan rahmat-Nya.

Pada momen Maulid Nabi sudah sepatutnya kita untuk selalu berbahagia. Maka dari itu, marilah kita ketahui hal-hal yang membahagiakan yang telah KH. Abdulloh Kafabihi jelaskan.

Baca juga: Ijazah Sholawat dan Do’a KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Allah berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

KH. Abdulloh Kafabihi menjelaskan, manusia sering bergembira atau berbahagia dengan apa yang disukainya—seperti hobi memelihara burung, binatang, atau kesenangan duniawi lainnya. Padahal, kebahagiaan sejati adalah bergembira karena rahmat Allah. Dari Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa rahmat Allah adalah nikmat yang agung, bahkan orang yang masuk surga pun pada hakikatnya karena rahmat Allah.

Baca juga: KH. M. Anwar Manshur: Maulid Nabi, Momen Meneladani Nabi

Rahmat Allah: Lembutnya Dakwah

Beliau mencontohkan, orang yang berdakwah dapat diterima masyarakat karena rahmat Allah. Sebagaimana firman-Nya:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۖ

“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu.” (QS. Ali Imran: 159)

Baca juga: KH. An’im Falahuddin: Mencintai Nabi Muhammad

Dari ayat ini, beliau menekankan bahwa rahmat Allah melahirkan kelembutan hati. Sebaliknya, sikap kasar hanya membuat masyarakat bubar, sehingga tujuan dakwah tidak tercapai.

Nabi Muhammad: Rahmat bagi Seluruh Alam

KH. Abdulloh Kafabihi mengutip firman Allah:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

“Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)

Rahmat Nabi Muhammad SAW akan tampak nyata pada hari kiamat. Saat para nabi lain menolak memberi syafaat, hanya Nabi Muhammad yang bersujud dan berdoa hingga Allah berfirman: “Mintalah, maka engkau akan diberi.” Syafaat Nabi-lah yang akhirnya memasukkan umatnya ke surga.

Baca juga: KH. M. Anwar Manshur: Pesan untuk Para Wanita

“Mudah-mudahan kita yang merayakan maulid mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” tutur KH. Abdulloh Kafabihi.

Karunia Allah adalah Ilmu

Lebih lanjut, beliau mengutip pendapat Abdullah bin Abbas RA bahwa fadlullah (karunia Allah) adalah ilmu. Dengan ilmu, manusia mulia tanpa memandang asal-usul atau statusnya. Ilmu yang diamalkan dan diajarkan menjadikan seseorang ulama, pewaris para nabi.

Nabi Isa AS bersabda:

من علم وعمل وعلم فذلك يدعى في ملكوت السموات عظيماً

“Barang siapa berilmu, beramal, dan mengajarkan, maka ia akan dipanggil agung di kerajaan langit.”

Hikmah Maulid Nabi

KH. Abdulloh Kafabihi menegaskan, memperingati maulid adalah bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ungkapan syukur ini bisa diwujudkan dengan pengajian, sedekah, atau puasa. Tidak terikat pada waktu tertentu, meskipun bulan Rabiul Awal adalah momen paling tepat.

Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi: Tanda Orang Diberi Kebaikan oleh Allah

Beliau mengisahkan, Abu Lahab—seorang kafir—mendapatkan keringanan siksa setiap hari Senin karena pernah bergembira mendengar kelahiran Nabi dan memerdekakan budaknya, Tsuwaibah. Jika orang kafir saja mendapat manfaat, apalagi umat beriman yang merayakan kelahiran Nabi dengan syukur dan cinta.

Penutup

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menegaskan kepada kita bahwa kebahagiaan sejati adalah bahagia dengan rahmat Allah, bukan sekadar kesenangan duniawi. Melalui perayaan Maulid, kita diajak meneladani Nabi Muhammad SAW, memperkuat ilmu, berakhlak lembut, serta berharap syafaat beliau di akhirat kelak.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses