Idul Adha Pertama Kali di Masa Rasulullah

Ilustrasi penyembelihan kurban masa rasul Ilustrasi penyembelihan kurban masa rasul

Hari raya Idul Adha identik dengan pelaksanaan kurban. Kegiatan ini ternyata sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Allah juga memerintahkan kurban pada masa Rasulullah agar orang-orang melakukannya secara sukarela, dan menjanjikan pahala yang besar atasnya. Maka dengan ketetapan ilahi itu, hewan kurban tersebut memperoleh keberkahan, kemuliaan, dan kehormatan sehingga ia termasuk dalam syiar-syiar Allah. [Baca: Ibnu Asyyura’, at-Tahrir wa at-Tanwir, vol. 17 hal. 262]

Baca juga: Pelajaran dan Cerita Singkat Perang Bani Quraizhah

Amalan yang Allah cintai pada hari raya Idul Adha

Bahkan dalam sebuah hadis, Rasulullah menerangkan tiada amalan yang paling Allah cintai pada hari nahar (kurban) kecuali mengalirkan darah untuk berkurban.

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَزِيدَ الْكَعْبِيِّ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ،
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّم
وَإِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ،
فَطَيِّبُوا بِهَا نَفْسًا“. رواه ابن ماجه والترمذي وحسنه،

Dari Sulaiman bin Yazid al-Ka’bi, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah,
bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah daripada menumpahkan darah (hewan kurban). Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah itu akan sampai kepada Allah di tempat yang mulia sebelum jatuh ke tanah. Maka relakanlah hati kalian ketika berkurban.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Baca juga: Hari Reformasi Nasional dalam Pandangan Islam

Kurban masa jahiliyyah

Terlepas dari itu, tahukah kamu bagaimana euforia pertama kali pelaksanaan idul adha dan hewan apa yang Rasulullah jadikan kurban untuk pertama kalinya dalam peradabaan periode awal islam?

Sejatinya, kurban sudah ada pada masa jahiliyyah, namun dalam pelaksanaan sangat jauh dengan yang islam ajarkan. Hal ini sebagaimana dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya:

حدثنا إبراهيمُ بنُ المُختارِ، عن ابنِ جُرَيْجٍ، قال: كان أهلُ الجاهليَّةِ يَنضَحونَ البيتَ بلُحومِ الإبلِ ودِمائِها،
فقال أصحابُ رسولِ اللهِ ﷺ: فنحنُ أحقُّ أن نَنضَحَ، فأنزل اللهُ: ﴿لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ﴾ أي: يَتقبَّلُ ذلك ويَجزي عليه.

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin al-Mukhtār dari Ibnu Jurayj, ia berkata:
“Orang-orang jahiliah dahulu menyiram (memercikkan) daging unta dan darahnya ke Ka’bah, lalu para sahabat Rasulullah ﷺ berkata: ‘Maka kami lebih berhak untuk menyiramnya.’ Maka Allah menurunkan (ayat): ‘Daging-daging unta itu dan darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.’ Yakni: Allah menerima hal itu dan memberi balasan atasnya.” [Tafsir Ibn al-Katsir, (Beirut: DKI), vol 5 hal. 375]

Baca juga: Peristiwa Perjanjian Hudaibiyah; Tentang Perdamaian Sejati

Idul Adha pertama pada masa Nabi Muhammad

Adapun peristiwa Idul Adha yang pertama kali pada masa Rasulullah, Taqiy ad-Din al-Muqrizi dalam kitab Imta’ al-Asma’ menjelaskan:

أَوَّلُ عِيدٍ ضَحَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَعَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَدِينَةِ. وَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْأَضْحَى بِالْمُصَلَّى، وَضَحَّى بِشَاةٍ، وَقِيلَ: بِشَاتَيْنِ، وَضَحَّى مَعَهُ ذَوُو الْيَسَارِ. قَالَ جَابِرٌ: ضَحَّيْنَا فِي بَنِي سَلِمَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ أُضْحِيَّةً، وَهُوَ أَوَّلُ عِيدٍ ضَحَّى فِيهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Hari raya Idul Adha pertama yang dilaksanakan oleh Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ kembali ke Madinah. Kemudian beliau menunaikan salat Idul Adha di tanah lapang (musalla), dan beliau berkurban dengan seekor kambing, dan ada yang mengatakan: dengan dua ekor kambing. Orang-orang yang memiliki kelapangan rezeki juga ikut berkurban bersamanya. Jabir berkata: “Kami berkurban di (perkampungan) Bani Salamah sebanyak tujuh belas hewan kurban. Itulah hari raya Idul Adha pertama kali dijalani oleh Nabi ﷺ.” [Baca: Taqiy ad-Din al-Muqrizi, Imta’ al-Asma’, (Beirut: DKI), vol. 1 hal. 124]

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses