Kehujanan Saat Shalat, Bagaimana Sebaiknya?

https://unsplash.com/photos/2_gJeve_CBY

Kehujanan Saat Shalat, Bagaimana Sebaiknya?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya pernah shalat jamaah di sebuah masjid, namun saat itu masjid sudah penuh sesak, mau tidak mau saya ambil posisi di luar masjid. Beruntung saya membawa sajadah. Waktu itu memang sudah mendung, di tengah shalat mendung semakin gelap. Tidak lama kemudian turun hujan yang deras sekali. Otomatis saya dan segelintir orang yang shalat di luar masjid terguyur hujan, karena sama sekali tanpa ayup-ayup yang menaungi kami.

Saya bingung saat itu. Bagaimana tindakan yang harus saya ambil? Berhubung orang di samping kanan-kiri saya masih tetap melanjutkan shalatnya, saya pun mengikuti mereka. Pertanyaan yang mengganjal saya, sebenarnya bagaimana sikap yang harus saya ambil ketika dalam kondisi seperti itu? Apa saya boleh membatalkan shalat saya, atau melanjutkan dan bertahan melakukan shalat dengan kondisi basah kuyup? Sekian. Terima kasih atas jawabannya.

Dwiki, Pontianak.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

___

Admin | Waalaikumsalam Wr. Wb.

Penanya yang dirahmati Allah, terimakasih telah berkenan mampir di laman kami, semoga membawa manfaat.

Shalat merupakan ibadah yang terrangkai antara lain berupa doa, dzikir dan gerakan. Maka dari itu, jika dalam shalat terdapat ucapan yang tidak tergolong dzikir dan doa, maka shalat tidak dianggap sah. Begitu pula mengenai gerakan, jika gerakan yang timbul tidak termasuk gerakan yang dibutuhkan dalam shalat, maka shalatnya akan batal.

Terkait dengan pertanyaan Anda, mungkin terjadi dalam shalat jumat yang wajib dilaksanakan secara berjamaah, atau ketika shalat Ied. Melihat realita jaman sekarang yang jarang sekali masjid terlihat penuh sesak dengan para jamaah kecuali dalam kedua kondisi di atas. Atau setidaknya ketika ada moment tertentu yang berlokasikan di masjid.

Terlepas dari itu semua, dalam islam, kita mengenal istilah shalat syiddatil khauf, yakni shalat yang ditunaikan dengan kondisi yang mendesak dan genting yang terjadi di tengah-tengah shalat, seperti terdapat banjir, kebakaran, harta dicuri atau terjadi kecamuk perang.

baca juga: Lebih Khusyuk Shalat Sendiri Daripada Berjamaah

Shalat Syiddatil Khauf

Ketika seseorang melaksanakan shalat syiddatul khauf, hal-hal yang dilarang saat menjalankan shalat secara normal, seperti bergerak hingga tiga kali atau lebih, bahkan gerakan besar sekalipun dan berpaling dari kiblat, tidak lagi membatalkan shalat.

One thought on “Kehujanan Saat Shalat, Bagaimana Sebaiknya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.