Adab Berdoa Agar Terkabul

Adab dalam berdoa menjadi salah satu faktor penting agar bisa terkabul Adab Berdoa Agar Terkabul

Tanpa doa kita bukanlah apa-apa. Setiap hari kita berdoa dan berdoa. Allah Swt. pun memerintahkan kita untuk senantiasa memohon kepada-Nya.

Allah Swt. berfirman:

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Al-A‘rāf [7]:55

Selain itu, Nabi saw. juga bersabda

 الدُّعَاءُ مُخُ العِبَادَةِ

“Doa adalah intisari ibadah.”

Baca juga: Merawat Pakaian, Sandal, dan Kitab di Pesantren

Tapi terkadang, entah kenapa doa-doa kita serasa mengambang seakan tak juga dikabulkan meski sudah sangat lama. Boleh jadi hal ini sebab kita yang kurang memakai adab dalam memanjatkan doa.

Oleh karenanya, kali ini kita akan membahas tata krama dalam berdoa agar potensi doa tersebut agar ijabah makin besar di sisi Allah Swt. Berikut adalah rangkuman adab dan tata cara berdoa sesuai dengan penjelasan Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi dalam kitab Mauidhoh Al-Mu’minin.

Memerhatikan waktu-waktu tertentu untuk berdoa.

Ketika berdoa hendaknya kita memperhatikan waktu-waktu khusus di mana sebuah doa sangat mungkin untuk dikabulkan. Seperti dalam setahun sekali ada momen hari Arafah atau bulan-bulan tertentu seperti bulan Ramadan, hari Jum’at setiap seminggu sekali dan juga seperti sepertiga akhir malam.

Bahkan ada banyak momen di setiap harinya yang kerap kita lewatkan begitu saja. Padahal momen-momen ini baik sekali digunakan untuk berdoa. Seperti ketika turunnya hujan, ketika mendirikan salat, setelah melaksanakan salat, waktu di antara azan dan iqomah, dan ketika kita melakukan sujud di dalam salat.

Baca juga: Pembasmian Ikan Sapu-Sapu: Bolehkah Mengubur Hidup-Hidup?

Adab Berdoa Secara Lahir

  • Berdoa seraya menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangan sekira ketiak kita terangkat. Kemudian pada bagian akhir doa, sepantasnya bagi orang yang berdoa tadi untuk mengusapkan kedua tangan ke wajahnya. Dan tidak perlu mengangkat muka ketika berdoa.
  • Berdoa dengan suara lirih. Yakni melirihkan suara sekira berada di antara lirih dan keras.
  • Tidak usah memaksakan sajak-sajak dalam berdoa. Tidak perlu kita membuat-buat doa yang kesannya mendayu-dayu apalagi ditambahi rima A-A-A-A atau A-B-A-B. Cukup berdoa dengan doa-doa yang sudah masyhur diriwayatkan dari Nabi. Supaya apa? Supaya doa yang kita panjatkan tidak melewati batas yang menyebabkan kita meminta yang tidak-tidak .
  • Melakukan doa dengan khusyu, khidmat, tidak tergesa-gesa, dan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
  • Memantapkan hati ketika berdoa, meyakini sepenuh hati bahwa doa itu akan terkabul, dan menyatakan dengan jelas apa yang diharapkan. Bahkan Nabi melarang kita berdoa dengan bunyi seperti

اللَّهُمَ اغْفِرلِي إِن شِئْت

“Ya Allah, ampunilah saya jika engkau menghendaki.”

Karena dengan demikian seolah menunjukkan ketidakyakinan kita akan doa tersebut.

  • Menunjukkan kesungguhan dalam berdoa, dan mengulanginya sebanyak tiga kali. Dan jangan sampai beranggapan bahwa doa tersebut akan terkabulkan dalam waktu yang lama.
  • Awali doa dengan berdzikir kepada Allah, jangan langsung memulainya dengan permintaan. Setelah berdzikir, bacalah sholawat kepada Nabi, baru kemudian sebutkan permintaan yang kita butuhkan. Apabila telah selesai berdoa, akhiri dengan dzikir dan salawat tadi.

Baca juga: Cara Menyucikan Najis yang Efektif & Benar

Adab Berdoa Secara Batin

Selanjutnya adalah menjaga adab yang berkaitan dengan batin. Adab batin inilah yang menjadi kunci utama terkabulnya doa. Caranya adalah dengan sebelum berdoa terlebih dahulu bertaubat, menghilangkan perbuatan-perbuatan dzalim, dan menghadapkan diri kepada Allah dengan niat yang sungguh-sungguh. Justru hal inilah penyebab yang paling memungkinkan sebuah doa bisa terkabul.

Semua Kembali Kepada Allah

Demikian beberapa rangkuman adab dan tata cara berdoa dalam dalam kitab Mauidhoh Al-Mu’minin. Meskipun begitu, sebagai seorang mukmin sepatutnya bagi kita untuk menyadari bahwa terkabul atau tidaknya sebuah doa, semuanya kembali pada kehendak Allah Swt. Boleh jadi, tidak semua doa serta merta terkabulkan melainkan Allah menggantinya dengan anugerah lain yang kerap tidak kita sadari. Karena Allah selalu lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-hambanya.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses