KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Lirboyo menjelaskan bahwa rahmat terbesar Nabi Muhammad SAW akan tampak jelas pada hari kiamat. Yakni Nabi Muhammad akan memberikan syafaat kepada seluruh umat manusia.
KH. Abdulloh Kafabihi menjelaskan bahwasannya Allah menegaskan dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad saw. adalah anugerah terbesar bagi alam semesta.
Baca juga: Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi di Ta’dhim Maulid Lirboyo 1447
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
“Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)
Di padang mahsyar, ketika seluruh umat manusia mencari pertolongan, para nabi besar tidak sanggup memberikan syafaat.
Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus Menjelaskan Isi Kitab Perihal Perayaan Maulid Nabi
Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, bahkan Nabi Isa, semuanya menolak dengan alasan masing-masing. Hingga akhirnya mereka semua mengarahkan umat manusia kepada Nabi Muhammad SAW.
Syafaat Agung Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW pun bersujud di hadapan Allah. Lalu Allah berfirman: “Sal tu’toh – Mintalah wahai Muhammad, niscaya engkau akan diberi.”
KH. Kafabihi menegaskan, para nabi memiliki doa mustajab yang digunakan di dunia. Namun, Rasulullah saw menyimpan doa istimewanya untuk hari kiamat, agar beliau bisa memberi syafaat kepada umatnya.
Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Berbahagia dengan Maulid Nabi
Inilah bentuk nyata rahmat Nabi Muhammad SAW: doa dan syafaat yang membawa umat beliau masuk surga. Umat Nabi dibagi menjadi dua:
- Umat ijabah – mereka yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat.
- Umat dakwah – mereka yang belum beriman kepada Nabi Muhammad SAW.
Kelak, umat ijabah akan mendapatkan syafaat Rasulullah dan masuk surga berkat rahmat Allah melalui perantaraan Nabi Muhammad SAW.
Harapan dalam Maulid Nabi
KH. Kafabihi menutup dawuhnya dengan doa penuh harap:
“Mudah-mudahan kita yang merayakan Maulid mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.”
Pesan ini mengingatkan, perayaan Maulid bukan hanya tradisi, melainkan pengakuan cinta dan syukur atas kelahiran Rasulullah SAW. Sebab, rahmat Nabi tidak berhenti di dunia, tapi terus mengalir hingga membuka pintu surga bagi umatnya.
Baca juga: KH. An’im Falahuddin: Mencintai Nabi Muhammad
Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Pondok Pesantren Lirboyo.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
